Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Suami Kyara


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu, hubungan pertemanan Hana dan Kyara pun semakin dekat. Jika ada kesempatan, Kyara selalu menyempatkan waktu untuk bercerita dan berbagi kesedihannya dengan Hana di rumah sakit. Disetiap pembicaraan mereka, Kyara memang tidak pernah menyebutkan siapakah nama suaminya hingga Hana tidak tahu jika Kyara adalah istri dari teman baiknya saat kuliah dulu.


Hingga pada suatu ketika, Hana dibuat terkejut saat Kyara memperlihatkan foto Gerry kepadanya.


"Apa? Jadi pria ini adalah suamimu?" Detak jantung Hana berdetak begitu cepat. Menatap tak percaya pada foto pria yang sangat dikenalinya itu.


Kyara mengangguk lemah. "Apa kau mengenal suamiku?" Tanya Kyara sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.


Hana mengangguk. "Tentu saja aku mengenalnya. Wajah suamimu kan sering bermunculan di majalah bisnis." Balas Hana tak ingin jujur.


Helaan nafas Kyara kian memberat. "Aku melupakan itu. Pasti hampir semua orang mengenali suamiku."

__ADS_1


Hana mengangguk membenarkan. "Aku sungguh tidak menyangka jika kau adalah istri Tuan Gerry." Hana menatap Kyara dengan sendu. "Pantas saja banyak media yang mempertanyakan dimana Tuan Gerry saat ini." Lanjutnya kemudian.


"Keluarga suamiku memang sengaja menyembunyikan kondisi suamiku saat ini." Jelas Kyara.


Gerry... kau beruntung sekali bisa menikah dengan wanita sebaik Kyara. Tapi... bagaimana bisa kau menikah dengan Kyara? Kenapa berita pernikahan kalian tidak pernah terdengar di media? Batin Hana bertanya-tanya. Perasaan Hana pun mulai sedih saat mengingat teman baiknya itu kini terbaring lemah di ranjang pesakitan.


"Hana... kalau begitu aku masuk ke dalam dulu." Kyara menghapus air mata yang masih membasahi wajahnya dengan tisu lalu bangkit.


Hana mengangguk. "Kyara... kuatkan hatimu. Aku yakin Tuan Gerry pasti sembuh. Dia pria yang kuat." Hana meraih tangan Kyara lalu menggenggamnya erat.


"Kau wanita yang kuat, Kya. Aku yakin kau bisa melewati ini semua. Dan aku harap Gerry segera sadar." Lirih Hana lalu mengelap pipinya yang tiba-tiba basah.

__ADS_1


*


Malam itu, sebelum pulang ke apartemennya,Hana memutuskan untuk melihat keadaan Gerry ke ruang rawatnya. Langkah kaki Hana kian lebar saat melihat tidak ada tanda-tanda orang yang berada di lantai menuju ruangan Gerry dirawat.


"Gerry..." Hana menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya saat melihat dengan jelas bagaimana kondisi Gerry saat ini dari kaca pintu ruangan rawat. "Kenapa bisa seperti ini..." lirih Hana menatap iba pada teman baiknya itu. Pandangan Hana mulai buram saat kedua bola matanya mulai tergenang.


"Kau pria yang kuat. Aku yakin kau pasti sembuh." Bulir air mata mulai berjatuhan di kedua pipi Hana saat hatinya merasa tak tega melihat kondisi Gerry saat ini. "Kau harus segera sadar untuk istri dan anakmu... mereka masih membutuhkanmu untuk hidup." Hana membiarkan bulir air mata semakin berjatuhan di kedua pipinya.


Melihat kondisi Gerry saat ini saja sudah membuatnya tidak tega. Lalu bagaimana dengan Kyara sebagai istrinya? Kyara pastilah sangat hancur. Hana semakin larut dalam kesedihannya melihat kondisi Gerry saat ini hingga tanpa sadar jika kini sudah ada sosok yang berdiri di belakangnya.


"Sedang apa kau di sini?" Suara berat dari seorang pria yang berada di belakang tubuhnya berhasil membuat tubuh Hana menegang seketika.

__ADS_1


***


Lanjut? Ayuk berikan vote, gift dan komennya dulu di hari senin🌹


__ADS_2