Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Kembali bertemu


__ADS_3

"Jangan berbicara sembarangan. Jika dia bukan anakmu lantas anak siapa?" Cetus Kyara.


Gerry tertawa kecil mendengarnya. "Anak kita namun versi Dika." Seloroh Gerry.


Kyara menggeleng mendengar ucapan suaminya yang menurutnya ada-ada saja. Padahal jika dikaji lebih jauh sikap Rey saat ini sama persis dengan sikap Gerry yang dingin pasanya saat di awal mereka menikah.


Mobil terus melaju hingga akhirnya sampai di perkarangan mansion Bagaskara. Gerry terlihat lebih dulu turun dan membukakan pintu untuk Kyara dan mengambil alih Baby Rachel ke dalam gendongannya.


"Rey, ayo turun." Ucap Kyara setelah membukakan pintu untuk putranya.


Rey mengangguk lalu turun dari dalam mobil.


"Mau Mama gendong?" Tawar Kyara.


Rey menggeleng lalu berjalan mengikuti langkah Gerry.


Melihat sikap putranya yang terkesan sedikit dewasa membuat senyuman di wajah Kyara terkembang. "Dia itu sungguh menggemaskan."


Gumam Kyara lalu ikut melangkah mengikuti Gerry dan Rey.


*

__ADS_1


Hari berganti bulan. Bulan pun berganti tahun. Hingga tanpa terasa sudah dua tahun sejak Baby Alan dan Alana lahir ke dunia. Kehadiran sepasang bayi kembar itu melengkapi kebahagiaan di rumah tangga Dika dan Hana yang dulunya pernah tersapu badai.


Pun dengan kehidupan Kyara, Gerry, Rania dan William yang turut berbahagia setelah hadirnya anak di dalam rumah tangga mereka. Kehidupan ketiga pasang suami itu pun terus berlanjut dengan kebahagiaan walau sesekali badai datang menerpa rumah tangga mereka.


Tiada lagi kesedihan yang kini Hana rasakan. Segala sakit yang ia rasakan selama ini setelah drama perpisahan dengan Dika terbayarkan sudah dengan kasih sayang penuh yang Dika berikan untuknya dan kedua bayi mereka.


"Kita jadi ingi ke rumah Gerry siang ini?" Tanya Hana disela memakaikan baju untuk Baby Alana.


Dika mengangguk sambil menahan Baby Alan yang hendak berlari saat dipakaikan baju. "Jadi. Apa kau tidak melihat grup pagi ini?" Tanya Dika bingung.


"Belum. Aku tidak sempat melihat ponselku tadi karena Alana terus menangis." Jawab Hana.


"Gerry bilang setelah berkumpul di rumahnya dia ingin mentraktir kita makan di Cafe langganan Kyara." Ucap Dika.


"AA cafe?" Tebak Hana.


"Entahlah. Aku tidak terlalu tahu dimana cafe langgana Kyara." Balas Dika apa adanya.


Hana mengangguk saja. "Tunggu sebentar di sini. Aku ingin mempersiapkan barang untuk dibawa nanti." Ucap Hana.


"Pergilah. Biar aku yang menjaga anak-anak." Balas Dika.

__ADS_1


Hana tersenyum mendengarnya. "Terimakasih, Sayang." Ucap Hana.


"Sama-sama." Balas Dika turut tersenyum.


*


"Mama, apa benar kita ingin berkunjung kembali ke AA cafe hari ini?" Tanya Rey setelah berada di hadapan Kyara yang sedang merapikan barang-barang mainan Rachel.


Kyara menghentikan aktivitasnya lalu menatap pada Rey. "Benar. Hari ini kita akan berkunjung ke sana bersama Aunty Rania, Aunty Hana beserta suami dan anak-anak mereka." Jelas Kyara.


"Apa kita akan bertemu wanita itu lagi?" Tanya Rey merujuk pada gadis kecil yang sering ia jumpai di AA cafe.


Kyara mengangguk membenarkan. "Tentu saja kita akan bertemu dengannya karena dia adalah anak dari pemilik cafe tersebut, Rey." Jelas Kyara.


Rey diam dan tak lagi bersuara. Ia lebih memilih duduk di samping Rachel yang kini sibuk memainkan rambutnya yang dikepang dua.


"Rey... apa Rey tidak senang bertemu dengan gadis kecil itu?" Tanya Kyara yang turut duduk di sebelah Rey.


***


Lanjut?

__ADS_1


__ADS_2