
"Dika..." Hana menggeleng tidak menyetujui ucapan Dika.
"Katakan Hana!" Perintah Dika dengan tegas. "Katakan apa kau telah menyesal menduakanku waktu itu?" Tanya Dika lagi.
Hana menggelengkan kepalanya.
"Sudah aku duga jika kau tidak akan pernah menyesal dengan perselingkuhanmu itu." Geram Dika. Tangannya terlihat terkepal erat di bawah meja. Pun rahangnya yang terlihat sudah mengeras saat mengingat perselingkuhan Hana beberapa tahun lalu.
"Aku tidak menyesal karena aku tidak melakukannya." Ucap Hana dengan kepala tertunduk.
"Apa maksudmu?" Tanya Dika. Wajah dinginnya berubah terkejut.
Hana mengangkat wajahnya hingga kini Dika dapat melihat wajah cantiknya yang sudah berubah sendu. "Selama ini aku tidak pernah menduakanmu, Dika." Lirih Hana. "Perselingkuhanku waktu itu hanyalah sebuah sandiwara." Lanjut Hana kemudian.
"Apa?! Jelaskan apa maksud ucapanmu Hana!" Tekan Dika.
__ADS_1
"Maafkan aku, Dika." Lirih Hana. Satu tetes air mata mulai jatuh membasahi pipinya. "Maafkan aku karena aku begitu bodoh terhasut dengan ucapan orang lain dan mengambil kesimpulan dengan cepat tanpa berpikir hingga mengambil tindakan bodoh dengan pura-pura menduakanmu. Selama ini sekali pun aku tidak pernah menduakanmu, Dika. Aku melakukan itu semua karena keadaanku yang juga begitu rapuh saat itu." Jelas Hana.
Deg
Jantung Dika berdetak lebih cepat setelah mendengar ucapan Hana yang mengatakan dengan yakin jika ia tidak pernah menduakan dirinya.
"Jadi perselingkuhanmu itu adalah pura-pura?" Tanya Dika.
Hana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Keadaan yang memaksaku melakukannya, Dika. Aku begitu rapuh dengan keadaan yang menimpaku waktu itu." Bulir-bulir air mata semakin berjatuhan membasahi kedua pipi Hana saat mengingat masa lalunya yang suram. "Aku begitu rapuh dan hancur saat hari dimana aku mendapatkan gelar sarjanaku dan aku mendapatkan kejutan yang begitu luar biasa dari kedua orang tuaku. Bukan kejutan yang menyenangkan seperti apa yang ada di dalam pemikiranmu. Bukanlah kejutan sebuah perayaan atas kesuksesanku. Tapi kejutan yang benar-benar membuat aku terkejut hingga aku meminta agar itu semua hanyalah sebuah mimpi." Hana mulai menangis dengan terisak.
"Kau tahu, di saat aku pulang dari perayaan atas kelulusanku waktu itu bersamamu dan kedua sahabatku, aku mendapatkan sebuah kejutan jika Papa telah menduakan Mama. Selama ini aku begitu bodoh menganggap keadaan keluargaku baik-baik saja. Aku pikir kepergian kedua orang tuaku yang sering meninggalkanku hanyalah untuk menemani nenekku yang tinggal sendiri. Namun ternyata aku salah. Mereka sering meninggalkanku di rumah karena mereka tidak ingin aku mendengarkan pertengkaran mereka akibat perselingkuhan Papa."
"Hari itu, Papa memutuskan untuk meninggalkan aku dan juga Mama. Perjuangan Mama selama ini yang tidak pernah aku ketahui untuk mempertahankan keutuhan keluarga kami akhirnya berujung sia-sia. Setelah hari itu Mama begitu hancur setelah kepergian Papa. Begitu sulit hari yang aku dan Mama lalui setelah perpisahan Mama dan Papa. Mama sangat hancur, begitu pun dengan aku." Hana pun menceritakan mengapa waktu itu ia sering mengabaikan pesan yang dikirimkan Dika bahkan bersembunyi jika Dika datang ke rumahnya karena tidak ingin Dika mengetahui keadaanya yang tengah hancur.
__ADS_1
"Di tengah permasalahanku waktu itu, Liza datang memberitahukan sebuah informasi yang tidak pernah aku duga selama ini jika kau bukanlah pria dari kalangan biasa seperti yang aku bayangkan. Kau adalah pria yang berasal dari keluarga yang begitu terhormat. Sangat berbeda dengan keluargaku yang hanya kalangan biasa dan sudah hancur." Lanjut Hana kemudian.
***
Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗
Like
Vote
Komen
Hadiah
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1