
Beberapa bulan berlalu, Gerry dan William dikejutkan dengan informasi yang baru mereka dapatkan jika gadis kecil yang sering mendekati Rey adalah anak dari Rangga yang berstatus menjadi rekan kerja mereka selama ini. Di ruangan kerja Gerry, William dan Gerry saling pandang lalu menghela nafas bersamaan.
"Kenyataan ini sungguh mengejutkan." Ucap Gerry.
"Ini sungguh di luar dugaanku." Tambah William tak percaya.
"Pantas saja aku selalu merasa tidak asing dengan wajah kedua anak kembar itu. Ternyata wajah mereka sangat mirip dengan wajah Tuan Rangga." Ucap Gerry.
William mengangguk membenarkan. "Kita terlalu lama menangkap sesuatu yang sudah jelas kebenarannya." Balas William.
"Entah bagaimana ceritanya Nona Vara dan Tuan Rangga bisa memiliki sepasang anak kembar." Ucap Gerry sambil menduga-duga hal apa yang telah terjadi di antara Vara dan Rangga.
"Dari yang aku tangkap mereka sebelumnya bersekolah di tempat yang sama. Mungkin saja di sekolah mereka dulu Nona Vara dan Tuan Rangga menjalin sebuah hubungan." Ucap William menduga-duga.
"Mungkin saja." Balas Gerry tak ingin lagi banyak pikir.
Percakapan di antara mereka pun terhenti saat mereka mengingat tujuan mereka berkumpul pagi ini. "Ayo segera ke ruangan meeting." Ajak Gerry seraya merapikan jasnya yang sebenarnya tidak kusut.
William mengangguk dan turut melakukan apa yang dilakukan Gerry. Kedua pria tampan dan gagah itu pun keluar dari ruangan kerja Gerry menuju ruangan rapat diikuti asisten Jimmy di belakangnya.
*
__ADS_1
Siang itu, Kyara kembali membawa Rey dan Rachel menuju cafe langganannya. Entah mengapa dalam satu minggu terakhir ini ia sangat menginginkan makan makanan dari cafe langganannya itu. Selama dalam perjalanan menuju cafe, Kyara nampak mencuri pandang pada putranya yang hanya diam dengan tatapan tak terbaca duduk di sampingnya.
Bukankah Rey tidak menyukai keributan Yura? Lantas kenapa dia selalu mau jika diajak ke cafe Yura? Kyara dibuat bertanya-tanya dengan sikap putranya yang sulit ia tebak.
Setelah melewati beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di depan AA cafe.
"Kak Rey..." melihat kedatangan Rey dari jauh Yura pun memberontak dari pangkuan Vara meminta diturunkan dan segera berlari ke arah pintu cafe.
"Ayura..." Kyara tersenyum senang menatap Yura yang kini sudah berada di depannya.
"Hai Aunty..." sapa Yura ramah dengan tersenyum.
"Hai cantik..." balas Kyara tak kalah ramah.
"Hai." Balas Rey dengan datar.
Mendapat balasan dari Rey membuat Yura semakin senang dan wajahnya semakin merona.
"Kak Yula..." ucap Rachel yang berada di samping Rey.
"Hai Lachel..." sapa Yura tersenyum senang.
__ADS_1
Kyara melipat bibirnya mendengar Yura yang kesulitan mengucapkan R jika memanggil nama putrinya sedangkan lancar jika menyebut mama putranya.
"Ayo masuk, Nty." Ajak Yura ramah.
Kyara mengangguk lalu menuntun kedua anaknya masuk ke dalam cafe.
"Nona Kyara..." Vara tersenyum senang menyambut kedatangan Kyara untuk yang kesekian kalinya.
"Nona Vara..." Kyara pun membalas sapaan Vara dengan tersenyum.
"Ayo silahkan duduk." Ajak Vara dan Kyara mengangguk sebagai jawaban.
"Kak Rey ayo duduk di sini." Tunjuk Yura pada kursi yang berada di hadapan Kyara.
Rey hanya diam namun tetap menuruti keinginan Yura.
"Bunda... ayo bantu Yula duduk sini." Pinta Yura menunjuk kursi kosong yang bersebelahan dengan Rey.
***
Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.
__ADS_1
Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah Perpisahanš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.