
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Namun Hana masih terlihat mondar-mandir di ruang tamu rumahnya menunggu kepulangan Dika. "Sebenarnya kemana Dika pergi?" Wajah Hana nampak gusar memikirkan dimana posisi suaminya saat ini. Terlebih sejak tiga jam yang lalu ponsel Dika tidak dapat lagi dihubungi.
"Ada urusan apa dia keluar kota? Dan... kenap Gerry dan William juga ikut?" Pertanyaan itu sejak tadi bersarang di benak Hana. Hana mendesah-kan nafas kasar di udara saat merasa perasaannya semakin tidak tenang. Tiga jam yang lalu Dika hanya mengabarinya jika ia sudah dalam perjalanan pulang namun tidak menyebutkan dimana posisinya.
"Dika... kau membuatku khawatir." Kedua bola mata Hana mulai tergenang merasa hatinya semakin tidak tenang. Hana memilih menjatuhkan tubuhnya di atas sofa lalu memejamkan kedua kelopak matanya berusaha menenangkan pemikirannya barang sejenak.
Untung saja Alan dan Alana tidak sulit untuk ditidurkan setelah ia selesai makan malam tadi hingga membuatnya bisa fokus menunggu kepulangan Dika di ruang tamu.
"Aku sungguh tidak tenang." Hana kembali bangkit dari sofa lalu berjalan ke arah pintu. Namun baru beberapa langkah ia berjalan langkahnya terhenti saat mendengar suara tangisan Alana.
"Alana bangun?" Gumam Hana lalu segera membalikkan tubuhnya. Berjalan ke arah kamar yang berada di lantai bawah dimana tadi ia menidurkan Alan dan Alana.
Setelah beberapa menit berada di dalam kamar untuk menidurkan Alana kembali, Hana pun keluar dari dalam kamar dan kembali ke ruang tamu untuk menunggu kepulangan Dika. Baru saja ia hendak menjatuhkan bokongnya di atas sofa Hana langsung mengurungkan niatnya saat mendengar suara langkah kaki masuk ke dalam rumahnya.
"Dika?" Ucap Hana sedikit keras saat melihat Dika tengah berjalan ke arahnya seraya tersenyum. "Kau sudah pulang?" Ucap Hana lalu berjalan ke arah Dika.
__ADS_1
"Sayang..." Dika membawa tubuh Hana ke dalam dekapannya. "Maaf sudah membuatmu menunggu." Sesal Dika seraya memberikan ciuman cukup lama di kening Hana.
"Aku sangat mencemaskanmu." Ucap Hana mengungkapkan isi hatinya.
"Maafkan aku." Ucap Dika lagi.
Hana mengangguk di dalam dekapan Dika. "Ada urusan apa hingga kau sangat mendadak pergi ke luar kota?" Tanya Hana setelah Dika melepas dekapannya.
"Karena aku ingin menjemput Mama Rita." Balas Dika apa adanya.
Dika mengangguk sebagai jawaban.
"Lalu dimana Mama saat ini? Dan... kenapa kau menjemput Mama?" Tanya Hana lagi dengan wajah bingung.
"Mama masih berada di luar dengan Gerry dan William." Balas Dika. Pandangan Dika pun beralih ke arah pintu dimana Mama Rita nampak masuk ke dalam rumah diikuti Gerry dan William.
__ADS_1
"Mama..." Hana segera berjalan ke arah Mama Rita lalu memeluk erat tubuh Mama Rita untuk menyalurkan rasa rindunya. "Hana sangat merindukan Mama..." ucap Hana lirih.
"Mama juga sangat merindukanmu dan cucu-cucu Mama." Balas Mama Rita lalu memberikan ciuman cukup lama di kening Hana.
"Dika... kenapa kau menjemput Mama secara tiba-tiba? Dan kenapa kau tidak mengabariku lebih dulu?" Tanya Hana pada Dika.
"Dika datang untuk membawa Mama melihat keadaan Papamu yang sedang kritis Hana." Jawab Mama Rita.
"Apa?!" Hana seketika melepas pelukannya lalu melemparkan tatapan tajam pada Dika. "Kenapa kau melakukan ini semua Dika? Kenapa kau memaksa Mamaku untuk datang melihat keadaan pria itu?!" Tanya Hana merasa berang.
***
Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.
Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah Perpisahanš¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.