Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Ada apa ini?


__ADS_3

"Dokter Arka, kenapa Dokter Hana lama sekali kembali dari kamar mandi?" Fitri yang sejak tadi memperhatikan ke arah kamar mandi namun tidak melihat tanda-tanda Hana muncul dari sana pun bertanya.


Arka menghentikan ketikannya di layar ponselnya lalu menatap ke arah yang Fitri tuju. "Kau benar. Kenapa Hana lama sekali kembali dari kamar mandi?" Balas Arka.


Wajah Fitri pun berubah cemas. "Coba saya susul ke kamar mandi dulu." Ucap Fitri lalu bangkit dari duduknya.


Arka mengangguk menyetujui dan lebih memilih menunggu di meja untuk menjaga tas Fitri dan Hana yang tergeletak di atas meja.


"Rusak?" Kening Fitri mengkerut menatap tulisan di pintu kamar mandi. Pandangannya pun mengedar mencari letak kamar mandi lain yang ada di cafe. Karena tak mendapatkan tanda-tanda, Fitri pun memutuskan untuk menghampiri salah satu pelayan cafe.


"Maaf, Nona, apa selain di sana masih ada kamar mandi untuk pengunjung?" Tanya Fitri.


"Ada di sebelah sana, Nona." Tunjuk pelayan pada kamar mandi yang berada di ujung ruangan.


"Baiklah, terimakasih." Balas Fitri. Setelah mendapatkan respon dari pelayan cafe, Fitri pun segera berlari ke arah kamar mandi yang pelayan tunjuk. Entah mengapa saat ini perasaannya mengatakan ada yang tidak beres dengan Hana.


"Dokter Hana..." Fitri mengetuk satu persatu pintu kamar mandi sambil memamggil nama Hana namun tak mendapatkan jawaban.

__ADS_1


"Sepertinya Dokter Hana tidak ada di sini." Gumamnya sambil menatap ke arah sekitar kamar mandi. Dengan langkah tergesa-gesa Fitri pun kembali menghampiri pelayan untuk menanyakan letak kamar mandi yang lainnya.


"Tidak ada kamar mandi yang lain?" Kening Fitri mengkerut setelah mendapatkan jawaban dari pelayan. "Apa kamar mandi di sebelah sana tidak bisa digunakan sama sekali?" Tanya Fitri merasa ada yang tidak beres.


"Maaf, Nona. Kamar mandi di sebelah sana bisa digunakan dan tidak ada kerusakan." Balas pelayan.


"Apa?" Wajah Fitri berubah tegang. Setelah mengucapkan terimakasih atas informasi yang diberikan pelayan, Fitri pun segera berlari ke arah kamar mandi yang bertuliskan rusak. "Kenapa pintunya dikunci?" Gumam Fitri saat ingin membuka pintu kamar mandi. Tak ingin habis pikir, Fitri pun segera kembali ke meja mereka dan memberitahukan Arka atas apa yang terjadi.


"Apa? Hana tidak ada dimana-mana." Arka seketika bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah kamar mandi. "Dokter Arka ingin apa?" Tanya Fitri saat Arka mengambil ancang-ancang mendobrak pintu kamar mandi.


"Dokter Hana..." Fitri dibuat begitu terkejut saat pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Hana yang tengah meringis sambil memegang perutnya.


"Hana!" Tak kalah terkejut dengan Fitri, Arka pun turut terkejut melihat keadaan Hana. Ia pun segera melangkah ke arah Hana.


"Dokter Hana kenapa bisa seperti ini?" Tanya Fitri setelah berjongkok di depan Hana.


"Fitri... perutku sakit..." rintih Hana.

__ADS_1


Arka pun dengan gerakan sigap dan tanpa berpikir langsung menggendong tubuh Hana tanpa mempertanyakan apa yang terjadi. Karena menurutnya saat ini keselamatan Hana dan kedua bayinya lah yang terpenting.


Suasana di cafe siang itu pun berubah ricuh saat orang-orang melihat ke arah Hana yang sedang merintih di dalam gendongan Arka.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2