Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Rencana untuk Hana


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu yang terdengar cukup keras dari luar menghentikan kegiatan Hana yang sedang membaca hasil pemeriksaan lab salah satu pasiennya.


"Dokter Hana..." Hana segera beranjak dari duduknya saat mendengar suara Fitri memanggil namanya.


Ceklek


Pintu ruangan pun terbuka dan menampilkan wajah Fitri di sana.


"Fitri? Ada apa?" Tanya Hana.


"Dokter Hana, saya dan Dokter Arka ingin mengajak anda makan siang bersama di cafe yang berada di seberang rumah sakit siang ini." Ucap Fitri tanpa basa-basi.


"Makan siang di cafe?" Hana terlihat berpikir. "Tapi... aku harus izin lebih dulu dengan suamiku." Balas Hana.


"Masalah izin sepertinya Dokter sudah pasti mendapatkan izin karena Dokter Arka tadi sudah memberitahu Dokter Dika jika kami ingin mengajak Dokter makan siang bersama." Jelas Fitri.


"Oh ya? Kapan? Kenapa tidak memberitahuku lebih dulu." Tanya Hana bingung.


"Dokter Arka sembari meminta izin saat ia dan Dokter Dika sedang membahas pekerjaan via telefon tadi." Jelas Fitri.

__ADS_1


"Oh seperti itu..." Hana mengangguk paham. "Tapi aku tetap akan meminta izin pada Dika." Ucap Hana kemudian.


"Ya. Terserah Dokter saja. Tapi yang jelas Dokter menerima tawaran kami bukan?" Tanya Fitri.


Hana mengangguk. "Ya. Aku menerimanya." Balas Hana.


"Baiklah kalau begitu saya pamit dulu. Sampai bertemu di jam makan siang Dokter." Pamit Fitri.


Hana mengangguk mengiyakan dan tak lupa menyematkan senyuman manisnya untuk Fitri.


"Anak itu selalu saja merepotkan dirinya dengan menghampiriku hanya untuk mengajak pergi. Padahal dia bisa mengajakku via telefon saja." Hana menggelengkan kepalanya melihat tingkah Fitri yang selalu merepotkan dirinya. Hana pun menutup pintu ruangannya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


*


"Aku dengar nanti siang Hana akan makan di cafe seberang rumah sakit." Seorang wanita terlihat memberikan informasi yang baru saja didengarnya pada rekan kerjanya via telefon.


"Aku rasa itu lebih bagus. Dari pada di rumah sakit yang memungkinkan aksi kita akan ketahuan."


"Baiklah. Nanti siang kita ikuti dia dan memberikan peringatan kecil padanya."


"Baik. Aku sudah tidak sabar untuk mengerjai wanita mura-han seperti dirinya." Wanita itu pun menutup panggilan telefonnya dengan tersenyum menyeringai. Entah mengapa ia merasa begitu tidak sabar menanti saat untuk mengerjai Hana.


*


"Dimana Hana?" Arka terlihat terus memperhatikan ke arah lobby rumah sakit menanti kehadiran Hana.

__ADS_1


"Dokter Hana akan menyusul sebentar lagi, Dokter." Balas Fitri yang sudah berdiri di samping mobil Arka.


Arka mengangguk paham lalu kembali memperhatikan lobby untuk melihat kehadiran Hana di sana.


"Nah itu Dokter Hana." Seru Fitri sambil menunjuk Hana yang baru saja keluar dari lobby rumah sakit.


Mendengar namanya disebut membuat Hana menatap ke sumber suara seraya tersenyum. "Maaf sudah membuat menunggu." Ucap Hana saat sudah berada di dekat Arka dan Fitri.


"Tak masalah. Ayo masuk." Ajak Arka.


Hana mengangguk lalu masuk ke kursi belakang mobil. Sedangkan Fitri masuk ke kursi depan di samping Arka. Saat mobil Arka sudah melaju, sebuah mobil yang sejak tadi menunggu mereka pun turut melaju.


"Pastika jika rencana kita akan berjalan dengan lancar." Ucap wanita yang sejak tadi sudah tidak sabar menjalankan aksinya.


"Ya. Aku akan memastikannya. Dan yang terpenting dia akan tahu sedang berhadapan dengan siapa." Balas teman wanitanya dengan tersenyum menyeringai.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2