
"Emh... tentu saja aku mengkhawatirkanmu karena kau tidak pulang ke rumah ini sejak kemarin." Balas Liza berbohong.
Hana tersenyum sinis. "Terimakasih, Liza. Aku sungguh tersanjung dikhawatirkan olehmu." Hana turut memerankan sandiwaranya.
Sial! Pandai sekali dia menyudutkanku hingga harus berpura-pura mengkhawatirkannya! Rutuk Liza dalam hati pada Hana.
"Hana, kalau begitu Mama kembali ke dapur dulu untuk menyiapkan makanan makan malam." Ucap Mama Puspa setelah melihat Hana dan Liza telah selesai berbicara.
"Baiklah, Mama. Kalau begitu Hana juga mau ke kamar dulu untuk mengganti baju setelah itu menyusul ke dapur untuk membantu Mama." Balas Hana.
"Tidak perlu, Hana. Istirahatlah di kamar. Kau kan baru saja pulang dari bekerja." Ucap Mama Puspa lembut.
Hana hanya tersenyum membalas ucapan Mama Puspa. Setelahnya mereka pun berpisah ke arah tujuan masing-masing. Begitu pula dengan Liza yang kini tengah melangkah mengikuti Mama Puspa ke arah dapur.
__ADS_1
*
Hana terlihat berjalan terburu-buru ke arah dapur setelah mengganti pakaiannya di dalam kamar. Walau tubuhnya butuh istirahat saat ini, namun ia tetap tidak ingin membiarkan Mama mertuanya memasak di dapur tanpa bantuannya sedangkan ia sedang berada di rumah.
"Hana, kenapa kau kemari? Kenapa tidak istirahat saja di dalam kamar." Mama Puspa mengalihkan tatapannya dari kuali ke arah Hana yang kini tengah berada di sampingnya. Pun dengan Liza yang turut mengalihkan pandangan pada Hana.
"Hana ingin membantu Mama di sini saja sekaligus Hana ingin belajar memasak." Balas Hana.
Mama Puspa tersenyum. "Untuk saat ini kau hanya bisa melihat Mama mengaduk masakannya karena Mama telah selesai menyiapkan bumbu dan bahan-bahan untuk masakannya." Tutur Mama Puspa.
"Mendekatlah. Mama akan menerangkan bahan-bahan apa saja yang ada di dalam masakan Mama." Ucap Mama Puspa dan Hana mengangguk sebagai jawaban.
"Hana, apa kau belum pandai memasak di usiamu yang sudah hampir kepala tiga?" Tanya Liza memasang wajah terkejutnya.
__ADS_1
Hana mengangguk. "Aku belum terlalu mahir dalam urusan memasak." Balas Hana apa adanya.
"Ya ampun Hana... seharusnya kau itu sudah pandai memasak sepertiku karena saat ini kau sudah menikah. Sebagai suamimu Dika juga pasti ingin menikmati masakan dari istrinya." Ucap Liza dengan lembut namun Hana tahu ada ledekan di balik ucapannya.
Hana menatap ke arah Liza yang tengah mengaduk masakannya di sebelah Mama Puspa dengan tatapan datarnya. "Dika sudah sering menikmati masakanku walau pun rasanya tidak enak. Namun asal kau tahu Dika terlihat menikmatinya saat memakan masakanku." Cetus Hana dengan bangga.
Liza sontak tertawa mendengar ucapan Hana. "Astaga Hana... kau merasa bangga memberikan masakan tidak enak kepada Dika?" Liza menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Liza... sepertinya masakanmu sudah matang. Lebih baik kau menyiapkan piring untuk menyalinnya." Tutur Mama Puspa dengan lembut. Mama Puspa dapat merasakan perperangan dingin di antara Hana dan Liza saat ini.
"Baik, Tante." Liza pun mematikan api kompornya lalu berjalan ke arah rak piring.
"Hana... jangan dimasukkan hati ya ucapan Liza. Mama tahu kau pasti ingin memberikan yang terbaik untuk Dika." Mama Puspa mengelus lengan Hana. Mama Puspa dapat memahami saat ini Hana merasa kecil hati mendengar ucapan Liza yang tidak enak di dengar. "Tenanglah.... besok pagi Mama akan mengajarimu memasak." Ucap Mama Puspa kemudian.
__ADS_1
***