Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Tiba-tiba tercebur


__ADS_3

"Hana.." Amel menutup mulutnya dengan kedua tangannya merasa tak percaya atas apa yang Hana lakukan.


Liza dan teman-teman mereka yang melihat aksi Hana pun turut terkejut dengan apa yang Hana lakukan. Tak berbeda jauh dengan Dika yang dibuat begitu terkejut dengan apa yang Hana lakukan kepadanya.


Melihat keterkejutan Dika, Hana pun segera melepas bibirnya yang hanya menempel di bibir Dika tanpa melepas rangkulan tangannya di leher pria itu. Tatapan Dika yang sangat tajam saat ini membuat nyali Hana menciut. Hana menatap Dika penuh permohonan sebagai kode agar Dika tidak memakinya saat ini. Setelah merasa Dika tidak bereaksi apa-apa, Hana pun segera melepas kalungan tangannya di leher Dika.


"Apa yang aku lakukan sudah menjadi bukti untukmu?" Tanya Hana dengan senyum penuh kemenangan pada Liza yang kini terlihat mengepalkan kedua tangannya.


Tanpa menjawab ucapn Hana, Liza pun segera berlalu dari hadapan Hana dengan menghentakkan kedua kakinya di tanah.


Hana menarik nafas lega. Menghadapi wanita seperti Liza memang membutuhkan perlawanan ekstrim. Pandangan Hana pun jatuh pada Amel yang nampak memasang wajah tegang ke arah Dika.


Hana menolehkan wajahnya ke belakang dan melihat wajah Dika saat ini yang sudah merah padam dengan rahang mengeras.


"A-aku ingin ke kamar mandi lebih dulu." Ucap Hana sedikit terbata lalu segera berjalan meninggalkan Dika yang kini menatap berang padanya.

__ADS_1


"Hana..." Amel berteriak memanggil nama Hana namun Hana menulikan telingannya. "Memangnya dia tahu dimana letak kamar mandinya!" decak Amel menatap punggung Hana yang sudah menjauh.


Hana pun terus berjalan tanpa memperhatikan teman-temannya yang masih terus memperhatikan dirinya. Baru saja beberapa langkah Hana berhasil menjauh dari teman-temannya, tubuh Hana pun tiba-tiba terasa didorong oleh seseorang hingga ia tercebur ke dalam kolam renang yang ada di sampingnya.


Byur


"Tolong...!!" Mendengar suara teriakan Hana meminta tolong membuat perhatian orang-orang teralihkan ke kolam renang.


"Hana...." pekik Amel lalu segera berlari ke arah kolam renang yang berada cukup jauh dari tempatnya berdiri.


"Tolong..." Hana terus berteriak meminta pertolongan dengan sebelah tangannya naik di permukaan.


Orang-orang yang mendengarkan teriakan Amel pun segera berlari menuju kolam renang.


"Hana..." Amel terus berteriak memanggil nama Hana.

__ADS_1


Byur


Suara seseorang menyebur ke dalam kolam renang pun mengalihkan pandangan Amel. "Dika...!!" Pekik Amel melihat Dika kini tengah berenang ke arah Hana yang sudah hampir berada di tengah kolam. "Tolongin Hana!" Pekik Amel lagi sambil menangis.


Dika yang sudah berhasil menjangkau tubuh Hana pun segera membawa tubuh Hana ke pinggir kolam. Tanpa meminta pertolongan pada siapa pun, Dika pun dengan susah payah mengangkat tubuh Hana naik ke atas kolam.


"Di-dika..." Hana yang nampak ketakutan atas apa yang terjadi padanya pun langsung memeluk erat tubuh Dika. "A-aku takut..." lirihnya sambil menangis.


"Hana... kau baik-baik saja?" Tanya Amel yang sudah berada di dekat Hana sambil menangis.


"A-aku..." bukannya menjawab, Hana lebih memilih semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Dika.


Merasakan tubuh Hana yang bergetar ketakutan, Dika pun tanpa aba-aba menggendong tubuh basah Hana.


"Ikut aku!" Titah Dika pada Amel dengan tatapan dinginnya. Sebelum benar-benar pergi meninggalkan kolam renang, tatapan Dika pun tertuju pada seorang wanita yang kini nampak ketakutan sambil menatap ke arahnya.

__ADS_1


^^^^


Lanjut lagi kalau vote, komen dan likenya banyak deh😍


__ADS_2