Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Mengenang masa lalu


__ADS_3

Kenapa aku merasa jika kami saat ini tengah mengulang kisah masa lalu? Batin Hana saat motor tengah melaju di jalan raya. Dengan memberanikan dirinya Hana melingkarkan kedua tangannya di pinggang Dika lalu menjatuhkan wajahnya di pundak Dika.


Di luar dugaanya, bukannya menolak Dika justru mempererat pelukan tangannya hingga bersatu di perutnya. Bibir Hana melengkung sempurna. Hana memejamkan kedua matanya menikmati aroma tubuh Dika yang sangat disukainya terbawa oleh angin.


Tuhan... izinkan aku bisa selalu memeluknya seperti ini walau Dika masih membenciku. Batin Hana merasa haru. Tanpa sadar satu tetes air mata jatuh di pipinya. Hana begitu hanyut dalam bayangan masa lalunya dengan Dika yang kini terulang kembali walau dalam kondisi hati yang berbeda.


Sepuluh menit berlalu motor Dika terus melaju memutari jalan raya. Hana tidak begitu menikmati pemandangan jalanan yang mereka lewati. Ia lebih memilih menikmati aroma tubuh Dika yang selalu dirindukannya.


Tanpa terasa motor Dika telah berhenti di salah satu restoran yang cukup besar. "Apa kau tidak ingin turun?" Tanya Dika sambil memutar wajahnya ke belakang hingga ia dapat melihat wajah Hana.


Hana perlahan membuka kedua kelopak matanya. Jantungnya berdetak begitu cepat saat melihat wajah Dika yang begitu dekat dengan wajahnya.


"Me-mangnya kita sudah berada dimana?" Tanya Hana tergagap.


Dika kembali memutar kepalanya ke depan dan membiarkan Hana memperhatikan kesekitarnya.


"Restoran?" Gumamnya. Hana pun seketika melepaskan tangannya di pinggang Dika. "Maaf..." lirih Hana.


"Turunlah." Titah Dika tanpa membalas ucapan Hana.

__ADS_1


Hana menurutinya. Lalu Dika pun turut turun dari atas motor.


"Kita mau makan siang di sini?" Tanya Hana.


Dika mengangguk. Sebelah tangannya terayun mengambil tangan Hana lalu menggenggamnya. Hana dibuat terkejut. Namun bibirnya dibuat melengkung mendapat perlakuan dari Dika.


Mereka pun berjalan memasuki restoran sambil bergandengan tangan. Suasana restoran yang cukup ramai siang itu membuat Hana dan Dika kesulitan untuk mendapatkan tempat duduk. Untung saja seorang pelayan datang menuntun mereka duduk di kursi yang masih kosong berada di samping restoran.


"Kau ingin makan apa?" Tanya Dika sambil melihat menu makanan.


"Samakan saja denganmu." Balas Hana.


"Kenapa kau memesan banyak sekali makanan?" Tanya Hana saat pelayan telah pergi meninggalkan mereka.


"Karena kau membutuhkannya." Balas Dika singkat.


"Aku?" Hana menunjuk wajahnya. "Aku tidak mungkin menghabiskan makanan sebanyak itu." Lanjutnya kemudian.


Dika hanya diam lalu fokus memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Terserah kau saja." Ucap Hana pelan lalu turut memainkan ponselnya.


Saat pesanan makanan Dika datang, Hana meneguk salivanya susah payah melihat banyaknya makanan yang terlihat menggiurkan di lidahnya. Tatapannya tidak beralih dari makanan yang terhidang di atas meja hingga pelayan pergi meninggalkn meja mereka.


"Makanlah." Ucap Dika.


Hana tersadar dari lamunanya. Kepalanya pun mengangguk mengiyakan ucapan Dika. Dengan ragu ia mengambil satu persatu lauk yang membuat seleranya naik hingga tanpa sadar telah memenuhi piringnya.


"Emh... aku rasa ini terlalu kebanyakan." Ucap Hana pelan.


"Makanlah dan jangan bersandiwara." Ucap Dika. Nada suaranya terdengar tengah meledeknya.


Hana tidak menghiraukan lagi rasa malunya. Segera ia memakan makanan yang ada di piringnya. Dan dugaannya benar. Makanan yang dihidangkan di depannya saat ini benar-benar enak hingga ia tidak bisa menghentikan suapan di mulutnya.


"Makanlah dengan banyak karena nanti malam kau harus membayar ini semua." Ucap Dika tiba-tiba.


***


Lanjut? Ayuk berikan dukungannya dulu dengan cara vote, gift komen dan likenya ya🌹

__ADS_1


Jangan lupa follow IG SHy ya : @shy1210_


__ADS_2