Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Bukan hanya kau yang terluka


__ADS_3

Dika terdiam dengan wajah begitu terkejut setelah mendengarkan penjelasan Hana yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. "Kenapa kau tidak menceritakan permasalahanmu kepadaku dan lebih memilih mendengarkan ucapan orang lain?" Tanya Dika.


Hana menarik nafas berat. "Aku tidak ingin karena permasalahan keluargaku waktu itu membuatmu kefikiran dan menghambat niatmu yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri. Lagi pula aku tidak sepercaya diri itu untuk mengungkapkan permasalahan keluargaku. Sama sepertimu yang tidak pernah menceritakan siapa keluargamu sebenarnya." Ucap Hana dengan tersenyum miris.


Dika tertegun. Ia tatap wajah Hana yang terlihat sendu serta menahan air mata saat ini. "Kau tahu alasan apa yang membuatku tidak ingin menceritakan siapa keluargaku yang sebenarnya?" Tanya Dika.


Hana menggeleng.


"Hal seperti ini lah yang aku takutkan. Kau merasa kecil berada di sisiku saat kau sudah mengetahuinya." Ucap Dika dengan tegas.


"Kau benar. Aku benar-benar merasa kecil berada di sampingmu waktu itu. Aku merasa tidak pantas menjadi kekasihmu bahkan menjadi istrimu saat ini. Aku sadar diri siapa aku dan history keluargaku dan siapa dirimu."


"Apa kau berpikir jika keluargaku akan malu jika kau menjadi istriku?" Tebak Dika yang sudah mengetahui bagaimana jalan pemikiran Hana.


Hana mengangguk.

__ADS_1


Hembusan nafas Dika terdengar kasar. "Apa saja yang Liza katakan kepadamu?" Tanya Dika.


Hana diam dengan kepala tertunduk. Melihat itu Dika sudah dapat menebak salah satu alasan tidak percaya diri Hana dilibatkan oleh ucapan Liza.


"Kenapa kau selalu mengambil kesimpulan tanpa mencari kebenarannya lebih dulu? Apa kau pikir dengan kau berpura-pura selingkuh akan membuatku bisa melepaskanmu dari ingatanku begitu saja? Apa kau pikir begitu mudah bagiku menghilangkan rasa sakitku akibat pengkhianatanmu waktu itu?" Tanya Dika dengan tatapan tajam. "Coba katakan apa yang ada di pikiranmu hingga kau bersikap bodoh seperti itu? Kenapa selama ini begitu sulit bagimu untuk percaya padaku, Hana?" Cecar Dika.


"Aku melakukannya karena aku ingin kau melupakan aku. Aku ingin kau bisa fokus melanjutkan pendidikanmu tanpa terhalang dengan permasalan keluargaku yang hancur. Aku benar-benar merasa tidak pantas berada di sisimu karena pada akhirnya aku hanya akan menjadi aib untuk keluargamu kelak. Namun harus kau ketahui, aku sungguh terluka dengan kepura-puraan ini." Jawab Hana dengan berderai air mata.


"Tapi apa yang kau inginkan tidak sepenuhnya menjadi kenyataan, Hana!" Ucap Dika sedikit keras. Dika pun bangkit dari duduknya setelah melepaskan tatapannya dari mata Hana.


"Lepaskan aku! Dan berfikirlah apa yang aku alami selama ini setelah pengkhianatanmu waktu itu. Di sini bukan hanya kau yang terluka karena perpisahan kita. Dan harus kau ingat, saat ini aku benar-benar kecewa kepadamu! Lanjutkanlah pemikiranmu yang begitu mudah termakan ucapan orang lain tanpa mempercayai jika aku benar-benar mencintaimu dan akan memperjuangkanmu untuk hidup dan matiku." Ucap Dika lalu melepaskan dengan kasar tangan Hana.


"Dika tunggu...!!" Hana berupaya menghentikan langkah Dika namun Dika semakin mempercepat langkahnya hingga keluar dari dalam kamar.


William dan Gerry yang sejak tadi menunggu di luar kamar nampak terkejut melihat Dika keluar dari dalam kamar dengan wajah tidak bersahabat.

__ADS_1


"Dika, kau ingin kemana?" Tanya Gerry menahan pergelangan tangan Dika.


"Jangan menghalangiku!" Bentak Dika lalu menghempaskan kasar tangan Gerry.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2