
"Hana tunggu..." Sebuah tangan yang tiba-tiba mencekal lengannya membuat langkah Hana terhenti.
"Kak Arka, ada apa?" Tanya Hana dengan kening mengkerut menatap pada pria yang menghentikan langkahnya.
"Bisakah kita berbicara di taman sebentar saja? Ada sedikit hal yang ingin aku tanyakan kepadamu." Tawar Arka.
Hana terdiam beberapa saat dan berpikir. "Baiklah, ayo." Balas Hana kemudian.
Arka tersenyum lalu berjalan lebih dulu menuju taman yang berada di samping rumah sakit diikuti Hana. Saat sudah berada di taman, Arka dan Hana memilih duduk di salah satu kursi yang berada di pinggir taman.
"Jadi apa yang ingin Kakak bicarakan kepadaku?" Tanya Hana.
Arka menghela nafas sesaat lalu menatap pada Hana. "Tadi pagi aku melihatmu datang ke rumah sakit diantar oleh Dokter Dika." Ucap Arka.
Hana sedikit terkejut mendengarnya. Namun apa yang dikatakan Arka cukup wajar karena mungkin saja Arka melihatnya saat turun dari dalam mobil Dika. Terlebih mobil Dika sangat mudah untuk dikenali siapa pemiliknya.
"Kakak benar. Aku datang ke rumah sakit diantar oleh Dokter Dika." Balas Hana jujur dengan tersenyum. Menurutnya membohongi Arka tidak ada gunanya karena pria itu pasti mengetahui kebohongannya.
__ADS_1
Arka sedikit terkejut mendengar pengakuan dari Hana. Namun ia dengan cepat merubah ekspresi wajahnya.
"Bagaimana bisa kau berangkat bekerja bersamanya, Hana?" Tanya Arka.
"Itu karena..." Hana menjeda ucapannya. Menatap sesaat pada langit yang cukup cerah pagi itu kemudian kembali menatap pada Arka.
"Kau tahu jelas bukan jika Dokter Arka sudah menikah?" Tanya Arka lagi.
Hana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Lalu bagaimana bisa kau pergi dengannya, Hana? Apa kau tidak takut kebersamaan kalian nantinya akan membuat berita yang tidak baik? Apa kau tidak takut jika istri Dika datang dan menuduhmu yang tidak-tidak?" Arka menunjukkan wajah cemasnya pada Hana.
"Tapi kenapa Hana?" Arka menggeleng tak percaya.
"Karena aku adalah istri dari Dokter Dika." Ucap Hana dengan jujur.
"Apa?" Arka terbelalak. "Kau jangan bercanda, Hana?" Arka sedikit mengguncang bahu Hana dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Aku tidak bercanda, Kak. Dika adalah suamiku dan aku adalah istrinya." Hana mengangkat cincin yang tersemat di jari manisnya pada Arka dan memperlihatkan bagian dalam cincin yang bertuliskan nama Dika.
Arka semakin dibuat terkejut melihatnya. Hanya ekspresi terkejut dan tak percaya yang ia perlihatkan tanpa ada ekspresi lainnya. Karena baik Arka mau pun Hana benar-benar berteman tanpa melibatkan hati di dalamnya.
"Oh astaga..." Arka menggelengkan kepalanya. "Aku tidak menyangka kau adalah istri dari Dokter dingin itu." Ucap Arka keceplosan.
Hana tertawa karenanya. "Aku juga tidak percaya pada awalnya, Kak." Balas Hana dengan tersenyum miris di akhir ucapannya.
"Bagaimana bisa kau menikah dengannya, Hana? Bukankah selama ini aku lihat kau dan dia tidak memiliki kedekatan sama sekali?" Tanya Arka.
Hana mengangkat kedua bahunya seraya tersenyum. "Cukup panjang jika dijelaskan. Namun satu yang pasti saat ini aku dan Dika menjalani pernikahan kami sesuai jalan takdir kami masing-masing." Balas Hana.
"Jadi bagaimana dengan pria yang sangat kau cintai itu? Apa kau mau melepaskan cintamu begitu saja?" Tanya Arka.
"Aku tidak melepaskannya. Karena aku sudah kembali kepadanya." Balas Hana
***
__ADS_1
Lanjut? berikan vote, like dan komennya dulu yuk☺️
Jangan lupa follow IG SHy ya : @shy1210_ untuk mengetahui jadwal update☺️