
"Karena aku akan banyak melakukan pekerjaan di luar kota dan Mama menyarankan agar kau tinggal di sini." Balas Dika.
"Tapi... aku ingin tinggal di rumahmu saja." Ungkap Hana dengan hati-hati. Jujur saja saat ini ia masih merasa takut hidup berdampingan dengan mertuanya mengingat status mereka yang jauh berbeda. Dan bisa saja nantinya jika tidak ada Dika Mama Puspa berprilaku menjadi mertua yang kejam seperti kebanyakan novel yang sudah ia baca.
"Kedua orang tuaku tidak akan bersikap buruk padamu jika kau tinggal di sini. Mereka hanya mencemaskanmu jika kau tinggal sendiri di rumah kita." Tekan Dika.
Bagaimana dia seolah tahu isi pemikiranku? Tanya Hana dalam hati.
"Baiklah. Aku akan tinggal di sini." Putus Hana.
Dika tak lagi menanggapi ucapan Hana. Setelah meletakkan ponsel di atas nakas, Dika pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Semoga saja ketakutanku tidak akan menjadi kenyataan. Aku tahu Mama Puspa wanita yang baik. Namun aku tidak menjamin kebaikannya jika ia telah mendengar cerita hidupku dari Liza. Hana menghembuskan nafasnya dengan perlahan agar tidak terdengar oleh Dika.
__ADS_1
Terlalu larut dalam pemikirannya membuat Hana tidak sadar jika Dika sudah terlelap dalam tidurnya. Hana sedikit memiringkan tubuhnya agar ia dapat melihat wajah Dika yang damai dalam tidurnya.
"Dika... maafkan keputusanku saat itu yang telah menyakiti hatimu. Namun sungguh aku tidak pernah ingin berniat menyakitimu." Lirih Hana dengan mata berkaca-kaca. Hana menarik nafas panjang. Ia kembali mencoba menormalkan kondisi hatinya agar tidak larut terbawa perasaan. Hana membalikkan posisinya hingga kini ia berbaring membelakangi Dika. "Selamat tidur kekasih hatiku." Gumamnya lalu mencoba memejamkan kedua matanya.
*
Hana terbangun dari tidurnya saat matahari sudah hampir terbenam di ufuk barat. Efek tubuhnya yang terlalu lelah bekerja dan mendapatkan kesempatan untuk tidur siang membuatnya terlalu nyaman dalam tidurnya hingga kesulitan untuk bangun.
"Dimana Dika?" Gumam Hana dengan suara serak. Hana mengucek kedua matanya lalu menurunkan kedua kakinya di atas lantai. Pandangannya mengedar mencari keberadaan Dika di dalam kamar namun ia tidak menemukannya. "Mungkin Dika ada di luar." Tebak Hana. Ia pun bangkit dari sisi ranjang lalu berjalan ke arah lemari.
*
Hana terlihat menuruni anak tangga satu persatu hingga sampai di lantai bawah. Keningnya mulai berkerut saat matanya menangkap sosok wanita yang belum juga pergi meninggalkan rumah mertuanya.
__ADS_1
Kenapa dia masih ada di sini? Hana terus berjalan menghampiri Mama Puspa dan Liza yang tengah berbincang di dekat meja makan.
"Mama..." Hana melangkah lebih dekat kepada Mama Puspa. Mendengar suara lembut Hana, Mama Puspa pun menolehkan wajahnya kepada Hana.
"Hana, kau sudah bangun?" Tanya Mama Puspa sambil tersenyum.
Hana mengangguk dengan wajah tak enak hati.
"Hana, Mama senang karena kau dan Dika akan tinggal di sini. Dengan begitu rumah ini akan terasa ramai dengan kehadiranmu dan Liza." Ucap Mama Puspa.
"Maksud Mama?" Wajah Hana nampak bingung.
"Maksud Tante Puspa, aku juga akan tinggal di rumah ini bersama Papa dan Mamaku juga." Timpal Liza dengan tersenyum miring.
__ADS_1
***
Lanjut? Jangan lupa berikan dukungan dalam bentuk vote, gift, like dan komennya dulu ya😊