Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Kau tidak pernah berubah


__ADS_3

"A-aku takut." Lirih Hana di dalam dekapan Dika.


Dika melerai pelukannnya lalu membantu Hana untuk berdiri. Suara guruh pun kembali terdengar. Hana buru-buru menghamburkan tubuhnya ke dalam dekapan Dika.


"Tenanglah." Dika mengelus rambut Hana guna menenangkannya. Merasa Hana sudah sedikit tenang, Dika menuntun Hana mendekat ke arah ranjang menggunakan penerangan flash ponselnya. Lalu membaringkan tubuh Hana di atas ranjang.


"Kau ingin kemana?" Suara Hana terdengar gagap saat Dika menjauhkan tubuhnya darinya.


"Aku akan berbaring di sampingmu." Balas Dika lalu melangkah ke sisi ranjang yang kosong untuk naik ke atas ranjang.


"Di-dika..." Hana kembali memeluk erat tubuh Dika yang sudah berbaring di sampingnya lalu menangis tersedu-sedu untuk menumpahkan rasa takutnya sejak tadi.

__ADS_1


Dika pun membiarkan Hana memeluk erat tubuhnya. Ia hanya bisa menenangkan istrinya itu dengan mengelus punggungnya. Dika sangat paham rasa ketakutan istrinya saat ini mengingat kejadian seperti ini juga pernah terjadi saat mereka kuliah dulu.


Cukup lama Hana menangis di dalam pelukan Dika. Tangisan Hana pun perlahan surut saat kedua mata wanita itu perlahan tertutup. Dika menghela nafas panjang. Akhirnya istrinya itu terlelap juga hingga bisa melupakan rasa takutnya barang sebentar saja. Walau tubuhnya sudah sangat lelah seharian bekerja dan ingin tidur, namun Dika mengurungkannya dan lebih memilih menjaga istrinya.


Tak lama setelah Hana terlelap, lampu rumah pun menyala. Dika menatap ke sekelilingnya yang sudah kembali terang. Pandangannya pun beralih pada wajah Hana yang kini berada tepat di dada bidangnya. Wajah istrinya itu terlihat sembab sebab terlalu lama menangis.


"Di usiamu yang sekarang kau masih saja penakut dengan gelap seperti dulu." Dika menggelengkan kepalanya perlahan melihat sikap penakut istrinya. Dengan susah payah ia merogoh ponsel di saku celananya lalu mengirim pesan pada Mamanya jika Hana telah ditemukan dan memberi tahu jika ia dan Hana akan tidur di rumahnya malam ini.


*


Mentari pagi pun mulai menyambut. Suara kicauan burung yang terdengar saling bersahutan membuat kebisingan dari luar rumah. Suara kebisingan itu pun membuat tidur Dika teganggu. Dika terbangun dengan sedikit meringis saat merasa keram pada sebelah tangan kanannya yang ia gunakan untuk menyangga kepala Hana.

__ADS_1


Dika menatap wajah wanita yang sejak kemarin malam terlelap di dalam pelukannya dengan nyaman. Wanita itu terlihat belum menunjukkan tanda-tanda ingin bangun walau hari sudah menunjukkan pukul enam pagi.


"Dia tertidur lelap sekali." Gumam Dika. Ia pun dengan hati-hati melepaskan tangannya dari kepala Hana karena ingin turun dari ranjang untuk membersihkan tubuhnya mengingat pagi ini ia harus berangkat bekerja. Pergerakan Dika pun tanpa sadar membuat Hana terbangun dari tidurnya.


"Di-dika..." kedua mata Hana membola merasa terkejut melihat wajah Dika yang sangat dekat dengan wajahnya.


"Kau sudah bangun?" Tanya Dika dengan wajah datarnya. Dika pun duduk menyandarkan tubuhnya di sandaran divan lalu meregangkan tangannya yang terasa keram.


***


Jangan lupa berikan dukungan dalam bentuk vote, gift, like dan komennya dulu ya😊

__ADS_1


__ADS_2