Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Detik-detik terakhir


__ADS_3

"Mama pergilah. Sopir sudah menunggu." Ucap Hana tanpa menjawab ucapan Mama Rita.


Mama Rita menatap dalam kedua bola mata Hana lalu mengecup singkat kening Hana. "Mama pergi dulu." Pamitnya.


Hana mengangguk seray tersenyum. "Hati-hati di jalan, Ma." Ucap Hana.


"Ya. Jika kau berubah pikiran Mama bisa berputar balik." Ucap Mama Rita.


Hana mengelus lengan Mama Rita. "Hana menunggu Mama pulang." Ucap Hana seolah menolak ucapan Mama Rita.


Mama Rita hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan Hana. Setelahnya Mama Rita pun berjalan ke arah mobil lalu masuk ke dalam mobil. "Hana... maafkan Mama yang turut andil membuatmu begitu terluka dengan sikap Papamu di masa lalu." Gumam Mama Rita sambil menatap Hana yang kini tengah menatapnya dengan tatapan kosong.


"Ayo jalan, Pak." Ucap Mama Rita saat sopir sudah masuk ke dalam mobil.


"Baik, Nyonya." Balas sopir patuh lalu mulai melajukan mobil meninggalkan perkarangan rumah Hana dan Dika.


Hana tak berpindah dari posisinya dan lebih memilih menatap mobil yang membawa mamanya perlahan hilang dari pandangannya. "Maafkan Hana, Ma. Luka itu masih basah walau waktu sudah semakin jauh melewati hari-hari kelam itu." Gumam Hana. Tanpa sadar satu tetes air mata pun jatuh membasahi kedua pipi Hana.

__ADS_1


"Mommy... hua..." suara tangisan Alana yang terdengar cukup keras menghentikan lamunan Hana.


"Mereka pasti bertengkar lagi." Ucap Hana lalu segera masuk ke dalam rumah.


*


Mobil yang membawa Mama Rita sudah berhenti tepat di depan rumah sakit. Mama Rita nampak turun dari dalam mobil setelah mengucapkan terimakasih pada sopir pribadi Dika yang telah mengantarkannya. Baru saja pandangannya tertuju pada pintu rumah sakit, Mama Rita sudah dikejutkan dengan kehadiran Dika di sana.


"Mamah, Mamah sudah datang?" Tanya Dika lalu berjalan mendekat pada Mama Rita.


Mama Rita tak menjawab pertanyaan Dika dan lebih memilih menatap intens wajah Dika yang nampak tegang. "Dika? Ada apa?" Tanya Mama Rita seolah dapat menangkap ada yang tidak beres dari ekspresi yang Dika tunjukkan.


Dika mengalihkan pandangan pada Gerry lalu mengangguk sebagai jawaban. "Maaf jika Dika lancang, Ma. Tapi bisakah Mama segera ikut Dika untuk melihat keadaan Papa." Ucap Dika merasa sungkan karena belum menjawab pertanyaan Mama Rita.


"Baiklah. Ayo." Balas Mama Rita yang turut penasaran dengan apa yang terjadi.


Dika mengangguk lalu berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah sakit diikuti Gerry dan Mama Rita.

__ADS_1


Saat sudah berada di depan ruangan ICU mantan suaminya jantung Mama Rita dibuat berdetak begitu cepat saat indera pendengarannya dapat menangkap suara tangisan yang terdengar cukup keras dari dalam ruangan.


"Mamah, ayo." Ajak Dika yang menyadari langkah Mama Rita terhenti.


Mama Rita mengangguk ragu lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangan.


Deg


Baru saja satu langkah kakinya masuk ke dalam ruangan, jantung Mama Rita seakan berhenti berdetak saat melihat pria yang masih dicintainya sudah membuka mata namun dengan kondisi tubuh yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Mamah, ayo temui Papa." Ucap Dika dengan tatapan penuh arti.


"Di-dika..." Ucap Mama Rita terbata menyadari ada yang tidak beres dengan kondisi mantan suaminya saat ini.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.

__ADS_1


Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah PerpisahanšŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2