
Hana nampak senyum-senyum sendiri di depan rumahnya pagi itu setelah mendapatkan pesan dari Dika yang memintanya untuk hati-hati dalam berkendara menuju kampus.
"Apa ini yang dinamakan sepasang kekasih sungguhan? Memberi perhatian satu sama lain." Hana tak dapat menyurutkan senyumannya. Pagi ini untuk pertaman kalinya Dika mengucapkan selamat pagi padanya yang membuat mood paginya semakin baik.
"Sudah diucapkan selamat pagi, diucapkan hati-hati di jalan. Ugh, senangnya." Hana mencubit pipinya sendiri merasa gemas. Setelah cukup berbalas pesan dengan Dika, Hana segera melajukan motornya munuju kampus.
"Maaf, Dika. Kali ini aku tetap harus ngebut karena aku sudah terlambat!" Seru Hana lalu menambah kecepatan motornya.
Setelah berhasil menaklukkan kemacetan pagi itu hingga sampai di kampusnya, Hana pun turun dari motornya. Pandangan Hana jatuh pada sosok Dika yang kini tengah berjalan di koridor kampus. Hana buru-buru melepas helm di kepalanya.
Langkah kaki Hana yang semula berjalan cepat, kini melambat. Kedua tangannya mulai terkepal melihat Liza yang tengah menghentikan langkah Dika di depan kelas mereka.
Hana berdiam diri di tempatnya namun tak melepas pandangannya dari Dika yang kini tengah membalas ucapan Liza. Dari jarak yang cukup jauh seperti ini, Hana tak dapat mendengarkan percakapan mereka. Apa lagi kini Dika berdiri membelakanginya hingga Hana tak dapat melihat dengan jelas ekspresi kekasih satu harinya itu.
Cukup lama Hana memperhatikan Liza terus bicara dengan Dika hingga ia mulai merasa jengah. Hana melangkah mendekat ke arah Dika hingga Liza menatap ke arahnya.
"Sayang... ayo masuk ke kelas. Kau menghalangi jalan teman-teman kita yang ingin masuk ke dalam kelas." Ucap Hana tersenyum manis pada Dika dan mengabaikan tatapan tak suka Liza padanya.
__ADS_1
"Lagi pula kenapa kau berbicara pada dedemit si pengganggu sih!" Nada suara Hana terdengar sebal. Mewakili isi hatinya saat ini.
"Siapa yang kau bilang dedemit?" Cetus Liza yang dapat mendengar dengan jelas ucapan Hana.
Hana mengangkat kedua bahunya acuh. "Sayangku... ayo masuk!" Ajak Hana lau menarik tangan Dika masuk ke dalam kelas mereka.
Dika menatap Hana dengan datar. Ia dapat melihat jika Hana tak suka dengan interaksinya dan Liza baru saja.
"Kau cemburu?" Tanya Dika setelah menjatuhkan bokongnya di samping Hana.
"Tidak. Untuk apa aku cemburu pada wanita seperti dia." Dusta Hana.
"Aku suka melihatmu cemburu seperti ini." Ucap Dika.
Hana menolehkan wajahnya pada Dika. "Sudah aku katakan aku tidak cemburu!" Cetusnya. Bibirnya nampak maju beberapa centi.
"Kau ingin menggodaku?" Tanya Dika memperhatikan bibir Hana yang maju.
__ADS_1
"Siapa yang ingin menggodamu?" Kening Hana mengkerut. Ia tidak sadar jika bibirnya yang maju saat ini membuat iman Dika goyah.
"Perbaiki bibirmu dan pergilah ke kursi kuliahmu." Titah Dika.
Hana menggeleng cepat. "Pagi ini aku ingin duduk di sampingmu saja." Balasnya lalu menyandarkan wajahnya di lengan Dika.
Tangan Dika terulur mengelus rambut Hana. "Apa nanti malam kau ada waktu senggang?" Tanya Dika.
"Ada. Aku tidak melakukan apapun nanti malam. Ada apa?"
"Nanti malam aku ingin mengajakmu pergi." Balas Dika.
"Pergi? Apa kau ingin mengajakku berkencan." Kedua mata Hana berbinar.
Kening Dika mengkerut. "Berkencan?" Ulangnya yang diangguki Hana. "Aku ingin mengajakmu pergi membelikan makanan untuk Comel." Ucap Dika dan berhasil membuat senyuman di wajah Hana luntur begitu saja.
***
__ADS_1
Lanjut lagi? Kencengin vote, gift, like dan komennya dulu yuk untuk mendukung karya SHy🥰