
Rachel mengangguk mengiyakan ucapan Rey. Yura pun mengajak Rachel untuk masuk ke dalam mobilnya setelah Rey kembali masuk ke dalam perkarangan sekolah.
"Yura maafkan sikap Kakakku." Ucap Rachel saat mobil mulai melaju meninggalkan sekolah.
Yura tersenyum seraya menunjukkan deretan giginya. "Tidak ada yang harus dimaafkan." Balasnya.
"Kakakku selalu saja seperti itu. Aku heran kenapa sikapnya bisa seperti itu sedangkan Papa dan Mama selalu bersikap hangat pada kami." Ucap Rachel merasa bingung.
Yura tertawa kecil mendengarnya. "Sudahlah tidak perlu banyak berpikir seperti itu. Kau terlihat jelek saat sedang berpikir." Seloroh Yura.
Wajah Rachel berubah masam mendengarkan ucapan Yura. "Enak saja. Wajahku ini selalu cantik dan tidak pernah jelek seperti yang kau katakan." Ucap Rachel.
Yura pun kembali tertawa diikuti Alula yang berada di sampingnya. Sementara di balik kemudi Rangga terlihat menggelengkan kepalanya melihat interaksi antara Yura dan Rachel yang berada di belakangnya. Mobil pun terus melaju dengan kecepatan sedang hingga akhirnya sampai di rumah Rangga dan Vara. Rangga pun terlihat turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk anak-anaknya dan Rachel.
"Apa Ayah ingin kembali ke perusahaan?" Tanya Yura setelah turun dari dalam mobil.
"Benar, Sayang. Ayah akan kembali ke perusahaan dan akan kembali lagi ke rumah sore nanti." Balas Rangga.
"Apa Ayah tidak menunggu Bunda kembali ke rumah lebih dulu?" Timpal Alula.
__ADS_1
Rangga menggeleng. "Ayah harus segera kembali karena ada pekerjaan yang harus segera Ayah kerjakan." Jelas Rangga.
Yura dan Alula mengangguk paham dan membiarkan Rangga kembali ke perusahaan setelah pelayan datang membawa mereka masuk ke dalam rumah.
"Oh ya, Yura, dimana Kak Aidan?" Tanya Rachel karena tidak melihat keberadaan Aidan sejak tadi.
"Kak Aidan ada di rumah Nenek bersama dengan Bunda." Balas Yura.
"Apa tadi Kak Aidan tidak sekolah?" Tanya Rachel.
"Sekolah. Kak Aidan pulang diantarkan Om Jo ke rumah Nenek." Balas Yura.
"Ayo kemarikan sepatumu. Aku akan meletakkannya di rak sepatu." Ucap Yura setelah Rachel melepas sepatu yang melekat di kakinya.
Rachel tersenyum dan dengan polosnya memberikan sepatu miliknya ke tangan Yura.
"Yura kemarilah." Rachel mengayunkan tangannya pada Yura agar mendekat padanya.
"Ada apa?" Tanya Yura.
__ADS_1
"Bagaimana kalau malam ini kau menginap di rumahku saja?" Tanya Rachel.
"Menginap di rumahmu? Kenapa aku harus menginap di rumahmu?" Tanya Yura dengan wajah bingung.
"Karena besok tidak sekolah dan aku ingin mengajakmu bermain boneka di dalam kamarku." Jawab Rachel.
Yura nampak berpikir beberapa saat.
"Ayolah... aku ingin kau menemaniku tidur malam ini dan bermain bersamaku besok harinya." Pinta Rachel dengan mata berkedip-kedip.
"Baiklah... tapi aku harus meminta izin pada Bunda lebih dulu. Aku takut jika Alula akan meminta ikut jika aku menginap di rumahmu." Ucap Yura.
"Kalau Alula ingin ikut bawa saja dia." Balas Rachel dengan enteng.
Yura mendengus lalu memukul pelan lengan Rachel. "Tidak semudah yang kau pikirkan. Adikku itu sungguh rewel jika keinginannya tidak dituruti. Lagi pula Bunda pasti berat melepaskan untuk pergi karena dia masih kecil." Ucap Yura.
"Ya, ya, terserah kau saja. Tapi aku rasa Bunda pasti mengizinkanmu pergi bersamaku. Lagi pula kau senang bukan jika menginap di rumahku karena akan bertemu dengan Kak Rey?"
***
__ADS_1