Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Keinginan anak kita


__ADS_3

"Baiklah. Kau tenang saja. Aku akan membuatkannya untuk Hana." Balas Kyara dengan tersenyum.


Dika menghembuskan nafas lega. "Terimakasih, Kya."


"Sama-sama. Tapi sebelumnya aku ingin melihat Rey dan Rachel dulu di dalam kamar mereka." Ucap Kyara.


"Sayang... tapi kau belum meminta izin padaku menerima permintaan Dika." Timpal Gerry yang kini sudah duduk di samping Kyara.


Kyara menepuk lengan Gerry pelan. "Jangan berbicara seperti itu. Kau membuat wajah Hana kembali tak bersemangat." Ucap Kyara.


Gerry menggaruk keningnya yang tak gatal saat melihat ekspresi Hana yang kini kembali berubah layu dan ekspresi Dika yang nampak tak bersahabat kepadanya. "Ehm, sepertinya lebih baik kau segera melihat Rey dan Rachel dan membuatkan sosis bakar untuk Hana." Ucap Gerry yang tidak ingin terkena amukan singa.


Kyara menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya lalu bangkit dari duduknya. "Aku pamit ke kamar dulu, Hana. Percayalah aku akan segera kembali dan membuatkan sosis bakar untukmu." Ucap Kyara.


"Terimakasih, Kya." Balas Hana dan Kyara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


*


Tiga puluh menit berlalu sejak Kyara kembali dari kamar Rey dan Rachel, kini sosis bakar dengan olesan saos dan mayones sudah tersaji di depan Hana. Hana menatap dengan lapar satu piring sosis bakar yang begitu menggugah seleranya.


"Sayang..." panggil Hana pada Dika yang hanya diam sambil menatapnya.

__ADS_1


"Ya? Apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Dika.


Hana mengangguk dengan cepat. "Aku membutuhkanmu untuk bersama menghabiskan sosis ini." Ucap Hana.


"Apa?" Kedua mata Dika membola. "Tidak mungkin, Sayang. Kau tahu dengan jelas aku tidak menyukai sosis." Tolak Dika.


Wajah Hana berubah cemberut. "Kau menolakku?" Tanyanya dengan lirih.


Dika menghela nafas panjang. "Bukan begitu..." mendekat ke arah Hana. "Aku tidak menyukainya dan tidak mungkin mau memakannya." Tutur Dika lembut.


"Tapi sosis ini sangat banyak dan tidak mungkin aku menghabiskannya sendiri." Ucap Hana dengan kepala tertunduk. "Kenapa kau tidak mau? Apa kau tahu jika ini adalah permintaan anak-anakmu." Lirih Hana kemudian.


"Tapi..." Dika menggaruk keningnya yang tak gatal.


"Sayang... waktu kau hamil Rachel, segala permintaanmu pasti aku kabulkan bukan?" Sindir Gerry sambil mengelus sayang rambut Kyara.


Kyara mengangguk tanpa bersuara karena saat ini ia tahu jika Gerry sengaja menggoda sahabatnya.


"Sungguh beruntung sekali jadi Kyara. Mendapatkan suami yang begitu menyayanginya dan menuruti segala keinginannya." Ucap Hana dengan pelan namun Dika masih dapat mendengarkannya.


"Sayang... kenapa tadi kau meminta Kyara membuatkan sosis bakar yang banyak untukmu jika kau tidak bisa menghabiskannya?" Tanya Dika yang merasa tidak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya.

__ADS_1


"Karena anak-anak kita ingin kau juga menghabiskan sosis ini bersamaku." Balas Hana dengan suara berubah ketus.


"Oh astaga..." Gerry menahan tawanya sekuat mungkin melihat ekspresi melongo Dika yang terlihat sungguh menggelikan di matanya setelah mendengar ucapan istrinya.


"Jika kau tidak mau tidak masalah. Aku akan menghabiskan sosis ini sampai kenyang dan muntah." Ucap Hana dengan nada sedikit mengancam.


"Tidak, tidak. Aku akan membantumu menghabiskannya." Balas Dika lalu buru-buru duduk di sebelah Hana.


Hana tersenyum mendengarnya. Segera ia ambil piring yang masih kosong lalu membagi dua sosis bakar di piringnya untuk Dika.


Rasakan itu kulkas... Sorak Gerry dalam hati.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2