
"Sayang kemarilah." Dika menarik tubuh polos Hana yang terbaring di sampingnya ke dalam dekapannya.
Hana tersenyum lalu menatap wajah tampan Dika dengan intens. Hembusan nafasnya terdengar tak beraturan setelah melewati percintaan mereka yang berlangsung cukup lama.
"Apa kau lelah, hm?" Tanya Dika sambil mengusap peluh yang membanjiri pelipis Hana.
Hana menggeleng. "Aku menyukainya." Ucapnya.
Dika melipat bibirnya. Melihat sikap Hana yang seperti ini membuatnya merasa gemas ingin menerkam istrinya kembali. "Kau menyukainya tapi kau juga lelah bukan?" Ucap Dika.
Hana kembali menggeleng. "Aku tidak lelah. Ini sungguh menyenangkan." Balas Hana jujur.
"Oh sayang..." merasa gemas dengan sikap mesum istrinya Dika pun mencium gemas pipi Hana. "Aku suka dengan sikapmu yang seperti saat ini." Ucap Dika lalu beralih mencium kening Hana.
"Aku juga sangat menyukainya. Kalau begitu bisakah kita melakukannya kembali?" Goda Hana.
Dika mencubit gemas hidung Hana. "Tidak untuk kali ini." Ucapnya lalu menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
"Dika, kau ingin apa?" Ucap Hana merasa terkejut saat Dika tiba-tiba mengangkat tubuhnya.
"Tentu saja membersihkan tubuhmu." Ucap Dika lalu dengan hati-hati turun dari ranjang sambil menggendong tubuh Hana.
__ADS_1
Hana tersenyum lalu mengeratkan pelukan tangannya di leher Dika. "Kau selalu saja membersihkan tubuhku setiap kita bercinta." Ucap Hana malu-malu.
"Agar kau kembali bersih setelah berbagi keringat denganku." Balas Dika asal lalu melangkah lebar masuk ke dalam kamar mandi.
"Dika..." Hana tersenyum malu-malu lalu menelusupkan wajahnya di dada bidang Dika.
*
"Jadi kau memindahtugaskan mereka ke rumah sakit baru yang ada di desa?" Wajah Hana begitu terkejut setelah mendengar ucapan langsung dari Dika yang mengatakan hukuman untuk Gia dan Yuni.
Dika mengangguk membenarkan. "Itu adalah hukuman yang setimpal bagi mereka dari pada aku mengeluarkan mereka dari rumah sakit ini." Balas Dika.
Hana menghembuskan nafas panjang. Ia sangat paham arti ucapan Dika saat ini. Karena setiap pegawai yang keluar dari rumah sakit milik Dika memiliki riwayat pekerjaan tidak baik maka akan kesulitan mendapat pekerjaan di rumah sakit yang baru.
"Aku hanya kasihan pada mereka. Pasti saat ini mereka merasa tertekan hidup di tempat tinggal baru yang sangat jauh fasilitas ya dengan fasilitas tempat tinggal mereka di kota ini." Ungkap Hana.
Dika mengusap rambut Hana yang tergerai. "Tidak perlu memikirkannya. Jika mereka sudah berubah aku akan menarik kembali mereka bekerja di sini." Ucap Dika.
"Benarkah?" Tanya Hana dengan wajah yang sudah kembali ceria.
Dika mengangguk seraya tersenyum. "Aku tahu beban hidup mereka akan bertambah jika jauh dari kelurga mereka. Tapi mereka juga harus menerima konsekuensi atas perilaku buruk mereka." Ucap Dika.
__ADS_1
Hana mengangguk paham lalu masuk ke dalam pelukan Dika. "Ayo kita pulang. Bukankah nanti malam kita ada pertemuan dengan Gerry dan William?" Ucap Hana.
Dika mengangguk membenarkan. "Bukan hanya Gerry dan William, tapi juga istri dan anak-anak mereka." Tambah Dika.
"Ya. Maksudku seperti itu." Balas Hana tersenyum.
Dika turut tersenyum. "Kau tahu apa yang akan mereka bahas nanti malam bukan?" Tanya Dika.
Hana mengangguk. "Ya, aku tahu. Rania ingin membahas masalah perjodohan dini anak-anak mereka bukan?"
***
Lanjut?
Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗
Like
Vote
Komen
__ADS_1
Hadiah
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.