Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Ada aku di sini


__ADS_3

"Dika, kau ingin kemana?" Mama Puspa menahan tangan Dika yang hendak berlalu dari hadapannya.


"Dika ingin mencari Hana, Ma." Jawab Dika dengan cepat.


"Kau ingin mencari Hana kemana?"


"Entahlah. Yang jelas Dika akan mencarinya sampai ketemu dan membawanya pulang."


Mama Puspa mengangguk paham. "Hati-hati di jalan dan segera kabari Mama jika Hana sudah ketemu." Ucap Mama Puspa.


Dika mengangguk. "Kalau begitu Dika pergi dulu." Ucapnya lalu melangkah lebar meninggalkan Mama Puspa.


"Tante... Dika mau kemana?" Tanya Sasa yang baru datang menghampiri Mama Puspa.


"Dika ingin mencari Hana." Balas Mama Puspa dengan wajah yang masih cemas.

__ADS_1


"Apa Hana belum juga pulang, Tante?" Liza memasang wajah pura-pura terkejut.


Mama Puspa mengangguk membenarkan. "Astaga anak itu... apa dia tidak ingat jika saat ini sudah bekeluarga hingga keluyuran tanpa kabar." Ucap Liza dengan pelan namun Mama Puspa masih dapat mendengarnya.


Mama Puspa hanya diam tidak menanggapi ucapan Liza. Ia pun kemudian berjalan ke arah ruang tengah kembali berniat menunggu kepulangan menantunya di sana.


"Sekalian saja kau tidak usah kembali selama-lamanya ke rumah ini dan hidup Dika." Gumam Liza memasang wajah geram mengingat wajah Hana.


*


Dika melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi tanpa memperdulikan kondisi cuaca yang saat ini tengah hujan lebat. Tangannya terlihat mencengkram erat kemudinya karena tak dapat menebak kemana istirnya itu pergi. Dika mencoba mencari keberadaan Hana di apartemennya lebih dulu. Mungkin saja istrinya itu ada di sana mengingat ia telah lama tidak kembali ke apartemennya.


Mobil Dika kembali melaju di jalan raya setelah meninggalkan apartemen Hana. Di tengah kekalutannya mencari keberadaan istrinya, tiba-tiba Dika teringat dengan keluhan Hana kemarin malam yang mengatakan jika pakaiannya sudah habis di dalam lemari pakaiannya.


Dika semakin menambah kecepatan mobilnya menuju ke satu tempat yang ia yakini menjadi tempat keberadaan istrinya saat ini. Setelah melewati dua puluh menit perjalan, mobilnya pun telah sampai di rumahnya.

__ADS_1


"Mati lampu?" Kening Dika mengkerut dalam melihat keadaan rumahnya yang gelap gulita.


Tak ingin terlalu lama berpikir, Dika segera melangkah memasuki rumah setelah membuka pintu dengan kunci rumah yang selalu ia bawa. Dika menggunakan flash ponselnya sebagai alat penerangannya berjalan menuju kamarnya di lantai dua.


Ceklek


Suara pintu kamar yang terbuka dari luar tak membuat Hana yang tengah duduk meringkuk itu mengalihkan pandangannya ke sumber suara.


Suara isak tangisan Hana terdengar cukup keras saat kakinya baru saja melangkah masuk ke dalam kamar membuat Dika meyakini jika tebakannya benar Hana ada di rumahnya. Dika segera mengarahkan flash ponselnya ke arah suara tangisannya Hana. Melihat sinar cahaya yang tertuju ke arahnya, Hana segera menolehkan kepalanya ke belakang. Betapa terkejutnya Hana saat melihat sosok Dika tengah berdiri tak jauh darinya.


"Di-dika..." ucap Hana dengan terbata. Suara tangisannya terdengar semakin keras.


Dika segera mendekat ke arah Hana lalu berjongkok menyakan tinggi mereka. Tanpa mengucapkan satu kata pun, Dika segera membawa tubuh Hana ke dalam pelukannya.


"Tenanglah, ada aku di sini." Ucap Dika sambil mengelus punggung Hana yang bergetar hebat.

__ADS_1


***


Jangan lupa berikan dukungan dalam bentuk vote, gift, like dan komennya dulu ya😊


__ADS_2