Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Kenapa kau begitu bodoh


__ADS_3

Di ruangan tamu apartemen Hana saat ini terdengar heboh dengan suara anak-anak Amel dan Anin yang sedang bermain bola bersama. Dari tempat duduknya, Hana, Amel dan Anin tak sedikit pun melunturkan senyuman mereka masing-masing melihat kelucuan Arfan dan Baim saat bermain bola.


"Hana, bagaimana kalau kita berbicara sebentar di balkon apartemenmu?" Tawar Amel setelah cukup lama mereka memperhatikan Arfan dan Baim bermain.


Hana menolehkan wajahnya pada Amel. "Tapi balkon apartemenku sangat kecil. Apa kau akan nyaman jika berada di sana." Balas Hana lalu mengarahkan pandangan pada balkon apartemennya.


"Tak masalah. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepadamu." Ucap Amel dengan wajah serius.


Hana dapat menangkap maksud ucapan Amel. Ia pun akhirnya mengangguk menyetujui lalu bangkit dari duduknya diikuti Amel dan Ani.


"Jadi hal penting apa yang ingin kau bicarakan kepadaku?" Tanya Hana setelah mereka duduk dengan nyaman di balkon apartemen.


"Hana, apa kau masih menganggapku dan Anin adalah sahabatmu?" tanya Amel.

__ADS_1


Kening Hana mengkerut. "Tentu saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Hana.


"Tentu saja aku bertanya seperti itu karena jika kau masih menganggap aku dan Anin adalah sahabatmu kau tidak akan menyembunyikan hal penting dalam hidupmu kepada kami." Terang Amel memasang wajah penuh kekecewaan.


"Amel..." Hana meraih tangan Amel dan menggenggamnya erat. "Maafkan aku." Lirihnya dengan tertunduk. Hana sudah dapat menangkap maksud ucapan Amel saat ini.


"Kenapa kau merahasiakan pernikahanmu pada kami, Hana? Bahkan kau tidak mengundang kami dalam acara penting yang terjadi hanya sekali dalam hidupmu." Timpal Anin yang tak kalah menunjukkan raut wajah kecewanya.


Hana mengalihkan tatapannya pada Anin lalu turut menggenggam tangan Anin erat. "Anin... maaf..." lirih Hana.


Hana menatap bergantian wajah Amel dan Anin yang kini tengah menatapnya menuntut penjelasan. Hana menghela nafas panjang lalu mulai menceritakan awal mula kejadian pertemuannya dan Dika hingga penjebakan di hotel itu terjadi.


"Jadi sampai saat ini kau belum tahu siapa yang telah menjebak kalian berdua?" Tanya Amel.

__ADS_1


Hana mengangguk. "Rekaman CCTV di lantai kamar hotel tempat aku menginap sudah dihapus oleh seseorang hingga kami tidak bisa mencari bukti siapa pelaku penjebakan itu."


"Dan sampai saat ini kau juga belum memberitahu Dika tentang apa yang terjadi sebenarnya waktu itu setelah kau dapat melihat langsung jika kedua orang tua Dika tidak seperti yang dedemit itu katakan?" Timpal Anin.


Lagi-lagi Hana mengangguk sebagai jawaban.


"Oh astaga Hana..." Amel dan Anin dibuat menggeleng.


"Aku tahu kau bukan wanita bodoh, Hana. Tapi kenapa saat ini kau begitu bodoh hingga tidak menyampaikan kebenaran ini pada Dika!" Cetus Amel. "Kau tahu bukan efek dari ketidakjujuranmu ini membuat Dika sampai saat ini berpikir jika kau bukanlah wanita baik-baik dan setia!" Tekan Amel kemudian.


"Aku tahu itu. Aku hanya takut Dika tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan. Namun setelah aku pikir-pikir aku akan mengatakan yang sejujurnya pada Dika dua minggu lagi tepat di hari ulang tahun Dika."


***

__ADS_1


Lanjut? Mana ini dukungan vote, komen, hadiah dan likenya🤗


Jangan lupa follow IG SHy ya : @shy1210_ untuk mengetahui informasi update☺️


__ADS_2