
"Ya. Tuan Rangga yang pernah menjadi rekan bisnisku saat di Amerika." Jelas Gerry.
Kyara nampak berpikir sebelum mengangguk paham. "Bukannya Tuan Rangga ada di negara A? Lantas bagaimana bisa dia ada di sini?" Tanya Kyara.
"Tuan Rangga memiliki urusan di sini dan akan kembali besok." Balas Gerry.
Kyara mengangguk saja dan tak lagi banyak bertanya. "Rey ayo duduk di samping Mama dan jangan lagi pergi kemana-mana." Perintah Kyara dengan tegas.
Rey mengangguk lalu melakukan apa yang diminta Kyara. Setelahnya Gerry dan William pun kembali duduk di posisi semula.
Dari kejauhan, Hana yang melihat interaksi semua sahabatnya pun meminta Dika untuk menghampiri meja mereka setelah memberikan Baby A pada Mama Puspa dan Mama Rita.
"Hana... Dika..." Rania yang lebih dulu melihat kedatangan Dika dan Hana pun tersenyum pada mereka.
"Maaf telah membuat kalian lama menunggu." Ucap Hana seraya tersenyum.
Rania ikut tersenyum begitu pun dengan Kyara. "Tak masalah. Kami paham kau tengah sibuk menjamu tamu." Balas Rania.
"Ayo duduk dulu." Ajak Kyara.
__ADS_1
Hana dan Dika mengangguk lalu duduk di kursi yang masih kosong.
"Kau mengundang Tuan Rangga datang ke acara ini?" Tanya Gerry pada Dika.
Dika menoleh pada Gerry yang kini sedang menatapnya. "Ya. Tadi malam saat aku mengetahui dia ada di negara ini aku langsung mengundangnya." Jawab Dika.
Gerry mengangguk paham. "Pantas saja. Aku cukup terkejut dia ada di sini."
"Tidak perlu terkejut. Rumahnya memang di sini dan wajar jika dia kembali." Ucap Dika.
Kepala Gerry mengangguk-angguk. Setelahnya Gerry pun terdiam memikirkan sesuatu yang entah apa itu.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Kyara menatap Gerry yang kini sedang fokus mengemudi.
"Tidak ada. Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Gerry kembali.
"Aku merasa sejak tadi kau sedang memikirkan sesuatu." Balas Kyara. Tangannya terus menepuk bokong Baby Rachel yang hampir tertidur di pangkuannya.
"Aku hanya memikirkan Tuan Rangga." Balas Gerry jujur.
__ADS_1
"Tuan Rangga? Kenapa kau memikirkannya?" Tanya Kyara bingung.
"Aku hanya kagum padanya. Di usianya yang masih muda dia sudah banyak memiliki keahlian di bidang bisnis dan lainnya." Jawab Gerry.
"Ya. Aku juga cukup menganguminya. Dia memang pria dingin tak tersentuh dan pekerja keras." Ucap Kyara yang cukup tahu siapa siapa Rangga dari berita di sosial media.
Pandangan Gerry berubah tajam pada Kyara. "Apa kau sedang memuji pria lain selain suamimu?" Tanya Gerry tak suka.
Kyara menghembuskan nafasnya saat merasa salah berbicara. Suaminya itu kini nampak menunjukkan sisi posesifnya. "Sehebat apa pun dia namun tetap kau yang terbaik." Ucap Kyara seraya tersenyum manis pada Gerry. Senyuman yang membuat raut tak suka di wajah Gerry seketika berubah menjadi senyuman penuh kemenangan.
Di kursi belakang Rey hanya diam sambil menatap interaksi kedua orang tuanya. Balita yang belum genap berusia empat tahun itu lebih memilih diam dengan wajah datarnya. Entah mengapa saat ini sikapanya lebih mirip dengan Dika dan Rangga yang dingin tak tersentuh. Berbeda jauh dengan Rachel yang sudah menunjukkan sikap cerianya sejak kecil.
"Kau lihat putra kita? Aku merasa dia bukan anakku jika diam seperti itu." Ucap Gerry yang berhasil mendapatkan pukulan cukup keras di lengannya oleh Kyara.
***
Siapa ini yang masih bingung Siapa itu Tuan Rangga? Ayo ditebakš
Jangan lupa berikan vote dan komennya ya untuk lanjut ke bab berikutnyaš¤
__ADS_1