Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Mereka akan datang


__ADS_3

Di tengah kebingungan Dika tentang permintaan Mamanya yang menurutnya menyiratkan sesuatu, di sebuah kamar yang berbeda Hana justru terlihat tengah berbincang dengan Kyara dan Rania di balkon kamar tamu setelah mereka menidurkan Baby Rey, Baby Rachel dan Baby Flo di box bayi mereka masing-masing.


"Jadi kau dan Dika sudah pernah melakukannya?" Seru Rania setelah Hana menceritakan sedikit kisah saat ia dan Dika bulan madu di Bali.


Hana mengangguk malu-malu.


"Oh astaga... aku sungguh tidak menyangka jika pada akhirnya Dika akan melakukannya." Rania bertepuk tangan sangking senangnya.


"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Hana dengan kening mengkerut.


"Karena dari yang aku dengar dari William kemarin Dika itu belum pernah menyentuhmu sama sekali sejak kalian menikah." Ucap Rania keceplosan.


"Apa? Bagaimana William bisa tahu?" Tanya Hana merasa terkejut.


Rania memukul mulutnya saat menyadari ia sudah membongkar rahasia yang diberikan suaminya.


"Rania..." Kyara menggelengkan kepalanya melihat Rania yang sudah keceplosan bicara.

__ADS_1


"Rania... ayo jawab." Ucap Hana penuh penekanan.


"Hana, kau tahu sendiri bukan jika suami kita itu adalah sahabat. Dan di dalam persahabatan mereka tidak ada sedikit pun yang bisa mereka rahasiakan termasuk masalah rumah tangga kalian." Jelas Rania.


"Jadi maksudmu Dika yang sudah menceritakan itu semua pada Gerry dan William?" tanya Hana.


Rania menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Hana menghela nafas panjang. Tidak ia sangka jika Dika bisa seterbuka itu pada William dan Gerry walau tanpa Hana tahu jika selama ini Dika selalu dipaksa untuk bercerita pada kedua sahabatnya itu.


"Hana... aku harap dengan kejadian ini kau dan Dika bisa segera menyusul kami untuk memiliki seorang bayi." Ucap Rania dengan tulus.


"Aku juga berharap kau dan Dika segera dikaruniai seorang anak yang bisa menjadi pengikat rumah tangga kalian dan membuat hubunganmu dan Dika semakin harmonis." Ucap Kyara penuh harap.


Hana tersenyum mendengarnya. "Semoga saja harapan kita terkabul." Balas Hana kemudian.


Percakapan di antara mereka pun terhenti saat mereka sudah menyadari jika jam sudah menunjukkan pukul satu malam dan sudah terlalu larut untuk mereka tidur.

__ADS_1


*


Keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali Hana sudah dikejutkan dengan isi pesan dari kedua sahabatnya Amel dan Anin yang mengatakan jika hari ini mereka akan kembali ke kota dan mengajaknya berkumpul bersama di apartemen milik Hana.


"Bagaimana ini?" Hana mengetuk jari telunjuknya di kening memikirkan cara agar Amel dan Anin tidak curiga jika ia sudah menikah. Ada perasaan bersalah yang memenuhi relung hatinya mengingat sampai saat ini ia belum memberitahu kedua sahabatnya jika ia sudah menikah.


Tak ingin larut dalam pemikirannya, Hana pun memilih untuk berpamitan lebih awal pada Kyara dan Gerry untuk pulang dan memikirkan cara untuk menyembunyikan pernikahannya saat di perjalanan ke apartemen.


"Ada apa denganmu?" Tanya Dika yang sejak tadi merasa bingung dengan gerak-gerik istrinya yang terlihat gelisah sejak berpamitan pada Kyara dan Gerry.


"Tolong antarkan aku ke apartemen milikku." Ucap Hana tanpa menjawab pertanyaan Dika.


"Kenapa aku harus mengantarkanmu ke apartemenmu?" Tanya Dika.


"Karena kedua sahabatku akan datang sebentar lagi ke kota ini." Terang Hana memasang wajah cemasnya.

__ADS_1


***


Jangan lupa berikan like, komen, vote dan hadiahnya untuk lanjut ke bab berikutnya ya.


__ADS_2