Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Salah paham


__ADS_3

,,


,


,


Matahari muncul menyinari sendu nya langit pagi.


"Uh.. Sudah pagi lagi." Membuka mata dan memegang lengan besar milik Gio.


"Ak_aku memeluk Mas Gio saat tidur. " Mendorong pelan lengan Gio, Gio terbangun dan mempererat pelukan nya pada Niken


"Mas, aku tak bisa bernapas." Ucap Niken beralasan.


"Aku tak membekap mulut dan hidung mu, mana mungkin kamu tak bisa bernapas, Sudah diam, biar aku peluk sebentar. " Ucap nya masih memejamkan mata.


'Jika seperti ini terus, bukan karena aku mati tak bisa bernapas mas, tapi jantung ku yang berdetak tak karuan ini, yang hampir keluar dari tempat nya.' Gumam Hati Niken


"Tidak biasanya kamu seperti ini, mas? " ucap Niken heran.


"Aku ingin kamu merasakan apa yang ku rasakan. " Gio menempelkan wajah Niken pada dada bidang nya


"Ma_maksud mas apa, Aku tak mengerti? " ucapnya bingung


"Dengarkan lah suara detak jantung ku, kau mendengarkannya tidak? " Ucap Gio


'Detak jantung nya begitu cepat dan suara nya keras, apa maksud nya ini, apakah mas Gio, ahh.. mana mungkin, aku bukan istri yang dia cintai, tak mungkin. Ia hanya mencintai kak Adelia, jika tidak kenapa ia masih peduli dengan kak Adelia, hingga menyuruh orang untuk mencari nya. ' batin Niken menatap wajah Gio yang matanya masih terpejam.


Niken mendorong keras tubuh Gio.


"Jika ini hanya untuk membuat ku berpikir yang tidak tidak, sebaik nya kau jangan memberi harapan mas. " Niken lalu beranjak dari tempat tidur meninggalkan Gio yang melongo tak percaya perlakuannya malah tambah membuat Niken tak suka.


Niken lalu mandi dan menyiapkan sarapan di bantu oleh pelayan.


Saat Niken akan memanggil Gio ke kamar, Niken mendengar percakapan Gio dengan anak buahnya.

__ADS_1


"Iya, belikan aku satu set bunga yang indah. Jangan lupa beri kartu ucapan juga, nanti kirim ke alamat yang aku kirimkan tadi. " Titah Gio pada anak buahnya lewat telpon.


"Baik, Bos. " Ucap Rega dari seberang sana.


Niken mendengar nya tak percaya , Niken berpikir bahwa Gio telah berselingkuh dengan wanita lain karena menyebutkan bunga yang indah juga kartu ucapan.


"Dasar laki-laki buaya. Huh.. " Dengus nya kesal lalu meninggalkan kamar yang hampir terbuka.


Gio melihat Niken berlalu dari pintu kamar nya,


"Wanita itu kenapa tak jadi masuk. " Gumamnya


Niken sudah duduk di kursi tempat makan, lalu melahap makanan yang ia masak dengan cepat. Pelayan yang melihat nya pun hanya menggeleng kepala melihat nyonya nya yang makan dengan rakus.


"Nyonya, pelan-pelan makannya, nanti bisa tersedak. " Pelayan menasehati nyonya nya yang masih melahap tanpa mendengar kan ucapan pelayan.


Gio turun dari lantai dua untuk sarapan, namun makanan nya sudah habis karena di habiskan oleh Niken.


"Bi, mana sarapan untuk ku,? " Tanya Gio.


"Lalu dimana dia sekarang? " Bertanya keberadaan Niken


" Nyonya ada di halaman belakang tuan. " Jawabnya lalu menunjuk ke arah halaman belakang.


Di halaman belakang.


"Biar saja lah gak usah sarapan tuan mudanya itu, suruh siapa pagi-pagi bikin emosi. " Dengus nya kesal berbicara sendiri.


"Siapa yang membuat mu kesal, Hem? " Tanya Gio muncul dari belakang Niken


"Eh.. Mas Gio, Gak ada tuh, Gak penting juga." jawabnya cemberut.


"Kamu kalau cemberut begini bikin gemas." Mencubit pipi Niken


"Aw.. sakit mas. ! " Teriak Niken kesakitan

__ADS_1


"Buatkan aku sarapan sekarang? " Titah Gio pada Niken


"Ogah.. Gak mau! " Tolak nya. "Suruh pelayan mu saja, Aku malas. " Ucapnya lalu duduk di bangku yang ada di halaman belakang.


"Ouh.. apakah ini hadiah yang ku dapat jika hari ini ingin ke rumah ayah dan ibu mu. " Ucap Gio mendekati Niken


"Ah.. aku tak peduli, jika mas lapar minta saja sama wanita yang kau kirim bunga itu saja! " Niken keceplosan. 'Oh astaga, aku mengatakan apa ini, pasti mas Gio salah paham. ' Batin Niken


"Oh.. apa kau cemburu karena aku mengirim bunga untuk wanita lain? " Goda Gio


"Ti_tidak. Mas salah dengar. " Niken salah tingkah


"Yang ku kirim bunga itu adalah salah satu keluarga klien ku yang meninggal dunia hari ini, aku berniat untuk melayat dan mengajak mu, namun terhalang karena sarapan ku yang habis di makan oleh babi rakus ini. " Gio mencubit hidung Niken. 'Ini.. mas Gio sedang menjelaskan kesalahan pahaman ku pada nya' Batin Niken


"Ak_aku tak perlu penjelasan mu mas. " Niken yang mengelak karena malu.


"Cepat buat sarapan untuk ku. " Menarik lengan Niken lalu membawa Niken ke dapur, Niken hanya menurut ajakan suaminya,


mereka memasak bersama.


'Mas, kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini mas, membuat ku salah paham. Apakah kamu juga tau perasaan ku sekarang mas, aku sangat bahagia. ' Hati Niken terus bergejolak rasa.


,


,


'Wanita ini berbeda sekali dengan Adelia, padahal waktu itu sudah memutuskan kuliah, tak dimanfaatkannya untuk berkeliaran langsung pulang, tak menghamburkan uang, black card yang ku berikan juga hanya di pakai tak lebih dari 100rbu sehari. benar-benar wanita unik. '


Kekaguman Gio pada Niken semakin membuat nya tak ingin melepaskan Niken.


...----------------...


*Benci ~ Benar-benar cinta, Jika hati sudah berkata biarlah angin membawa kebencian ke laut aja. *


...----------------...

__ADS_1


*Please like and comment *, o(〃^▽^〃)o


__ADS_2