Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Kenapa?


__ADS_3

Saat Niken mengendarai motor dengan Rendra untuk mencari Junior,


Kebetulan Sila dan Rega juga mengendarai motor melintasi jalan yang sama,


Sila melihat Niken bersama pria lain sedang berboncengan, Namun Niken tak melihat kakaknya berpapasan dengan nya.


"Mas Rega coba berhenti dulu, deh! Aku seperti melihat Niken bersama seorang pria mengendarai motor, dan sepertinya pria itu bukan Gio." Ucap Sila menepuk pundak Rega yang berada di depan kemudi motor minta untuk diberhentikan laju motornya.


Motor pun berhenti


"Ha...! Dimana mereka? " Tanya Rega terkejut dan tak melihat yang di maksud Sila.


"Itu... Lihat!" Sila mengarahkan kepala Rega pada Niken yang tengah berboncengan dengan Rendra namun motornya berjalan pelan.


Rega melotot melihat Niken berboncengan dengan Rega.


"Apa yang dilakukan nyonya Niken? Mengapa bisa-bisanya ia berbuat begitu. Jika tuan tau, apakah ini tak 'kan jadi masalah?" Gumam Rega


Sila meminta Rega mengikuti Niken. Dan berusaha mendahului nya, Untuk meminta penjelasan, Dengan siapa ia berboncengan. Jika Gio tau bukankah akan menambah masalah baru untuk nya.


"Ayo ikuti dia, Mas. Kalo bisa kamu dahuluin motor mereka. Aku pengen tau siapa pria yang bersamanya?" Ucap Sila memberi perintah pada Rega.


"Siap, Dek. Tapi kamu jangan lupa pegangan ya. Mas takut kamu jatuh." Ucap Rega menggoda Sila.


Sila menjadi salah tingkah dibuatnya. Bermesraan mereka itu gak lihat kondisi lagi ngejar orang kok malah sempet-sempetnya ngegombal si Rega itu. Mana Sila juga nanggepin lagi.


"Iya, Mas." Ucap Sila malu-malu, dan menautkan kedua lengannya memeluk dan berpegangan pada tubuh Rega.


Jantung Rega seketika berdetak hebat. 'Inikah yang dinamakan Cinta. Sungguh luar biasa, Ayo Rega jangan kecewakan Sila. Aku harus bisa membalap mereka. Lagian Nyonya kok bisa sih berduaan sama pria itu.' Batin Rega lalu mengegas motornya mengikuti arah motor Niken.


Disisi lain di hari yang sama


Gio memutuskan untuk kembali ke kantor, Kekecewaannya atas penolakan Niken terhadap dirinya di depan Rendra sudah sangat menjatuhkan harga dirinya sebagai Seorang pria dan CEO perusahaan besar.


"Kenapa Niken?? Kenapa kau lakukan itu pada ku? Seharusnya kau bisa menjadi duniaku bahagia tapi kau malah membela pria itu!! Wanita sialan!!!" Gio mengamuk menggebrak meja dan Ia mengobrak-abrik isi kantor nya. Staf di sana ketakutan melihat bos nya mengamuk dan berteriak-teriak.


Tak ada yang berani bertanya pada Gio, dengan kondisi nya begitu tak mudah bagi orang bisa berbicara pada nya apalagi memberikan pertanyaan.


"Panggil Rega!!! Cepat!" Perintah Gio pada salah satu sekertaris nya yang berdiri di balik pintu ruangan Gio.

__ADS_1


"Tap... Tapi , Tuan Rega sedang pergi bos, untuk mencari anak bos yang hilang. Dan bos kenapa tak mencari anak bos juga?" Ucap sekertaris wanita itu bernama Sisi memberanikan diri untuk bertanya.


'Ya Tuhan, kenapa aku malah bertanya padanya, habislah aku' Batin Sisi menyesali ucapan nya pada Gio


"Heh... Kau tak tau, Anakku itu sudah ditemukan oleh ku dan sekarang Junior sedang bermain dengan kedua orang tuaku! bukan hal yang sulit bagiku untuk mencari keberadaan mereka yang berani menculik anakku! Cepat kau hubungi Rega sekarang, aku ingin dia segera kembali kesini!" Titah Gio dengan matanya yang sudah memerah.


Sisi mencengkram rok sepan yang dikenakan nya, Sekertaris itu benar-benar ketakutan melihat Gio.


'Kan gua dibentak lagi.' batin Sisi


"Baik, Tuan Gio. Saya akan menghubungi, Tuan Rega." Sisi meninggalkan ruangan Gio dan Segera ia menghubungi Rega untuk kembali ke kantor.


Junior memang sudah diketemukan oleh anak buah Gio yang lain. Mereka dengan mudah melumpuhkan para penculik itu setelah mendapat petunjuk dari plat nomor yang digunakan penculik. Berita itu ia ketahui saat mengendarai mobil setelah bertikai dengan Niken di jalan tadi.


Kembali pada Rega yang berhasil mendahului motor yang dikendarai Niken dan Rendra.


Ciitt...


Suara rem motor.


"Nyonya Niken!" Seru Rega memanggil Niken.


Mereka semua turun dari motor masing-masing.


"Harusnya kakak yang tanya begitu padamu, Niken. Sedang apa kau dengan pria itu?" Sila menunjuk pada Rendra, pria yang berdiri disamping Niken.


"Dia Rendra, Kak. Teman kuliah ku." Ucap Niken memperkenalkan Rendra pada kakaknya.


"Teman kuliah?" Sila bermonolog


"Lalu kau sudah minta ijin pada suami mu jika bersama dengan nya?" Tanya Sila lagi


"Aku tak peduli dengan Mas Gio kak. Dia suami yang sangat kasar!" Ucap Niken.


"Apa aku gak salah dengar? Kau bisa-bisanya mengatakan hal itu. Memangnya apa yang sudah dilakukan oleh Gio padamu hingga membuat mu tak memperdulikan nya sekarang?" Sila bertanya dengan Niken


"Dia sudah melukai Niken, Mbak." Ucap Rendra ikut bersuara.


"Apa?!" Sila terhenyak kaget mendengar ucapan Rendra

__ADS_1


"Apa luka dijidat dan pipimu itu perbuatan Gio? Tapi mana mungkin Gio melakukan hal itu... Dia sangat mencintai mu Niken. Itu tak mungkin!" Sila yang tak percaya Gio melakukan hal yang dituduhkan Rendra.


"Tapi kenyataannya begitu." Sambung Rendra lagi membuat Rega sebal.


"Kau bisa diam tidak, Nyonya Niken tak mengatakan apapun tentang Tuan Gio, Mulutmu itu bisa membuatmu menyesal nanti jika kau tak diam!." Ucap Rega memperingati Rendra.


"Aku mengatakan yang sebenarnya. Kenapa aku harus menyesal." Ucap Rendra dengan kepercayaan dirinya.


"Sudah jangan berdebat. Ini masalah ku dengannya, aku tak ingin kalian ikut campur." Ucap Niken.


"Jika kau mempunyai masalah dengan Gio, seharusnya kau selesaikan dulu dengan nya, jangan malah pergi dengan pria lain,Niken! Citramu sebagai seorang wanita takkan ada artinya jika kau pergi bersama pria lain sedangkan kau masih memiliki masalah dengan suamimu!" Ucap Sila menasehati Niken.


"Tapi, Kak. Gio sudah sangat keterlaluan, Dia benar-benar membuatku kecewa." Ucap Niken kekeh dengan persepsinya.


"Sebaiknya kau ikut kakak sekarang untuk menemui Gio. Masalah ini harus segera di selesai kan." Ucap Sila.


Drttt Drttt


Ponsel Rega berdering. Perdebatan itu berhenti seketika ingin mengetahui siapa yang menghubungi Rega.


Sekertaris Sisi menghubungi Rega.


"Ha... Halo Tuan Rega." Ucap Di seberang sana dengan nada gemetar.


"Sisi... Ada apa mengubungiku?" Tanya Rega sebab apa ia menghubunginya karena tak pernah sekalipun Sisi menghubungi nya.


"Tu... Tuan di tunggu oleh bos Gio di kantor, cepat kemari ya. Kalau tidak, kantor ini akan hancur olehnya." Kata Sisi berbisik mendekat ke speaker ponselnya agar Gio tak mendengarnya berbicara begitu.


"Iya. Baiklah aku akan segera kesana." Ucap Rega lalu mengakhiri panggilan itu.


...------...


"Nyonya Niken, Sebaiknya kau ikut aku ke kantor sekarang. Tuan Gio membutuhkan mu." Ajak Rega pada Niken


"Siapa yang menghubungimu, Mas?" Tanya Sila penasaran


"Sisi sekertaris dikantor, Dia menghubungi ku dengan nada ketakutan dan mengatakan jika aku tak segera kesana, Tuan Gio akan menghancurkan Kantor sebentar lagi." Ucap Rega lalu memasukkan ponsel ke sakunya.


Niken termangu mendengar penuturan Rega jika Suaminya itu sedang mengamuk. Ia antara takut dan khawatir pada keadaan Gio. Ini juga salahnya, mengapa begitu menghindari Gio sampai pergi bersama pria lain.

__ADS_1


...***...


__ADS_2