
Yang bertuliskan ruang inkubator. Ia memandangi dari balik kaca transparan satu kotak berpenghuni yang bertuliskan
'Anak dari bapak : Gionino ibrahim
ibunya bernama : Niken sarawati
Jenis kelamin : Laki-laki
Berat badan : 2500 gram.
Gio tersenyum melihat bayi mungilnya bergerak-gerak.
" Itu Anak kita Niken, Dia jagoan kita sayang." Gumam Gio berbicara sendiri seakan-akan memberi tau pada Niken.
"Rega, jangan bersembunyi lagi, Aku tau kau dari tadi mengikutiku. Apa kau tak ingin keluar dari persembunyian mu dan melihat anakku?"
Gio sudah menyadari jika Rega terus mengikutinya dibelakang meskipun ia bersembunyi Gio tetap bisa merasakan keberadaan Rega.
Rega melangkah ragu mendekati bosnya yang tak suka ia mengikutinya.
"Maafkan saya, Tuan. Sudah lancang mengikuti tanpa izin dari Anda." Ucap Rega.
Gio tak ada niat untuk marah ia malah menunjukan jagoan kecilnya hasil bersama Niken pada Rega.
"Lihat dia adalah junior ku, Rega." Ucap Gio menunjuk dibalik kaca.
"Iya, Tuan. Dia sangat mungil dan lucu." Ucap Rega juga gemas pada Anak Gio.
"Bukan lucu, tapi gagah! Aku tak suka kamu bilang anakku lucu, Mengerti!" Seru Gio pada sekertaris nya itu. Rega hanya mengangguk mendengar ucapan Gio yang sedikit protektif pada bayinya, bahkan untuk sebuah sebutan lucu pun tak boleh dikatakan nya.
"Iya, Anak bos sangat gagah bukan lucu." Ucap Rega mengikuti ucapan Gio.
Sudah sebulan setelah persalinan Niken, Anaknya pun sudah bisa keluar dari ruang inkubator. Namun Niken masih belum menunjukan kesadaran nya dan kini sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.
Bayi Niken dan Gio diberi nama Junior Ken Ibrahim. Junior untuk panggilannya anak mereka dan Ken untuk nama tengah dari Niken sarawati dan Ibrahim adalah nama kebesaran dari Gio.
Gio merawat sendiri bayinya itu. Ia sama sekali tak mempercayai baby sister untuk menjaga anaknya.
Hanya suster sesekali memeriksa kondisi Junior seminggu sekali.
__ADS_1
Gio awalnya kesulitan untuk merawat bayinya, Namun Karena dengan bantuan Bu Meli mengajari Gio dengan telaten.
Dari mengajari mengganti popok, membuat susu, menggendong bayi yang benar dan menidurkan bayinya.
Usaha keras tak menghianati hasil Anak semata wayang Bu Meli itu kini bisa melakukannya sendiri sekarang.
Gio menyadari kondisi istrinya yang masih koma, Segala pengobatan sudah dilakukan untuk menyembuhkan Niken. Namun Tuhan belum menunjukan kebesaran-Nya pada Niken.
Gio tak tega membiarkan Junior di rumah bersama pelayanannya dan membawa bayinya itu kemanapun ia pergi, bahkan saat bekerja pun Junior di bawa.
Hari ini adalah hari ulang tahun Niken yang ke 22 tanggal 27 September.
Gio berniat membawa Junior untuk menemui ibunya yang tengah terbaring lemas di atas ranjang pasien.
Gio mempersiapkan kado hadiah dan kue ulang tahun untuk Niken, Berharap istrinya itu bisa merasakan kehadirannya dan sedikit membuka mata untuknya hal yang di tunggunya beberapa bulan ini.
Gio mendorong kereta bayi menuju ruang rawat Niken di bangsal nomor 2 ruang melati.
Gio menghampiri wanita yang dicintainya yang masih ditunggu kesadaran nya. Matanya mengembun begitu melihat Niken yang masih terkulai lemas di atas ranjang pasien.
"Niken ... Hari ini adalah hari ulang tahun mu. Mas membawa kue ulang tahun untuk mu, Sayang. Kita bisa merayakannya dengan anak kita, lihat dia tersenyum pada mu Niken." Gio menggendong dan merebahkan Junior di samping Niken, berharap tubuh Niken bisa sedikit bereaksi terhadap sentuhan Junior.
Niken menggerakkan jarinya pelan dan bisa dilihat oleh Gio.
Wajah sumringah Gio terpancar, usaha yang ia lakukan ada hasilnya meskipun tak sebanyak ekspetasi nya. Namun itu sudah membuat nya sedikit yakin jika Niken ada kemungkinan cepat sadar dari komanya.
Hal yang terjadi barusan kemajuan Niken ia sampaikan pada Dokter. Dokter terus mengembangkan pengetahuan untuk kesembuhan Niken. Mereka terus melakukan pengobatan agar Niken bisa segera sadar atas permintaan Gio.
...----------------...
Rega memberi kabar, jika ia sudah menemukan keberadaan orang tua Niken.Dengan menggunakan cincin milik ibu Niken yang ia posting di media sosial.
Dengan alibi bahwa ia menemukan cincin itu disebuah kotak di jalan gang sempit dan ingin mengembalikan pada pemiliknya.
Tak di sangka respon begitu banyak orang yang mengaku jika ia pemilik cincin itu.
Namun ada satu orang yang menarik perhatian Rega orang itu mengirimkan foto cincin pasangan dari cincin milik ibunda Niken.
Seseorang itu di minta bertemu dengan Rega di sebuah restoran Rose Dengan meja nomer 9. Dengan cepat seseorang itu menyetujui untuk ketemuan dengan Rega.
__ADS_1
Rega melihat seseorang itu tengah duduk dibangku meja pesanannya dari kejauhan ia lalu menghampirinya
Dia seorang wanita masih muda dan berkarisma.
"Permisi" Rega menegur wanita itu.
"Iya" Seseorang itu mendongak pada Rega.
"Apakah anda yang bernama nona Sila?" tanya Rega
"Iya benar. Anda mas Rega ya, panggil saya nama saja?" jawab nya
lalu Rega duduk di hadapan wanita itu dengan berjarak antara satu meja.
"Iya saya, Rega. Baiklah, Sila."
Setelah nya Ia mengaku cincin yang dibawa Rega itu milik ibunya. Gadis itu menunjukkan cincin yang dimaksud milik ayahnya pada Rega.
Rega mempercayai ucapan gadis itu, terlihat sorot mata yang serius dan polos saat ia menceritakan kisah orang tuanya tentang cincin itu.
Rega lalu menceritakan maksud dari awal mencari pemilik cincin itu. Ia juga mengatakan tentang Niken dan Gio pada gadis yang bernama Sila itu.
Sila terkejut bukan main, mendengar jika Niken adalah anak ibunya yang tak lain adalah adiknya sendiri yang sudah lama hilang setelah kecelakaan yang menimpa kedua orang tuanya, waktu itu ia masih kecil dan untung nya ia tak bersama orang tuanya waktu terjadi kecelakaan yang mengenaskan dan tak mengetahui apa sebenarnya penyebab kecelakaan orang tuanya hingga meninggalkan dunia ini begitu cepat. Sudah lama ia mencari keberadaan Niken. Tapi dengan apa ia akan mencari Niken. Bahkan foto saja ia tak punya.
Rega menceritakan kehidupan Niken dari ia masih diperlakukan tak adil oleh Bu Mia hingga membuat Sila menangis mendengar cerita Rega tentang kehidupan Niken yang berliku-liku.
"Lalu dimana Niken sekarang, Mas?" Tanya Sila pada Rega.
"Dia sedang koma, Sila. Setelah operasi persalinan yang ia jalani dia mengalami koma berkepanjangan dan entah sampai kapan ia akan sadar." Ucap Rega
Sila semakin prihatin dengan keadaan saudara nya.
Sila meminta Rega mengantarkannya untuk bertemu dengan Niken di rumah sakit.
...----------------...
*Tuhan tolong jangan sakiti hati nya lagi, aku sangat mencintainya*
Like, komen, Favorite and vote pliss
__ADS_1