Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Di tolak


__ADS_3

,


,


,


Gio mengajak Niken ke suatu tempat, di taman kota itu ia telah menyiapkan kejutan untuk Niken.


'Seperti nya hari ini adalah waktu yang tepat untuk ku menyatakan cinta pada Niken, agar menyenangkan hati nya yang gundah. ' Gumam hati Gio.


"Sebenarnya apa sih kejutannya mas? " Tanya Niken penasaran.


"Apa kau penasaran? " ucap sembari Gio tersenyum.


"Tentu saja mas, Aku sangat penasaran." Niken yang antusias.


"Kalau begitu biar tambah penasaran kamu tutup mata dulu menggunakan ini. " Gio menutupi mata Niken menggunakan sapu tangan yang ia bawa di saku nya.


'Heum.. harum sekali sapu tangan mas Gio, tak apalah di tutup mata ku dengan sapu tangan ini. aku rela mas. ' Batin Niken


"Kamu jangan ngintip ya. " Peringatan Gio


Niken menurut lalu di tuntun nya Niken ke sebuah tempat yang indah. Berhiaskan bunga mawar merah di tuliskan nama Niken I Love You. Gio melepaskan penutup mata Niken.


"Sekarang buka lah mata mu. " Titah Gio


Niken mengucek mata nya ia lalu membuka mata setelah sadar akan sesuatu yang di berikan Gio Niken terpesona sekaligus terkejut melihat itu.


"Mas apa maksud kata-kata itu? " Tanya Niken yang memastikan


Gio menekuk salah satu kaki nya menyodorkan seikat bunga cantik lalu ia berkata " Niken aku merasa mulai menyukai mu, Boleh kah aku menjadi pacar mu? ".


Niken hanya terpaku dengan kata-kata Gio.


Sementara itu Rega anak buah Gio hanya menahan tawa dalam hati nya. 'Bos bukannya kalian sudah menikah, kenapa malah ingin menjadi pacar Nyonya. ' Batin Rega.


" Rega, jangan ketawa.. aku tau apa yang kau batin kan dalam hati mu! " Ucap Gio dingin pada Anak buah nya.


"Maaf tuan saya tak bermaksud . " Ucap nya lalu meninggalkan tuan dan nyonya nya berdua.


"Jadi bagaimana Niken, kamu mau kan jadi pacar ku? " Ucap Gio lagi memastikan


"Tapi apa kamu sunguh-sungguh mengatakan nya mas? " Tanya Niken tak percaya

__ADS_1


"Aku sangat bersungguh-sungguh Niken, aku ingin memulai kembali apa yang harus kita lakukan. Seharusnya pasangan suami istri itu kan bahagia setelah menikah, aku ingin menjaga mu juga mencintai mu. " Ucap Gio bersungguh-sungguh lalu berdiri menyerahkan bunga itu dan di Terima oleh Niken,


"Tapi apa perasaan mu pada kak Adel sudah sepenuhnya hilang? " Tanya Niken khawatir


Gio tak bisa menjawab pertanyaan Niken, sebenarnya dalam hati Gio memang masih ada perasaan terhadap Adelia, Karena Adelia dan Gionino sudah 4 tahun berpacaran bukan waktu yang singkat.


"Huh.. kau mas tak bisa menjawab nya kan. Maaf mas, jika kau masih menyimpan rasa untuk kakak ku, aku tak bisa berpacaran ataupun melakukan tugas ku sebagai seorang istri, Maafkan aku mas. " Niken berlalu meninggalkan Gio sendirian di taman, ia pulang menggunakan taksi. Sebelum itu ia berkata. " Terimakasih mas, semua ini membuat ku sedikit terhibur, Aku ingin menenangkan diri dulu. "


Niken tetap tak bisa mempercayai Gio, Ia takut kehilangan Gio. Jika pada kenyataannya Gio masih mencintai Adelia.


"Aku apa keterlaluan ya. Entahlah.. Tapi jika aku terlalu berharap pada mu mas, aku takut sakit hati,


hem.. memang pesona kak Adelia jauh di banding kan aku. Dia cantik dan pintar, tapi bisa di bodohi oleh cinta nya dengan Anton. Cinta cinta memang bikin sakit kepala. " Gumam nya sendiri dalam taksi.


Supir yang mendengar gumamnya Niken.


"Nona, habis putus cinta ya. " Ucap Supir taksi


"Eh bapak. Hehe gak pak. Saya cuman prihatin aja sama orang yang jatuh cinta bisa bikin orang itu lupa diri. " Ucap Niken sambil tersenyum.


"Oh.. begitu. Memang Non. Orang jaman sekarang suka begitu menilai cinta terlalu berlebihan. Tapi saya alhamdulillah punya istri dan anak tidak sampai hati menduakan istri, " Ucap Pak Supir paruh baya itu mungkin seumuran dengan ayah Niken.


"Ehm.. Iya Pak. Prinsip yang bagus. Saya setuju dengan bapak. " Ucap Niken


"Oh.. iya Pak. makasih, ini uangnya. " Menyodorkan uang pecahan seratus ribu.


"Kembaliannya non. " Ucap Pak supir.


"Tidak perlu bapak ambil saja. " mengembalikan uang


"Oh. makasih non. Iya pesan saya buat nona. jika mencintai seseorang jangan di pendam lama-lama, itu akan membuat nona menyesal jika mengungkapkan nya terlambat. " Saran Pak supir pada Niken


"Eh.. iya Pak. Terima kasih atas sarannya. " Ucap nya sambil tersenyum


"Iya. Sama-sama non. " Ucap Pak supir taksi lalu berlalu meninggalkan Niken.


"Maksud Pak taksi tadi apa ya. Memang di wajah ku terlihat memendam perasaan kah.


Heum entahlah.. " Gumam Niken menuju ke rumah.


Di lihat nya mobil yang di pakai Gio sudah terparkir rapi di garasi Gio..


"Dia sudah kembali. " Gumam Niken

__ADS_1


Kedatangan Niken di sambut oleh Pelayan rumah Gio.


"Nyonya, dari mana saja, tu_tuan.. " Pelayan terlihat gelisah.


"Ada apa bi, dengan tuan mu? " Tanya Niken tak mengerti


"Tu_tuan marah-marah setiba di rumah, tadi kan nyonya pergi dengan tuan, kenapa pulang terpisah. " Ucap Pelayan.


"Di mana Gio sekarang bi? " Tanya Niken


"Tuan, sepertinya ada di ruang baca


nyonya."


Lalu Niken memasuki ruangan baca. Ia mencari keberadaan Gio.


Gio sedang duduk di bangku ruang baca.


"Mas, Mas Gio. " Panggil Niken tak di jawab oleh si pemilik nama..


"Kau marah pada ku? katakan apa mau mu, jika kamu marah pada ku, jangan kau limpahkan pada anak buah mu, mereka tak tau apa-apa mas. " Sungut Niken kesal


"Heh..


Aku belum pernah di tolak wanita. Berani beraninya istri ku sendiri menolak ku di depan umum! " Tegas dan Dingin Ucapan Gio.


"Kau malu aku tolak. Atau kau ingin aku memiliki mu tapi hati mu masih milik orang lain. " Ucap Niken.


"Kita bisa mencoba untuk memulainya, Aku benar-benar tak habis pikir dengan mu. Pria setampan dan Se kaya aku tak kau trima malah kau tolak mentah mentah.


Aku ingin sendiri.! " Ucap nya menyuruh Niken pergi.


"Baiklah mas, aku mau istirahat di kamar, jika perasaan mu sudah enakan, kita bicara lagi." Ucap enteng Niken berlalu pergi ke kamar


'Huh.. wanita memang menyebalkan, apa aku terlalu lemah di hadapan nya. lihat saja akan ku tunjukkkan taring ku Niken. aku sudah tak sabar ingin melihat mu ketakutan. Heheheh' Gumam nya dengan senyuman jahat.


,


...****************...


...----------------...


Mohon Dukungannya..

__ADS_1


__ADS_2