
.
.
Di rumah sakit Adelia di rawat. Ia masih belum sadarkan diri. Anton sudah memberikan kabar keadaan Adelia pada orang tua Adelia. Pak joko dan bu Mia segera terbang ke USA. Anton duduk di sofa sebelah ranjang pasien tempat Adelia berbaring. Suara ponsel Anton bergetar.
drrrtt drrrtt.
Anton merogoh ponsel yang ada di sakunya. Dilihat nya siapa yang menghubungi , ternyata orang tua Adelia.
"Halo, " Anton menjawab telpon .
"Halo, Anton, dimana ruang rawat anak ku. " suara pak Joko di telpon dengan nada sedikit di tekan.
"Adelia ada di kamar nomer 5 pak. Di ruangan Lily," Setelah mendapat informasi dari Anton, pak Joko langsung mematikan ponselnya sepihak.
"Dimatikan begitu saja. Seperti nya marah besar." Anton tau benar apa yang akan orang tua lakukan padanya. Orang tua mana yang tak marah mendengar anak kesayangan nya di lecehkan orang lain. Setelah beberapa menit kemudian, pak Joko dan bu Mia sampai di depan pintu ruangan Adelia dirawat. Bu Mia tak hentinya menangis, meratapi kemalangan nasib anak nya.
𝚌𝚎𝚔𝚕𝚎𝚔..
Pintu terbuka pak Joko dan Bu Mia masuk. Dua orang paruh baya menatap anak gadis nya terbaring di ranjang pasien. "Adelia ... Anak ku..! " Bu Mia memeluk Adelia, Ia terisak air mata deras tak terbendung kan. Pak Joko matanya berkaca-kaca, kala melihat anak perempuan yang selalu ia sayangi kini tak suci lagi, ia mengelap wajah nya kasar kali menatap Anton yang tengah tertunduk tak berani melihat tatapan Pak Joko.
"Dasar laki-laki tak bertanggungjawab!! Ini semua karena kamu anak ku begini!! " emosi pak Joko meluap-luap. Dugh... dugh.
Pak Joko memukuli Anton, di umur yang sudah tak muda lagi ia masih bisa membuat babak belur orang.
"Ampun, pak. Maafkan saya karena tak bisa menjaga anak Adelia. Semua memang salah saya. " Anton mengaduh kesakitan dan memohon ampun pada ayah kekasih nya.
Pak Joko yang masih mencengkeram kerah baju Anton, menoleh ke arah Bu Mia.
"Ini juga salah mu bu...! Jika bukan karena kamu mengijinkan pria sialan ini membawa anak kita pergi. semua ini tak akan terjadi!" Pak Joko menghempaskan tubuh Anton ke lantai.
"Kenapa ayah selalu menyalahkan ibu. Ibu juga tak mau ini semua terjadi. hiks hiks. " Ibu Mia menangis, kondisi Adelia tiba-tiba memburuk saat mereka bertengkar.
Nafas Adelia tersengal, detak jantung nya berdetak cepat. Lalu dokter di panggil untuk memeriksa keadaan Adelia.
Setelah beberapa menit kemudian dokter selesai memeriksa keadaan Adelia, menjelaskan kondisi Adelia sudah stabil.
Kedua orang tua itu lega, begitu pun dengan Anton. Mereka bertiga hening tak bersuara, berkutat dengan pikiran nya masing-masing. Ibu Mia memecah suasana dengan bertanya perihal Niken dan suaminya di beri tau atau tidak tentang kondisi Adelia sekarang, ibu Mia berpikir bahwa Gionino bisa membantu mencari tau siapa saja yang telah melecehkan Adelia, agar di hukum setimpal. Namun pak Joko merasa malu jika keadaan ini sampai di ketahui keluarga pak Handoko, dengan perbuatan Adelia yang pernah mempermalukan keluarga pak Handoko. "Tidak, bu. Hal ini cukup memalukan jika semua orang tau. Ayah tak mau menanggung malu lagi. " Ucap pak Joko menolak usulan ibu Mia.
"Benar apa kata, pak Joko. Jika keluarga pak Handoko tau masalah ini, bukankah malah mereka mentertawakan Adelaide, apa lagi sampai meminta bantuan pada mereka. " Imbuh Anton pak Joko mengangguk setuju perkataan Anton. Tapi bu Mia tak mengindahkan nasihat suami nya. Ia malah diam-diam memberitahu kan kepada Adelia pada Niken.
...----------------...
__ADS_1
Di dalam mobil Gionino berbincang dengan Rega.
"Kau.. pernah pacaran Rega? " Tanya Gionino pada anak buah sekaligus tangan kanannya itu.
"Belum tuan, memang nya kenapa? " Rega balik bertanya.
"Aku bingung dengan sikap Niken, dia sedikit sedikit marah dan mengabaikan aku, aku harus bagaimana menghadapi nya? " Gio bercerita kegundahan nya pada Rega.
"Beri hadiah saja, seperti waktu tuan bersama nona Adelia dulu, bukannya jika membujuk nona Adelia ketika marah juga menggunakan hadiah. " ujar Rega.
" Niken tak seperti, Adelia. Dia wanita yang sederhana, Ga. Tak suka menghamburkan uang, seperti Adelia waktu itu. Entah mengapa bisa aku dulu begitu mencintai Adelia wanita yang tamak. Kau tau kenapa Niken marah pada ku? " Gio memberi pertanyaan yang jawabannya ambigu.
"Tentu saja, tidak tau, bos. " Ucap Rega.
"Hem.. Dia marah karena aku tak sengaja mengungkit masa lalu ku dengan Adelia." Ucap Gionino lalu melihat pemandangan dari jendela mobil yang melaju.
Rega yang tak ingin terlalu ikut campur masalah pribadi tuannya, hanya terdiam mendengar cerita tuannya.
Beberapa menit kemudian Gionino sampai di perusahaan nya.
Sementara di kampus Niken sudah menerima pesan dari ibu nya lewat aplikasi WA. Ia membaca pesan yang diberikan oleh ibunya.
"Malang sekali nasib kak Adelia, aku harus meminta bantuan pada Mas Gio." Tadinya yang berniat meminta bantuan pada Gio, diurungkan nya kembali.
"Hai. Kenapa melamun disini? " lalu Rendra duduk di samping Niken.
"Eh.. aku tidak melamun kok." ucapnya sedikit terkejut dengan kedatangan Rendra.
"Kamu tidak bisa menyembunyikan apapun dari ku. Kamu itu sedang berbohong. Pasti ada masalah kan, cerita saja mungkin aku bisa membantu." Tebakan Rendra sangat tepat.
Niken merasa canggung bila harus bercerita tentang kakaknya, bagaimana pun itu adalah aib keluarga. Ia memilih berbohong dengan Rendra.
"Ehmm... Sebenarnya bukan masalah besar, Ren. Hanya aku yang terlalu menghawatirkan keadaan kakak ku yang sedang sakit di luar negeri, dan aku tak bisa menjenguk nya. " Ringkas nya.
"Kenapa tak menyusul nya ke sana saja agar kau tak khawatir?" ucap Rendra menatap wajah sayu Niken.
"Ayah dan ibu sudah ke sana menyusul kakak ku, dan aku mungkin tak diijinkan oleh suami ku." Ucapnya namun tak menatap Rendra, takut khilaf karena ketampanannya. Sebenarnya Rendra sudah tau jika Niken sudah menikah, dalam benak nya 'Memangnya kenapa jika sudah menikah toh kita hanya berteman, jika ingin lebih maka akan ku buat kau menjadi janda dulu.'
"Kejam sekali suami mu hingga ingin menjenguk kakak mu pun tak diijinkan." Rendra menghardik Gionino.
"Aku tak tau juga sih, aku belum bertanya juga pada nya, tapi yang pasti dia takkan mengijinkan ku untuk bertemu dengan kakak ku." ucap Niken .
Di kantor Gionino tak henti-hentinya bersin.
__ADS_1
Hyatciu.. hatciu..
Menggosok hidungnya yang gatal.
"Kenapa aku tiba-tiba bersin terus sih? Gatal sekali hidung ku, tapi kata orang jaman dahulu jika bersin secara tiba-tiba berarti ada yang sedang membicarakan mu. Apa benar ya, atau staf pemalas lupa membersihkan kantor ku. Huh biar ku tegur nanti. " Gio berbicara sendiri lalu menelpon asisten di kantor nya untuk memanggil OB kantor untuk membersihkan ruangan kantornya.
Sore itu Niken sedang duduk di sofa ruang keluarga, ia membaca majalah wanita.
Gionino pulang dari kantor. Niken membuang muka melihat kedatangan suaminya.
Gio menyadari istri nya masih marah pada nya.
"Niken, aku punya hadiah untuk mu."
"Hadiah apa? " ketus menjawab.
"Ini, Buka lah." Gionino memberikan sekotak perhiasan untuk Niken.
"Kau mau menyogok ku mas? Gak mempan." Niken tak menerima hadiah yang di berikan Gionino, malah pergi meninggalkan Gionino terpaku dengan sikap Niken. Kali ini kesabaran Gionino sudah habis ia membanting hadiah yang tak di terima oleh Niken.
prankk ...
Sekotak perhiasan itu pecah isi di dalamnya berhamburan. Satu set perhiasan berlian yang tertata rapi dalam kotak itu kini berceceran.
Niken menoleh mendengar suara itu.
"Mas Gio!" Teriak Niken.
"Jika kamu tak mau menerimanya, biar ku buang saja!" Gio berlalu ke kamar nya kini Niken yang gantian terpaku oleh sikap Gio, Niken berniat memungut perhiasan itu, namun di cegah oleh pelayan.
"Biar saya saja, nyonya. Nyonya sebaiknya tenangkan dulu tuan. Tadi pagi tuan juga belum sarapan. Mungkin itu juga yang menyebabkan tuan marah."
Nella lalu menuju kamar, menurut nasihat pelayan, ia membawa nampan berisi makanan.
Gio duduk di tepi ranjang yang berantakan karena ulahnya.
"Mas. Maafkan aku. Aku tak bermaksud menolak hadiah dari mu. Maafkan aku ya. Aku yang salah karena terlalu kekanak-kanakan." Niken merenungi kesalahan nya.
Gio melihat permintaan maaf Niken yang tulus.
"Hem... " Gionino yang masih kesal pada Niken.
Niken menyuapi Gio makan atas permintaan Gio.
__ADS_1
Karena takut suaminya marah lagi, Niken menurut titah suaminya.