Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Depresi


__ADS_3

Proses perceraiannya yang alot, memperparah kondisi Niken. Depresi yang menjadi sebab MA tak bisa melanjutkan sidang ketiga penentuan status mereka berdua.


Kendati Gio sudah menjatuhkan talak, Namun belum bisa dikatakan resmi bercerai di mata hukum.


Suatu sore Niken melamun di teras rumah pak Joko. Ia melihat seorang yang sedang menemani anaknya bermain-main melintasi jalan depan rumah pak Joko.


Niken dengan imajinasi tingkat depresi, ia mengira anak yang di bawa orang itu adalah Junior anaknya.


"Junior! Anakku!" Teriak nya lalu berlari mengejar wanita yang sedang menggendong anaknya.


Wanita itu terkejut tiba-tiba Niken merebut anak dalam pelukannya.


"Siapa kamu?!" Teriak wanita itu lalu mendorong keras tubuh Niken hingga tersungkur. Tubuhnya yang gempal mampu mendorong tubuh Niken yang kurus.


Dengan sekuat tenaga Niken bangkit dan akan merebut kembali anak kecil yang di gendong ibunya.


"Ini Junior ku!!! Berikan padaku!" Niken berteriak dan melotot inginkan anak kecil yang kini menangis melihat Niken.


"Huwa... Huwa..." Balita itu menangis kencang menjadi bahan tarik-menarik dari kedua orang dewasa itu.


Lalu ibu balita itu berteriak minta tolong pada warga agar bisa lepas dari cengkeraman Niken


"Tolong! Tolong! Ada orang Gila menyerang ku!" Teriaknya di barengi perasaan ketakutan.


Suara teriakan itu terdengar oleh tetangga sekitar dan yang melihat kejadian itu lalu membantu wanita itu untuk mengambil anaknya dalam pelukan Niken.


Kreekk...


Baju sobek yang tertarik kuat oleh genggaman Niken,


Untungnya balita itu bisa kembali pada pelukan ibunya.


Pak Joko mendengar suara teriakan di depan rumah nya.


"Mengapa begitu ramai diluar? Aku harus memeriksanya." Gumamnya menuju keluar rumah.


Begitu terhenyak kaget melihat Niken sudah di pegangin tangannya ke belakang oleh tetangga sekitar.


"Ada apa ini, Kalian apakan anakku? Lepaskan dia!" Tegas pak Joko lalu menghampiri Niken tangannya kesakitan.


"Kenapa kalian menyakitinya?" Tanya pak Joko pada warga sekitar. Seseorang di sana menjawab pertanyaan nya.


"Anak anda ini ingin mengambil paksa anak Bu Tiwi, dan menakutinya, kami berusaha menjauhkan nya agar tak melukai anaknya." Ulasnya.


"Lepaskan dulu, Dia. Biar ku dengar dari mulut nya apa sebenarnya yang terjadi." Pak Joko

__ADS_1


"Ya sudah lepaskan saja mbak Niken." Suruh salah satu warga.


Setelah nya pak Joko menanyai Niken perihal tuduhan warga itu tentangnya


"Niken. Apa benar yang di katakan warga, kau ingin merebut anaknya dari tangan Bu Tiwi?" Tanya pak Joko pada Niken.


Niken menganggukkan kepalanya.


"Iya, yah. Yang dia bawa itu Junior, aku ingin menggendong anakku apa aku salah?" Niken merengek.


"Dia bukan lah Junior anakmu, Nak. Junior sudah meninggal, kamu tak mungkin lupa 'kan hal itu?" Pak Joko.


Niken menangis sejadi-jadinya, Semua warga bergidik mendengar tangisannya yang begitu keras.


Dunia perjulidan tetangga.


"Cantik, sih! Tapi kenapa jadi saiko gitu, padahal dulu kayaknya gak begitu."


"Iya,,, Anak orang tiba-tiba di akuin."


"Eh... Denger-denger Dia 'kan habis kehilangan anaknya, terus di gugat cerai suaminya, mungkin dia jadi stres kalik."


"Bener tuh... Mungkin dia stres karena itu."


Cibiran yang sangat pedas dari tetangga dekat rumah pak Joko yang menyaksikan semua itu.


"Sebaiknya bapak Joko bawa Niken ke psikolog saja, agar di tangani dengan cepat, kasihan pak jika di biarkan, nanti tambah parah." Usulan tetangga


"Anakku ini tak Gila! Kenapa harus di bawa ke psikolog, kalian bubar! Pergi dari pelataran rumah ku!" Pak Joko tak bisa menahan emosinya.


"Hu... Orang di nasehati malah marah-marah!" Ucap salah satu tetangga lalu mereka semua bubar dari tempat nya berdiri dan menuju rumah masing-masing.


Yang tertinggal adalah ibu Tiwi yang anaknya hampir di rebut oleh Niken.


"Jika bapak tak mau mengobati mbak Niken, terpaksa saya akan melaporkan kejadian itu pada polisi." Ancamnya


"Saya mengerti maksud anda, Bu Tiwi. Ini hanya sebuah kesalahpahaman yang terjadi. Jadi maafkan Niken sudah membuat Anda takut begitu juga anak anda." Ucap nya santun.


"Baiklah... Saya maaf kan. Tapi saya harus Minta ganti rugi! Lihat, anak anda sudah merobek baju saya!" Menunjukkan baju yang sedikit koyak.


Setelah nya pak Joko membawa Niken masuk ke rumah dan mendapati anaknya melamun kembali.


Sudah sebulan Niken tinggal di rumah Pak Joko. Setiap hari hanya melamun pikiran kosong.


Apalagi dia juga mendengar jika Gio sudah menikah lagi. Saat proses perceraiannya belum di resmikan.

__ADS_1


Niken semakin sakit hati, ia terkadang tiba-tiba marah, lalu menangis dan tertawa.


Kamar yang dulu rapi, kini sudah seperti gudang.


Emban yang bekerja di rumah pak Joko tak tahan dengan sikap Niken yang aneh.


"Mengapa, Mas! Mengapa kau lakukan ini pada ku? Aku ini masih istrimu! Hiks hiks ...." Melemparkan semua barang-barang ke sembarangan arah.


Niken berniat ke rumah Gio karena sudah tak tahan ingin meluapkan kekecewaan yang di alaminya.


Dengan menaiki taksi, Niken menuju kediaman Gio.


Rumah yang begitu mewah ada dekorasi pernikahan yang masih menggantung di setiap sudut pelataran rumah Gio.


Niken berjalan cepat menuju rumah besar milik suaminya itu.


Untung nya satpam dan bodyguard sedang istirahat di tempat lain, jadi kedatangan Niken tak ada yang mengetahui.


Dengan langkahnya yang panjang, Kini Niken sudah berada di depan rumah itu.


Tanpa mengetuknya Ia nyelonong masuk dan mencari keberadaan Gio dan istri barunya.


Insting Niken mengatakan jika Gio berada di kamar miliknya dan Gio waktu itu.


Benar saja, waktu Niken membuka kamar itu, Gio tengah asyik bercumbu dengan istri baru nya yang sedang memompa bersama di kasur.


Niken sudah tak tahan lagi melihat nya, lalu menegur kedua pasangan pengantin baru itu yang tengah meneguk manisnya madu.


tepuk 👏👏 Niken mengagetkan kedua pasangan itu.


"Baru setengah bulan mas, kita berpisah, kau sudah mempunyai wanita baru. Bahkan kita belum resmi bercerai. Tapi kau sudah bisa menikmati sawah milik wanita lain!" Niken dengan nada menekankan.


Gio tak memperdulikan ucapan Niken dan melanjutkan aktivitas nya hingga *******.


Sesak dada Niken tak bisa terpungkiri. Bagaimanapun pria yang berada di hadapan nya adalah orang yang selama ini ia cintai sudah bisa menari-nari di atas tubuh wanita lain.


Setelah aktivitasnya selesai Gio memakai jubah mandi dan menjatuhkan pantatnya ke sofa dan duduk menyilang kaki, lalu merokok.


"Siapa wanita itu, Mas?" Tanya istri baru Gio dengan nada kemayu, lalu berpangku pada paha Gio.


Gio mengecup sekilas bibir wanita itu


"Muach... Dia adalah istri pertama ku, sayang." Ucap Gio tangannya sudah meraba ke paha wanita yang berada di pangkuannya.


"Ah... Mas nakal!" Ucap Nina manja pada Gio.

__ADS_1


Gio sengaja mempermainkan perasaan Niken


...****...


__ADS_2