Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Konyol


__ADS_3

,


.


Di dalam kamar Gio akan mandi. Ia masih bergumam dalam bibir nya,


"Wanita itu apa tak tau diri, bisa-bisa nya menerima pesan di depan mata ku membalas nya pula. Siapa sih pria itu, namanya Rendra, seperti pernah mendengar nama itu tapi dimana ya. " Ucapnya lalu mandi.


Di ruang keluarga Niken masih asyik bermain ponsel tak memedulikan suaminya yang sedang kesal.


Setelah sadar waktu sudah hampir malam ia pun menuju kamar untuk menghampiri suaminya, ternyata pintu kamar masih terkunci.


"Mas... buka pintu nya, aku mau masuk! " Teriak Niken di depan pintu bilik yang terkunci.


Gio membuka pintu.


Ceklek.


"Sudah selesai senang senang nya. " Dengus kesal Gio.


Istrinya itu malah tak mengerti maksud Gio.


"Kamu ngomong apa sih mas, aku seneng seneng apa, atau kamu cemburu ya aku dapet pesan dari cowok lain. " Sungut Niken meledek suaminya, Muka Gio memerah ia semakin kesal karena istri nya malah meledeknya.


"Cemburu? apa aku gak salah denger, untuk apa aku cemburu sama cewek kayak kamu, Sudah... cepat mandi sana. ! " Titah Gio


Niken malah cengengesan, mengerti sikap suaminya menutupi rasa cemburu membuat nya gemas, lalu mencium sekilas bibir Gio.


Muach..


Niken lalu berlari kecil menuju kamar mandi, tingkahnya itu membuat Gio tersenyum.


"Eh... sudah berani kamu ya. " Ucap Gio yang merasa tak Terima dengan kecupan yang di berikan oleh Niken.


"Maaf mas. aku gak tahan lihat kamu yang begitu tampan. hihihi. " Teriak nya di dalam kamar mandi.


Gio duduk di tepi ranjang, melihat ponsel Niken bergetar tanda notifikasi pesan masuk.


Gio mengernyitkan dahi melihat pesan yang di kirim seseorang itu di dalam ponsel Niken.


"Rendra lagi. Apa benar hanya teman kuliah, tapi mengapa isi pesannya begitu sedekat itu. Dan nama ini sepertinya aku tau, Rendra ini anak dari pak Kuncoro Grup GH. yang siang tadi meeting dengan ku. Berani nya ia mendekati istri ku. Heh... aku akan buat perhitungan dengan nya. " Ucap Gio dengan senyuman jahatnya.

__ADS_1


Niken sudah selesai mandi, melihat suaminya duduk di tepi ranjang ia menghampiri nya.


"Mas, aku lapar. " Ucap Niken memegang perut nya yang lapar.


"Hem.. lapar. Ayo kita makan. " Menuju ruang makan.


Niken melahap makanan yang ada di atas meja dengan cepat, membuat nya tersedak.


"Uhuk uhuk. " Memukul-mukul dadanya yang sesak karena tersedak.


Gio memberi minum Niken


"Pelan pelan kalau makan, ini semua makanan untuk mu, untuk apa buru-buru memakannya. Jadi tersedak kan. " Gio menyodorkan segelas air hangat untuk di minum Niken.


Niken meminumnya habis air itu.


"Hah.. lega. Maaf mas aku lapar sekali begini..


hihihi. "Niken nyengir.


Gio menggeleng kan kepala nya,


'Wanita unik. '


"Kamu mau bilang apa, katakan pada ku Akan ku dengarkan hem." Ucap Gio.


"Itu mas, ada hal yang aku gak mengerti di buku ini, dan dosen menyuruh ku menggarap nya. " Niken menunjukkan buku tebal yang ia bawa dari dalam ruang baca.


"Hem.. jadi kamu minta bantuan ku nih, tapi ada syaratnya. " Senyum jahat Gio.


'Syarat apa lagi yang ia mau berikan pada ku, kenapa perasaan ku gak enak ya. Ahhh biarlah yang penting mas Gio mau membantu, selama ini karena dia aku bisa menyelesaikan tugas dari dosen dengan baik.' Gumam Niken.


"Eh... Syarat nya apa, mas. Biasanya juga gak pakek syarat. " Sungut Niken


"Syarat nya, kamu harus mencium aku saat pagi sebelum berangkat kerja, dan sore setelah pulang kerja. " Syarat yang di ajukan Gio, menurut Niken masalah kecil.


"Oh.. oke, hanya itu saja. Aku tak masalah Aku bisa melakukan nya. " Ucap Niken percaya diri.


"Jangan senang dulu, itu syarat pertama. Masih ada syarat lainnya. " Gio menjitak dahi Niken.


"Auh, sakit mas. " Niken mengaduh.

__ADS_1


"Banyak sekali syarat nya. Apa lagi yang kedua mas syarat nya? " Tanya Niken lagi


"Ehmm.. aku pikir dulu nanti. Sekarang kita bahas mana hal yang kamu tak mengerti. " Gio menjelaskan tentang yang ia tau. Gio pria ideal untuk menjadi kekasih. Namun sikap mendominasi nya masih terdapat dalam dirinya,


Niken gadis yang polos masih mengangguk angguk di jelaskan perihal tentang materi yang ia tak mengerti.


Bak guru dan murid mereka saling melempar pertanyaan.


Dahi Niken merah hampir benjol karena di jitak oleh Gio terus-menerus Niken yang bermain-main ketika di jelas kan.


"Uh.. sakit mas, suka sekali menjitak ku sih." Mengelus dahinya yang merah karena ulah suaminya.


"Makanya jangan bermain-main jika di jelaskan. Atau jangan-jangan kamu kalau di kelas suka bermain-main makanya tak mengerti ketika dosen menjelaskan. " Rutuki Gio pada Niken


"Ya gak lah mas. mana berani aku main-main depan dosen. Ini kan mas Gio bukan dosen , jadi masak gak boleh main-main sama suami sendiri. " Niken memasang muka melas.


"Oh.. kamu mau main-main ya, sini main biar aku gelitiki kamu. " Gio menggelitiki Niken.


Hahahaha..


"Ah.. Geli mas. Jangan seperti ini..


hahaha.. " Niken tertawa kegelian.


Gio masih menggelitiki Niken.


"Sudah.. sudah mas.. Aku tak bisa menahan geli. " Niken memohon pada Gio agar berhenti menggelitiki nya.


Gio merasa puas, lalu menghentikan sikap jahilnya.


"Ternyata mas, bisa bercanda juga ya. " ucap Niken dengan lugas.


"Tentu saja. kakak mu saja suka jika di gelitiki begitu. " Tanpa sadar Gio membuat Niken murung, mengingat kan kembali masa lalunya dengan Adelia .


Niken terdiam, Gio menyadari ucapan nya membuat Niken kesal.


"Maksud ku bukan... " ucap nya di hentikan Niken


"Gak pa pa mas, aku tau. Gak semudah itu melupakan masa lalu mu. Kak Adelia memang wanita yang cantik dan menawan, pria mana pun tak akan bisa melupakan pesona nya. Hem aku sudah selesai mas. Aku mau istirahat. " Niken berlalu meninggalkan Gio di ruang baca menuju kamar.


dalam hati Niken. ' Mengapa aku bisa percaya ucapan pak Ujang tentang mas Gio. mana mungkin semua itu seorang pria yang sangat mencintai wanita yang hampir menjadi istrinya bisa melupakan nya dan menghawatirkan wanita lain, aku saja yang kepedean. ' Gumamnya masih kecewa.

__ADS_1


Gio hanya terdiam melihat istrinya yang semula senyum kini murung karena ucapan nya mengingat kan tentang kakak yang sudah membuat nya harus membayar perbuatan kakaknya yang tak tau diri itu.


"Kenapa Adelia masih ada dalam benak ku, sebenarnya kenapa mulut dan pikiran ku tidak singkron. " Gumam Gio menyalahkan diri sendiri.


__ADS_2