Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Tak pulang


__ADS_3

Sila berkunjung ke rumah Niken setelah mendengar cerita dari Rega, jika Gio di kantor marah-marah pada staf disana termasuk pada Rega.


Di waktu siang itu Sila sudah berada di rumah Niken, sedang bermain-main dengan Junior dan berbincang dengan Niken di teras halaman belakang.


"Tumben kak Sila siang-siang datang ke rumah, Memangnya kakak tak bekerja?" Tanya Niken pada Sila yang sedang memberi ASI ekslusif pada Junior.


"Gak kok. Hari ini kakak libur, soalnya kemarin udah ngejar deadline, jadi sekarang bisa nyantai, deh!" Jawab Sila


"Itu tet*k kamu gak sakit di sedot gitu ma Junior?" Tanya Sila ngilu melihat Niken yang sedang memberi ASI pada Junior.


"Ya kadang-kadang kalo di gigit sama Junior ya sakit juga perih,kak." Jawab Niken meringis


Keheningan sejenak.


Sila lalu teringat cerita Rega tentang Gio yang marah-marah di kantor.


"Ken. Kamu tau gak, kalo suamimu tadi di kantor marah-marah terus kerjaannya? Sampai-sampai Rega juga kena marah." Ujar Sila


"Aku gak tau tuh kak. Mungkin mereka semua melakukan kesalahan jadi suamiku marah-marah sama mereka." Ucap Niken


"Tapi... Rega bilang gak ada yang salah sama staf yang bekerja di sana. Dan anehnya gara-gara vas bunga Gio sampai membentak Rega. Sebenarnya suamimu habis sarapan apa kok bisa sampai begitu?" Ujar Sila


Niken mencerna cerita kakaknya. Sarapan dengan Gio tadi pagi tak ada yang aneh, bahkan Gio sangat lahap memakan nasi goreng yang ia buat.


Tapi semalam mas Gio tak di beri jatah kehangatan olehku, dan akhir-akhir ini memang jarang di sentuh. Apakah itu masalah nya, hingga membuatnya badmood di kantor dan memarahi semua staf di kantor.


"Sebentar ya kak! Aku mau nidurin Junior dulu." Niken bangkit dari duduknya dan menidurkan Junior yang tertidur dipangkuan nya ke tempat tidur. Mungkin karena kekenyangan meminum ASI hingga ia tertidur.


Setelah nya ia kembali duduk dan berbincang dengan kakaknya melanjutkan obrolan nya tadi.


"Em... Aku juga gak ngerti kak sama sikap mas Gio yang seperti itu, padahal pagi tadi dia sarapan dengan lahap kok. Atau... Apa karena semalam aku tak memberikan jatah padanya, ya? Jadi dia seperti itu." Ucap Niken berpikir keras.


Sila memasang muka penasaran maksudnya 'jatah' itu apa?


"Jatah?" Sila bermonolog.

__ADS_1


"He'eh... Semalam 'kan Junior rewel tuh dan aku gak bisa nemenin dia. Jadi kakak tau sendiri 'lah...." Ucap Niken mengangguk pada kakaknya.


"Oh... Gara-gara itu... Pantas saja suami-mu marah-marah di kantor. Hasratnya tak terpenuhi mungkin yang menyebabkan dia begitu." Sila ikut mengangguk.


Hem... Apa yang sedang terjadi di rumah membuat Gio sedikit frustasi karena Niken yang sekarang sulit untuk di sentuh setelah memiliki Junior.


Setiap malam saat dirinya ingin merasakan kehangatan Niken, selalu terhalang dengan tangisan Junior yang bangun di tengah malam.


"Aku malas untuk pulang. Sekarang Niken hanya memperdulikan Junior, dan aku sama sekali tak di pedulikannya." Gumam Gio berbicara sendiri.


Gio hari ini memutuskan tidak pulang ke rumah dan memilih tidur di kantor, suara cemas istrinya pun tak di hiraukan karena memang hasrat nya tak pernah di penuhi oleh Niken.


Niken menelpon Gio karena khawatir tak biasanya suaminya itu belum pulang, padahal jam kantor sudah selesai dari satu jam yang lalu.


Dunia telepon📱


"Mas... Ini sudah malam, kenapa tak pulang?" Suara Niken diseberang sana.


"Aku lembur hari ini aku gak pulang. Kamu makan malam lah sendiri aku sudah makan di luar tadi." Ucap Gio di sebrang sini yang berbohong soal lembur


"Iya." Jawab Gio singkat.


Gio lalu mematikan ponselnya begitu juga Niken.


Di ruangan kantor miliknya Rega menanyakan Gio kenapa tak bersiap untuk pulang sedangkan hari sudah mulai malam.


"Bos... Sudah malam begini kenapa tak pulang?" Tanya Rega.


"Aku malas untuk pulang. Kau pulang lah sana. Dan jangan tanya kenapa! Bukan urusanmu juga." Ucap Gio duduk di kursi berputar miliknya.


"Baiklah bos. Kalau begitu saya permisi pulang duluan." Ujar Rega lalu berpamitan pulang.


"Hem... Iya."


Di sisi lain Niken sudah tertidur pulas di samping Junior karena semalam anaknya itu rewel sekali karena di umur Junior yang sekarang sangat rentan terkena demam malam. Apalagi dia adalah anak yang terlahir prematur.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Gio merasakan lapar di perutnya.


"Aku lapar, Sebaiknya aku keluar untuk mencari makan malam." Gumam Gio lalu memakai jasnya dan keluar menuju restoran dekat kantor nya.


Gio duduk di salah satu bangku di restoran tersebut.


Dirinya tak tau jika ada seorang wanita yang memperhatikan nya dari jauh.


"Sepertinya dia sedang kesepian, aku sebaiknya pelan-pelan mendekati nya. Dan di lihat dari pakaiannya sepertinya dia cowok tajir." Ucap seorang wanita itu lalu mendekati Gio dengan cara yang sangat menggoda.


Wanita itu sengaja menjatuhkan diri ke pangkuan Gio dan dia bilang kakinya sedikit sakit.


"Aduh... Sakit!" Seorang wanita tiba-tiba berada di pangkuan Gio dengan menunjukkan belahan dadanya yang monthok pada pria itu. Membuat Gio menelan saliva nya susah. Godaan wanita itu di tepis oleh Gio mengingat Niken sedang menari dihatinya.


"Mbak...! Hati-hati jika berjalan! Jangan sembarangan jatuh ke pangkuan pria asing! Seperti wanita murahan saja!!" Sentak Gio pada wanita itu dan mendorong nya hingga berdiri.


"Iya... Maaf Mas... Soalnya sepatu hak saya ketinggian jadi saya susah buat berjalan." Ucap Wanita itu dengan nada kemayu.


"Kalau gak bisa pakek high heels lebih baik pakai sendal jepit saja! Mengganggu orang makan saja, Sekarang pergi dari hadapan ku!" Bentak Gio pada Wanita kemayu itu.


"Iya... Iya... Aku pergi! Galak amat sih...." Ucap Wanita itu lalu berjalan dengan kaki di hentakan dan melenggang pergi meninggalkan Gio.


"Heh... Aneh! Tadi dia bilang kakinya sakit tapi sekarang berjalan dengan cepat. Tak semudah itu kau menggoda ku wahai wanita murahan!" Gio bergumam dan melanjutkan makannya.


Gio tak mengetahui jika kejadian ia memangku wanita kemayu itu telah sengaja di potret oleh seseorang dan mengirimkannya pada Niken lewat pesan chat WA.


Semalam Niken belum melihat pesan itu. Setelah siang hari ia baru menyadari bila ponselnya telah dikirimkan pesan oleh nomor seseorang yang tak di kenal.


Poto itu juga tersebar di mading kantor perusahaan SB.


Niken sontak kaget melihat poto Gio sedang memangku seorang wanita.


Seketika kakinya lemas melihat poto wanita yang di pangkuan suaminya itu sangat seksi dan monthok,


"Apakah semalam kau tak pulang karena ini mas..."

__ADS_1


...****...


__ADS_2