
,
,
,
Tubuh Niken yang terbaring lemas di ranjang, mengigau sambil menangis, Gio yang mendapati istrinya mengigau mendekati ke tepi ranjang.
"Ayah ibu jahat.. aku salah apa yah, ibu.. hiks hiks! " Tersedu sedu Saat masih tertidur
"Niken, apa yang sebenarnya terjadi pada mu, mengapa kamu begitu menderita begini, apa yang kau alami di dalam keluarga mu. Aku bahkan tak sempat menghukum mu, namun hati mu begitu lemah." Gumam Gio yang menatap lekat wajah Niken yang penuh peluh dan air mata lalu mengusap nya lembut.
"Gadis ini membuat ku merasakan getaran yang sangat menderu di hati ku,
akankah aku kembali merasakan cinta yang pernah hilang bersama Adelia. " Gio menepis rasa itu
"Tidak.. tidak mungkin aku jatuh cinta pada adik seorang penghianat seperti Dia. " Gio beranjak dari duduk nya.
Niken mendengar ucapan Gio, hanya meneteskan air mata yang tak di sadari Gio, karena Ia sudah keluar kamar.
'Aku memang adik penghianat mas, tapi aku bukan penghianat itu. ' Merana hati Niken.
,
Hasil tes menunjukkan bahwa benar Niken mengalami Depresi ringan.
Namun tidak di anggap sepele oleh Gio. Ia semakin protect terhadap Niken.
Sama sekali tak melakukan hal yang membuat Niken sedih.
Ia membiarkan Gadis itu menjalankan hidup nya seperti semula saat belum menikah dengan Gio.
Karena perawatan yang terbaik di berikan oleh Gio membuat Niken pulih dari depresi nya dengan cepat hanya dalam waktu beberapa hari saja.
Hanya itu keinginan Niken untuk melanjutkan kuliah nya, yang tadi nya Gio tak mengizinkan,
sekarang malah di dukung.
"Jika kau ingin kuliah, tunggu kamu benar-benar pulih, " Tegas nya Gio
"Aku sudah sehat, mas.
Dan apa maksud mas Gio berkata begitu memperbolehkan aku untuk kuliah kembali kah? " Tanya nya dengan mata berbinar membuat Gio salfok.
"Ekhem... iya.
Aku mengizinkan mu untuk kuliah kembali, namun kamu harus membuktikan kamu layak untuk menjadi wanita yang bisa di banggakan. " Ucap Gio tegas
"Iya, aku mengerti mas. " Patuh dan setengah Membungkuk . Perasaan Niken yang bahagia terlihat memancar dengan senyuman yang mengembang, Gio yang curi curi pandang,
'Mengapa Dia menggemaskan sekali' Gumam hati Gio gemas melihat keimutan istrinya namun tetap dengan gaya cool nya.
__ADS_1
,
,
Siang itu orang tua Gio mendatangi kediaman anaknya, Mendengar kabar bahwa putri kesayangan besannya Adelia itu telah di kurung oleh putranya.
Tong ting
Suara bel
Pelayan membuka pintu.
"Eh, Tuan besar dan nyonya, " Sapa Pelayan
"Gio mana bi? " Tanya bu meli
"Tuan muda ada di ruang kerjanya nyonya. " Jawab Pelayan
"Kamu boleh pergi. " Titah pak Handoko pada pelayan.
"Baik, tuan besar! " Mematuhi perintah tuannya
Pak Handoko dan juga Bu Meli telah mengetahui tentang Gio yang menyekap Adelia juga kekasihnya,
Hari itu Orang tua Gio ingin meminta Gio memberi kejelasan tentang perbuatan nya terhadap keluarga Niken.
Semenjak Niken menikah dengan Gio, kehidupan keluarga Niken semakin terpuruk kala itu orang tua Niken mengetahui akan penyekapan Adelia, Namun mereka tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong putri kesayangan nya di keluarga pak Joko, karena sampai itu terjadi perusahaan keluarga Niken akan hancur bila pak Joko bersikeras untuk menolong Adelia.
Dengan pikiran yang tak munafik,separuh hati pak Joko memang menyadari kesalahan putrinya yang kabur dari acara pernikahan, hingga harus mengorbankan adiknya untuk menggantikannya menikah dengan calon suami nya.
Gio sudah menyambut kedatangan orang tuanya.
"Ayah ibu.. " Menyapa dengan nada dingin ❄
"Gio. Ayah ingin berbicara pada mu tentang hal serius. " orang tua itu Duduk di atas sofa yang berada di ruangan tersebut,.
"Katakan saja, apa yang ingin ayah dan ibu katakan pada ku? " Ucapnya santai
"Apa kamu tau, perbuatan mu ini melanggar hukum nak.? " Tanya ibu menasehati
"Aku tau bu, yah.
Tapi aku hanya ingin membuat mereka jera." Seakan tau duduk masalah yang orang tuanya maksud
"Tapi ini sudah keterlaluan, Gio. Bersikap lah dewasa, kau kan sudah mendapatkan Niken gadis yang baik. Hentikan perbuatan mu itu, jangan membuat keluarga kita menjadi jahat di pandangan orang lain. " Tutur ibu Meli yang tak di indah kan oleh Gio
"Tidak semudah itu bu. Aku tak perduli dengan pandangan orang lain, yang ku tau mereka semua itu yang jahat, keluarga Adelia juga kejam. " Tegasnya.
"Sudah ku bilang kan bu, Anak mu ini keras kepala, untuk apa kita susah susah memberi tahukannya. " ucap Ayah pada ibu.
"Tapi, yah.. " Ayah menggenggam jemari ibu, seakan tahu maksud ayah, dan ibu mengerti.
__ADS_1
"Baik lah, Gio. Ibu dan Ayah tidak akan ikut campur ulah mu ini lagi.
Tapi ibu ingin bertemu dengan Niken, Dimana dia? " Tanya ibu
"Niken.. Niken ada di kamar sedang istirahat, sebaik nya kalian tidak mengganggu dia. " Gio yang menyembunyikan keadaan Niken.
"Ya sudah jika Niken sedang istirahat kita kembali pulang dulu , kapan kapan ajak Niken ke rumah utama. " Titah Pak Handoko
"Iya, yah. kalian hati hati. " Patuh
Orang tua Gio berlalu,
"Maaf kan aku ayah ibu, jika Niken yang mengatakan hentikan, maka akan ku hentikan penyiksaan ku terhadap keluarga pak Joko. Namun seperti nya sulit juga bagi Niken untuk memaafkan." Gumam Gio berlalu kembali ke ruang kantor nya.
Di dalam mobil Orang tua Gio duduk di kursi belakang.
"Yah, kenapa kamu menghentikan aku untuk menasehati Gio? " Tanya bu meli pada suaminya
"Apa kau tak tau, bu. Terlihat kekhawatiran di mata Gio, seperti ada yang di sembunyikan sesuatu dari kita. " Jelas Pak Handoko
"eh.. Seperti nya iya yah. Apa yang sebenarnya di sembunyikan anak kita itu ya, yah.? " Ibu Meli yang gusar bersender pada bahu pak Handoko suaminya
"Ayah juga tak tau bu. kita doakan yang terbaik untuk anak kita juga menantu kita itu, agar mereka selalu baik-baik saja. " Mengusap lembut pucuk rambut ibu meli istrinya.
Ibu hanya mengangguk.
Di rumah Gio, tepat nya di kamar Gio.
"Mas..! " Teriak Niken suara nya yang menggelegar membuat penghuni rumah itu berlari menuju asal suara.
"Oh.. tolong aku tolong..! " Teriaknya Niken kembali.
Gio menghampiri istrinya yang tengah teriak teriak tak jelas.
"Ada apa Niken! " Deru panggil istrinya
"Mas.. tolong aku..! " Berlari menghampiri Gio dengan menangis.
Pelayan yang heran dengan tingkah nyonya nya.
"Ada apa dengan nyonya, mengapa teriak teriak begitu.? " Tanya pelayan yang tiba tiba muncul.
Sedangkan Gio hanya bingung dan tak habis pikir wanita seperti Niken bisa bersuara keras seperti itu.
,.
...----------------...
...----------------...
...****************...
__ADS_1
,
, * Terus dukung karya aku ya kawan kawan*