Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Jengah


__ADS_3

Mobil hitam plat BE sedang melajukan mobilnya membelah jalan raya di kota, di dalam mobil itu ada seorang yang tengah meronta-ronta ingin melepaskan diri dari ikatan yang melilit di tangannya.


Membuat mobil yang melaju sedikit bergoyang-goyang di jalanan.


"Cepat lepaskan aku!! " Teriak pria itu yang lengannya masih terikat.


Dengan sekuat tenaga ingin melepaskan diri namun tak bisa.


"Siapa kalian!!! Kemana kalian akan membawaku!?" Pria itu terus berteriak dan membuat kesal hingga mulutnya di sumpal dengan kain dan kepalanya di tutupi dengan topeng oleh pria bertubuh kekar yang mengapit tubuhnya.


"Heh...! Tuan Kami takkan seenaknya sendiri jika kau tak membuat ulah!" Ucap Seorang pria kekar itu.


Yeah... Pria yang di sumpal mulutnya adalah Rendra yang memang sudah di tangkap oleh anak buah Rega untuk di serahkan pada Gio.


Dan saat ini mereka sedang menuju kediaman Gio atas perintahnya.


Agar Rendra menjelaskan kejadian sebenarnya pada Niken supaya tak salah faham lagi.


Rega mendapatkan kabar dari anak buahnya melewati Ponselnya.


Dunia 📞


"Bos... Kami sudah dalam perjalanan membawa Rendra ke kediaman tuan Gio." Ucap Pria kekar itu pada benda pipih di telinganya.


"Oke... Aku juga akan segera ke sana menyusul kalian." Ucap Rega di seberang sana.


"Baik, Bos."


Ponsel di matikan masing-masing.


"Rendra,,, Habis kau sekarang" Gumam Rega


Percakapan Rega di ponsel terdengar oleh Sisi yang sedang berdiri di hadapan Rega. Sisi penasaran sekali apa yang sedang ia bicarakan terdengar nama Rendra yang membuatnya ingin sekali mengetahuinya.


"Kenapa kau menatap ku begitu?" Tanya Rega menautkan kedua alisnya karena Sisi melihatnya dengan wajah penasaran.


"Maaf, Pak. Saya tadi menguping , dan mendengar nama Rendra. Memangnya apa yang akan anda lakukan padanya?" Tanya Sisi dengan wajah terlihat khawatir.


"Kenapa sepertinya aku melihat butiran cinta di matamu saat mengucapkan nama Rendra?" Rega memberikan pertanyaan balik pada Sisi yang kini wajahnya mulai memerah.


"Bisakah, Pak Rega menjawab pertanyaan saya, bukan malah bertanya balik begitu." Sisi dengan mukanya mulai memerah karena di ledeki Rega.


"Katakan saja jika kau menyukai Rendra,


kau bisa ikut dengan ku jika kau ingin melihat apa yang akan di lakukan Tuan Gio pada Rendra." Ajak Rega pada Sisi untuk ikut dengan nya


"Apakah boleh?" Terlihat wajah Sisi berbinar-binar.


"Tentu saja. Jam kantor juga sebentar lagi habis. Kau bisa ikut aku ke rumah Tuan Gio."


"Baiklah, Pak. Jika di perbolehkan saya akan ikut." Ucap Sisi bersemangat.

__ADS_1


Rega dan Sisi lalu meluncur ke rumah Gio menggunakan mobil Rega.


Di dalam mobil


"Anu pak. Soal aku suka sama Rendra itu..." Ucapan Sisi dihentikan oleh Rega.


"Sudah... Gak usah malu begitu. Setiap orang bisa merasakan namanya jatuh cinta. Jadi santai saja." Ucap Rega.


'Ku pikir Pak Rega orang nya kaku dan kejam, ternyata dia juga bisa baik pada bawahannya. Pantas tuan Gio begitu mempercayakan semua padanya.' Batin Sisi mengagumi sikap Rega


Di lain sisi,,,


Gio sudah menantikan kedatangan mereka.


Niken sudah duduk di teras depan begitu pula dengan Gio.


Seorang pria membawa Rendra kehadapan Gio dan Niken dengan masih memakaikan topeng di wajah Rendra..


Niken terkejut melihatnya. Menatap tajam Gio yang berada di samping nya.


"Siapa dia Mas? Kenapa bisa kau melakukan hal yang sama lagi padanya seperti pada Anton waktu itu!" Niken yang masih tak mengetahui jika yang di balik topeng adalah Rendra lalu mengingat kembali di masa Anton kekasih Adelia kakaknya yang waktu itu juga di tangkap dan di sakiti oleh Gio.


"Kau jangan marah dulu. Dia adalah orang yang membuat kita bertengkar seharian ini." Ujarnya dengan wajah datarnya.


"Benarkah?" Pertanyaan Niken tak mendapatkan jawaban dari Gio.


Selang beberapa menit Rega dan Sisi juga sudah sampai di rumah Gio.


Brugh...


Pria bertopeng itu di biarkan terduduk di lantai sedikit di dorong oleh orang yang berdiri tegak di belakang nya.


" Rega! Sisi! Kemari Kalian! dan Cepat buka topeng nya!" Titah Gio menyuruh membuka topeng yang di pakaikan pada Rendra.


"Siapa pria itu, pak. Sepertinya aku mengenalinya," Bisik Sisi yang berdiri di belakang Rega.


"Jika kau penasaran, bukalah seperti perintah tuan Gio." Ujar Rega


Dengan sedikit takut Sisi mendekati pria yang di tutupi topeng itu berniat membuka topeng nya seperti perintah Gio padanya.


Dalam benaknya, ia merasa sedikit takut, bagaimana jika pria bertopeng itu mukanya jelek dan menakutkan.


Sedikit gemetaran Sisi membukanya pelan.


Setelah ia menyingkap topeng itu, Sisi terkejut setengah hidup, Orang yang ia sukai yang tengah teraniaya.


"Rendra!" Sisi terkejut dengan mulut ternganga yang tertutup oleh kedua tangannya.


Niken juga tak kalah terkejut pria itu adalah Rendra.


Sisi menatap tajam Rega dan bergantian melihat Rendra yang mulutnya masih tersumpal kain.

__ADS_1


"E... e... e... " Bahasa mulutnya yang tersumpal tak terpahami sama sekali.


Sisi kasihan melihat Rendra begitu. Ingin melepaskan kain yang tersumpal di mulut pria kesukaan nya itu, namun sedikit takut karena Gio belum memerintah nya.


"Bukalah penyumpal mulutnya itu, Dan biarkan dia berbicara sesuka hatinya." Titah Gio kembali menyuruh Sisi .


"Baik, bos." Kembali tangan Sisi gemetar membuka sumpal yang berada di mulut Rendra.


'Cepat ambil sumpal di mulut ku ini bodoh! Aku sudah merasakan sakit di rahangku!' Umpat Rendra dalam batin pada Sisi.


Rendra melotot melihat Sisi.


'Dasar pria bodoh! Kenapa kau membuat dirimu menjadi sulit sendiri sekarang.' Sisi juga mengumpat Rendra dalam hati.


Sisi sudah melepaskan sumpalan dalam mulut Rendra.


Rendra menggerakkan rahangnya yang sakit.


"Bagaimana rasanya, Sakit? Hah!" Bentak Gio pada Rendra.


"Cuih!


Dasar tukang menindas orang!" Umpat Rendra dan meludah ke samping padahal Gio tengah berdiri dihadapannya.


Pria muda ini sungguh memiliki nyali yang besar untuk menantang Bos besar seperti Gio. Gio menahan amarahnya.


Sementara Niken sudah jengah dengan sifat Rendra yang keras kepala.


Rega masih di mode memperhatikan sikap Rendra pada bos-nya.


Dan Sisi melongo melihat nyali besar milik pria kesukaannya itu.


"Dasar anak ingusan tak tau di untung!" Ucap Gio kesal pada Rendra


"Kau tau kenapa bisa di bawa kemari oleh anak buah ku ini, Hah!" Sambungnya dengan bentakan.


"Heh... Aku sudah tau saat aku sampai di rumah mu ini jadi tak perlu kau bertanya lagi." Ucap Rendra dengan nada tinggi.


Gio sudah tak tahan dengan sikap angkuh Rendra, kepalan tangannya kini sudah mendarat di pipi dan perut Rendra.


Bugh...


Bugh...


Niken dan Sisi melongo melihat nya. Sisi tiba-tiba merasa iba dan meminta agar Gio menghentikan pukulannya pada Rendra.


"Sudah, tuan Gio. Cukup! Kasihan Rendra." Ucap Sisi memohon.


Gio menautkan kedua alisnya tak percaya melihat sekertaris nya membantu Rendra dan menghentikan pukulannya karena Sisi sudah menghalangi tubuh Rendra sebelum di pukul nya lagi.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2