Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Kehancuran Adelia


__ADS_3

Di USA Adelia melanjutkan hidup baru nya bersama Anton, mereka bertahan hidup dengan menggunakan uang yang di transfer oleh ayah Adelia. Setiap bulan pak Joko mengirimkan uang permintaan dari Adelia, anak kesayangan pak Joko itu melanjutkan kuliah nya di luar negeri , hanya Anton tak mau kuliah, ia memilih bekerja sebagai bar tender di salah satu diskotik. Tak mau memanfaatkan orang tua Adelia berlebihan.


Malam itu Adelia menemui Anton di tempat kerjanya.


"Hai, Sayang.! " Sapa Adelia menghampiri Anton yang sedang menemani pelanggan.


"Excuse me ladies and gentlemen, please enjoy your drink,I'm going to meet someone (Permisi tuan dan nyonya, silahkan menikmati minumannya, aku akan menemui seseorang)." Ucap Anton sembari meletakkan nampan berisi sebotol wine dan dua gelas di atas meja pelanggan yang sudah datang berpamitan , lalu menghampiri kekasih nya.


Dijawab anggukkan oleh kedua pelanggannya.


"Hai Adelia. Ada apa kamu kesini? " tanya Anton pada Adelia yang biasanya tak pernah menemui di tempat kerjanya.


"Memang nya aku tak boleh menemui kekasih ku sendiri, aku rindu pada mu, Anton." Adelia bergelayut pada lengan Anton. Anton melepaskan pelukan tangan Adelia,


"Iya, tapi aku sedang melayani pelanggan. Jika bos tau aku mengobrol dengan mu, aku nanti akan di pecat. " Anton memberi pengertian pada Adelia .


Adelia menunjukan muka cemberut. Ia kecewa kekasih nya tak mengindahkan kedatangan nya. Lalu ia memutuskan untuk pulang. Tanpa khawatir dan mencegah Adelia pulang sendiri, Anton mengabaikan Adelia.


Tapi waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, sebenarnya tidak baik bagi seorang wanita pulang sendiri ke apartemen, apalagi Adelia baru keluar dari diskotik.


Adelia pulang dengan jalan kaki, ia menapaki jalan setapak menuju apartemen nya.


Gang yang ia lalui begitu sepi, mobil taksi juga tak lewat. Pakaian yang begitu seksi menarik perhatian pemuda yang melihat bentuk tubuh Adelia.


"Hi girl. Where are, we going here with us? (Hai, gadis. Mau kemana, sini kami temani) " Tiga orang pria mendekati Adelia sambil membawa botol miras akan melecehkan Adelia.


"You guys don't come near me!! Go, I want to go home!(Kalian jangan dekat dekat dengan ku!!Pergi, Aku ingin pulang! )" Teriak Adelia lalu mendorong keras tubuh salah satu pria itu yang hampir menyentuh dada nya.


"Come on girl, we'll take you home, you're so beautiful and sexy.. hehehe(Ayolah gadis, kita temani kamu pulang, kamu sangat cantik dan seksi.. he he he.)" senyuman penuh nafsu.


"Come on, don't pretend to sell expnsively to us, you're just like a prostitute.(Ayolah.. jangan sok jual mahal, kau sama saja dengan pelacur.)" Ucap salah satu di antara pemuda itu dan merobek baju bagian atas milik Adelia, dua bongkahan kenyal milik Adelia pun terlihat.


"Not!! Let me go... Don't bother me...Help! Help! (Tidak!! lepaskan aku... Jangan ganggu aku.. Tolong! Tolong!)" Niken meronta-ronta meminta tolong kala kedua lengannya di pegang oleh dua orang pemuda itu, sedangkan yang satu lagi mencumbu Adelia.


Dengan kekuatan Adelia melawan tiga pria ia tak sanggup melepaskan diri, Adelia hanya pasrah karena tak ada satu orang pun yang menolong nya. Tubuh Adelia di nikmati bergantian oleh tiga pemuda itu.

__ADS_1


Adelia menangis merasakan sakit di bagian vital nya. Setelah tiga pemuda bejat itu puas menikmati tubuh Adelia, mereka meninggalkan Adelia di pinggir jalan dengan baju yang sebagian sobek karena ulah mereka.


"Come on guys. Let's leave this woman I'm satisfied to enjoy and fell this girl's body.(Ayo, Teman-teman, kita tinggalkan wanita ini, aku sudah puas menikmati dan merasakan tubuh gadis ini. )" Ucap salah satu pemuda mengajak pergi dari tempat nya merusak hidup Adelia.


Tiga pemuda itu pergi meninggalkan Adelia sendirian,


Setelah itu teriakan Adelia menggema.


"Ahhh... aku jijik dengan tubuh ku!!! " Adelia menangis sambil bersimpuh di tanah, memukul-mukul tubuhnya sendiri mengingat kejadian itu ia merasakan hidupnya telah hancur.


"Mengapa semua ini terjadi! Tuhan... Aku benci diri ku sendiri!! " Adelia terus merutuki diri sendiri.


Adelia pulang dengan berjalan tertatih-tatih, baju compang-camping dan air mata yang tak henti nya menetes.


Waktu menunjukan pukul 01.30 jam kerja Anton sudah selesai, lalu pulang menuju apartemen dengan berjalan.


Sewaktu di jalan, Anton mendengar tiga pemuda mabuk membicarakan seorang wanita yang telah di setubuhi mereka.


Ciri-ciri wanita itu mirip sekali dengan Adelia.


Saat di gang tempat Adelia di perkosa juga jalan yang sama arah pulang ke apartemen mereka berdua, Anton menemukan gelang milik Adelia yang pernah ia berikan belum lama ini. Anton memungut gelang itu memastikan apakah benar milik Adelia."Ini memang benar gelang punya Adelia yang ku berikan kemarin. Jika benar, berarti Niken.. " Anton lalu berlari kencang menuju tempat nya tinggal bersama Adelia.


Setelah lelah berlari ia sampai di apartemen, ia membuka pintu menggunakan id card. Anton melihat sekeliling kamar tak menemukan Adelia, lalu ia mendengar gemercik air dari balik kamar mandi.


Kamar mandi yang terkunci, terpaksa Anton mencari kunci cadangan untuk membuka nya yang berada di laci kamar. Setelah itu pintu kamar mandi terbuka. Di temukan nya darah mengalir dari lengan Adelia. Pisau yang masih menancap di perut dan goresan di lengan , Anton terkejut bukan main, ia ketakutan, lalu mengecek pernapasan Adelia lewat hidung. Masih ada nafas yang tersengal dari hidung Adelia. Segera Anton menelpon panggilan darurat.


Lima menit kemudian ambulans datang membawa Adelia ke rumah sakit.


Anton mondar mandir di depan pintu UGD rumah sakit , mencemaskan keadaan Adelia yang kritis. "Bodoh bodoh... kamu Anton. Kenapa kamu membiarkan Adelia pulang sendirian. Dasar bodoh, bagaimana aku menjelaskan keadaan Adelia kepada orang tuanya sekarang. " Anton berpikir keras, berharap Kekasihnya itu baik-baik saja.


Setelah beberapa jam kemudian.


Seorang dokter keluar dari ruangan dimana Adelia di beri pertolongan.


"How is my girlfriend doc, is he okay now? (Bagaimana keadaan pacar saya dok, apakah dia baik-baik saja sekarang?) " Tanya Anton pada dokter tersebut.

__ADS_1


"He still hasn't woken up from his coma due to the anesthetic we used on the operating table, he's just gone through a critical period right now. 1 or 2 days he will wake up from his coma. (Dia masih belum bangun dari komanya karena obat bius yang kami gunakan di meja operasi, dia baru saja melewati masa krisis nya sekarang. 1atau 2 hari dia akan bangun dari koma) " Ucap dokter menjelaskan keadaan Adelia.


Luka di bagian perut memang cukup dalam membuat dokter harus mengoperasi Adelia waktu itu juga, pisau yang masih menancap, memang operasi adalah tindakan nya.


"Thanks, doc. " Ucap Anton merasa lega keadaan Adelia masih tertolong, meskipun belum sadar, namun Anton merasa sedikit lega.


"Alright. Excuse me, I still have another patient to deal with. ( Baiklah, permisi saya masih memiliki pasien lain yang harus di tangani)" Ucap nya lalu melewati Anton.


Anton terduduk di kursi tunggu.


Pintu IGD terbuka, Perawat memindahkan Adelia ke ruang rawat, Anton mengikuti langkah suster yang membawa Adelia dengan ranjang rawat.


Tak terasa pagi menjelang, fajar menyingsing. Anton merasa lelah, semalaman ia tak tidur, melihat sofa di sebelah ranjang pasien milik Adelia, Anton merebahkan tubuh nya di sana.


Terlelap dalam kantuknya mata. Entah apa yang akan terjadi nanti bila orang tua Adelia tau kondisi anak kesayangan nya seperti ini sekarang. Dalam benak Anton hanya menyalahkan diri sendiri.


Sementara di Tanah Air, tepat nya di rumah Gionino. Niken yang masih kesal dengan suaminya itu, masih tak mau berbicara saat sarapan pagi di depan meja makan.


Gio yang melihat istri nya sedang cemberut, menggoda nya dengan kedipan mata saat Niken melirik sekilas suaminya.


"Cih.. " Ucap Niken mendecih sebal.


'Malas aku mas bicara sama kamu, persetan dengan persyaratan mu kemarin. ' batin Niken


"Kamu masih marah pada ku soal semalam kan? Katakan saja apa mau mu.. pasti aku turuti. " Ucap Gio menatap wajah masam istri nya.


Niken tak memedulikan ucapan Gio. Ia malah beranjak dari duduk nya menuju halaman rumah. Ia meminta pak Ujang yang mengantarkan nya ke kampus.


Tadinya pak Ujang menolak, takut di marah pak bos karena tanpa perintah Gio tidak semudah itu menyetujui keinginan Niken, namun mendapatkan isyarat dari tuannya, Gio menganggukkan kepala tanda pak Ujang di perbolehkan mengantarkan Niken ke kampus. Tak ingin menambah kekesalan Niken terhadap nya. Lalu dengan cepat pak Ujang menurut perintah bos nya.


Gio memperhatikan istrinya pergi, Ia lalu bersiap di antar Rega menuju kantor.


Didalam mobil Gio terus merenung kan kesalahan nya.


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2