Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Kembali membawa pertikaian


__ADS_3

Rendra adalah pria yang menyukai Niken orang yang paling dibenci oleh Gio, karena ia berani terang-terangan mendekati Niken waktu itu, sampai dia dikirim keluar Negri oleh kedua orang tuanya atas perintah Gio. Saat ini ia kembali lagi ke tanah air untuk menghadiri pernikahan saudaranya.


Namun tak di sangka setelah sekian lama tak berjumpa dengan Niken, Ia malah melihat wanita yang di cintainya itu bahkan tengah di sakiti oleh Gio.


"Hei... Gio! Kita bertemu lagi!" Seru Rendra.


Gio menyincingkan kedua matanya melihat ternyata Rendra yang mendorong nya hingga tersungkur


"Heh...! Dasar Anak ingusan! Bukankah kau sudah kirim keluar Negri oleh orang tuamu, Kenapa kau bisa ada di hadapan ku sekarang?!" Gio Membenarkan berdirinya dan berkata dengan wajah bengis


"Aku meninggalkan Negri ini itu semua gara-gara kamu mengancam orang tuaku!" Seru Rendra


Niken terpaku melihat kedua pria itu beradu mulut.


"Maksudnya apa ini Mas!? Rendra bilang kau yang menyebabkan dia dikirim keluar Negri, Apa itu benar?" Niken bertanya pada Gio


" Sebelum berangkat ke bandara aku mengirim pesan padamu.Apa kau tak menerima pesan WA dariku?" Ucap Rendra


"Ha-ha-ha, Niken takkan tau pesanmu padanya. Karena aku sudah menghapus nya sebelum dia membacanya." Gio tertawa terbahak-bahak namun masih ada kekesalan dihati nya. Ia terpaksa mengatakan itu karena sudah kepalang tanggung.


"Kau menghapus nya?!" Rendra terhenyak mendengar ucapan Gio.


"Kau terlalu kekanak-kanakan, Mas." Ucap Niken


" Heh... Aku tak suka kamu memiliki teman pria, Dan karena itu aku menyuruh orang tua Rendra mengusir nya jauh keluar Negri, jika tidak, perusahaan Pak Kuncoro akan hancur di tangan ku! Apa lagi dia itu menyukaimu Niken!" Ucap Gio penuh amarah.


"Kejam sekali kau mas! Mengancam orang lain untuk kepuasan mu sendiri!" Ucap Niken tak percaya suaminya bisa memiliki sifat buruk itu.


"Kenapa? Kau tak suka anak ingusanmu itu aku buang keluar Negri, Kau akan marah pada ku, Hah. Atau kau mulai menyukai anak Ingusan itu, IYA?!" Gio masih dalam ketegangan tingginya.


"Bicara apa kamu ini, Mas... Kenapa kau bicara seolah-olah aku ini berselingkuh, Suami macam apa yang menuduh istrinya tanpa bukti?! " Niken mulai jengah dengan ucapan suaminya yang menuduh nya menyukai Rendra.


"Karena kau terus membela anak ingusan itu!" Seru Gio


"Hentikan ucapan mu dan jangan memanggilku anak ingusan!" Rendra menarik kerah baju Gio tersulut emosi karena Gio yang terus memanggilnya 'anak Ingusan'.

__ADS_1


"Kau memang anak ingusan tak tau diri!" Seru Gio dengan kepalan tangannya yang di arahkan pada Rendra


Bugh.


bugh.


bugh


Mereka berdua adu jotos. Rendra kalah telak hingga tersungkur berkali-kali dan bangkit lagi.


"Sudah Hentikan! Jangan berkelahi!!" Ucap Niken berusaha melerai perkelahian itu. Namun alhasil ia malah terkena tinjuan dari Gio karena menghadang agar tak terus memukul Rendra.


Bugh...


"Aw... Sakit!" Teriak Niken karena sebelah pipinya lebam terkena tinjuan Gio, maksud hati meninju Rendra, namun karena dihadang oleh Niken tak sengaja mengenainya.


"Kau menyakiti, Niken!!!" Seru Rendra menopang tubuh Niken yang hampir tersungkur.


"Niken, Kenapa kau menghadang ku tuk memukul Dia! Kau malah membela pria itu ketimbang aku!" Bukannya bersalah karena memukul Niken. Tapi ia malah menyalahkan Niken dan kembali menuduhnya yang bukan-bukan.


Gio mulai berpikir dengan yang di lontarkan istrinya. Ia begitu lupa dengan tujuannya awal adalah untuk mencari keberadaan Junior yang tengah di culik, Ia malah marah-marah tak jelas pada istrinya dan pada Rendra karena cemburu buta


Suasana yang memanas mulai dingin terkena terpaan angin yang lewat.


Gio menghembuskan nafasnya kasar.


"Kau benar. Seharusnya kita mencari anak kita sekarang, bukan malah bertengkar tak jelas begini." Ucap Gio menyadari kesalahannya.


"Ayo kita cari anak kita lagi Niken." Ajak Gio ingin merengkuh Niken namun ditolak olehnya.


"Maaf, Mas. Aku gak mau ikut kamu. Sebaiknya kita mencari Junior sendiri-sendiri." Ucap Niken yang sedikit takut dengan Gio.


"Terserah kau saja! " Gio pergi begitu saja dengan perasaan kesalnya karena Niken menolak pergi dengan nya, ia tak ingin memaksa Niken lagi dan menyakiti nya kembali.


Gio memasuki mobilnya dan membanting keras untuk menutup nya.

__ADS_1


Brakk...


Niken sedikit terkejut dengan tingkah suaminya itu.


Rendra berusaha mendekati Niken yang tengah memegangi pipinya yang sakit.


"Apa Kau baik-baik saja, Niken?" Tanya Rendra mengkhawatirkan Niken.


"Aku tak apa-apa, Kau lanjutkan saja perjalanan mu, Aku ingin mencari anakku." Ucap Niken menyuruhnya pergi.


"Aku takkan membiarkan mu sendiri disini. Dengan kondisi mu yang seperti ini. Sebaiknya kita obati lukamu sekarang." Ucap Rendra


"Gak bisa. Aku harus mencari anakku sekarang" Ucap Niken berusaha menolak kebaikan Rendra


"Kita obati lukamu dulu dan aku akan membantumu mencari nya nanti" Ucap Rendra berusaha membujuk dan mengajaknya duduk di bangku tepi jalan Dan membuka tas yang ia bawa berisi obat untuk mengobati luka Niken.


Rendra mulai mengoleskan obat pada luka Niken. Dipasang kan plester pada bagian dahi yang memar.


Rendra pria yang lembut, Sentuhan nya sampai tak terasa di luka Niken yang sakit.


Niken membayangkan bahwa kelembutan itu adalah sentuhan Gio. Namun setelah disadari bukanlah suaminya ia menghentikan bayangan nya dan berhenti menatap Rendra.


Setelah nya Mereka lalu berboncengan untuk mencari Junior. Rendra senang sekali bisa membantu Niken wanita yang ia cintai.


'Salahmu sendiri Gio, kau telah melakukan kesalahan yang fatal, membuat Niken kecewa. Bukan salahku jika aku memungut nya darimu.' Batin Rendra penuh kemenangan.


Berbeda dengan perasaan Niken sekarang. Ia sangat hancur, Anak semata wayang nya belum diketemukan malah sekarang suaminya menjadi emosian dan kasar.


Rumah tangga yang rumit untuk di jalani jika di dalamnya penuh dengan kecurigaan dan tanpa kepercayaan.


*Rendra,cinta memang tak memandang siapa yang kau cintai, tapi kekeliruan mu adalah mencintai milik orang lain.


Gio, jangan menjadi kan emosi mu untuk menyelesaikan masalah.


Niken mengapa kau tak bisa sedikit saja lebih waspada, kecerobohan mu melebihi batas maksimal.*

__ADS_1


...****...


__ADS_2