Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Foto


__ADS_3

Setelah melihat pesan di ponselnya Niken terduduk lesu memandangi anaknya yang tengah tidur siang."Apakah semalam kau tak pulang karena ini mas..."


Niken gelisah dan tak percaya , Ia bingung harus berbuat apa? Akankah dia mempercayai poto itu, atau ia buang jauh-jauh pikiran kotor nya. Tapi bukti Gio berselingkuh itu terlihat nyata.


"Hiks... Hiks... Kamu tega mas..." Niken tersedu-sedu


"Memang aku kurang besar dan seksoy... Tapi... Huwa... Mas Gio jahat!" Niken semakin kencang menangis. Membuat Junior terbangun dari tidurnya.


Sementara di kantor SB, foto di mading sudah di lihat Staf di sana membicarakan Gio yang semalam memangku wanita yang ternyata wanita itu adalah wanita malam/'PSK' yang suka mendekati pria gagah seperti Gio. Apalagi waktu itu Gio sedang duduk sendirian di restoran dan waktu itu juga sudah malam. Sungguh kesempatan terbaik untuk mendapatkan mangsa.


Tapi Gio bukanlah pria yang mudah tergoda. Nyatanya ia segera mendorong wanita itu setelah ia mendapatkan pangkuan Gio.


Namun tidak di sangka Rendra tak sengaja melewati restoran tempat Gio makan semalam.


Melihat Gio yang sedang di ganggu oleh wanita murahan itu dan memangkunya menjadi kesempatan Rendra untuk memotret menggunakan ponsel dan mengirimkan pada Niken lalu menyebarkannya di perusahaan Gio, itu semua sudah bisa menghancurkan kepercayaan Niken dan menjadi aib bagi Gio.


"Bagus!! Lihat saja pembalasan ku Gio. Kau pasti habis sekarang!" Gumam Rendra dengan senyuman jahatnya.


Gio yang masih terlelap di ruangan kantor nya, tak mengetahui jika dirinya tengah jadi gunjingan orang-orang yang berada di kantor nya


Rega melotot melihat foto Gio yang tertempel di mading kantor.


'Astaga, Tuan Gio. Apakah ini yang kau lakukan semalam, sehingga kau malas untuk pulang.' Batin Rega tak percaya Bos-nya berbuat hal yang tak senonoh padaa wanita asing di tempat umum.


"Siapa yang memasang poto Bos di mading kantor!!? Berani-beraninya kalian membuat fitnah di perusahaan ini!!!" Seru Rega pada staf yang tengah berdiri di sana.


Mereka semua tertunduk melihat kemarahan Rega, tak ada yang berani menjawab pertanyaan tangan kanan Bos-nya itu.


Dengan mata tajam Rega memandangi satu persatu dari mereka.


"Baiklah... Jika kalian tak ada yang mau mengaku! Kita lihat CCTV, sekarang! Dan kalian semua pasti berakhir takkan bisa mengelak lagi." Ancam Rega pada semua staf kantor.


'Sebaiknya aku mencari tahu dulu siapa yang sudah menyebarkan foto itu. Dan setelahnya aku akan meminta penjelasan pada Tuan Gio nanti.' Gumam hati Rega.

__ADS_1


Rega dan Sisi melihat dari sudut CCTV-nya di bagian depan perusahaan di pos satpam ada Rendra sedang memberikan sejumlah uang pada satpam dan memberikan amplop coklat yang di duga adalah fotonya yang di cetak.


"Heh... Anak ingusan itu lagi yang berulah!" Ucap Rega mendengus sebal


"Itu... Bukannya Rendra, Astaga Rendra kau sudah ku peringati jangan membuat masalah lagi dengan Tuan Gio, kenapa sekarang kau malah melakukan nya lagi? Tapi... jika foto itu benar, lalu bagaimana keadaan Nyonya Niken sekarang jika tau suaminya..." Batin Sisi mengesah berlebihan hingga tanpa sadar menutupi mulutnya yang ternganga.


Rega lalu menyuruh Sisi memanggil satpam tersebut untuk kehadapan nya.


Satpam itu masih belum menyadari kesalahannya. Ia terlihat biasa saja mendapati dirinya di panggil oleh atasan.


"Lihat dengan jelas gambar di video ini!" Titah Rega menyuruh satpam itu melihat CCTV-nya.


"Baik, Pak Rega." Satpam itu melihat dirinya berada di video itu.


"Bukankah itu saya. Kenapa bisa berada disana?" Ucap Satpam itu seperti tiada beban.


"Kau lakukan perintah pria itu dengan menempelkan foto tuan Gio di mading, Berapa uang yang kau dapat, hah?!" Sentak Gio pada Satpam itu.


"Maaf, Pak Rega. Saya benar-benar khilaf dan saya sangat membutuhkan uang itu." Merasa bersalah.


"Segera lepaskan pakaianmu sekarang! Dan tinggal kan perusahaan ini! Aku tak butuh pegawai tak tau diri sepertimu." Ucap Rega mengusir satpam itu.


"Tap... Tapi pak, Tolong jangan pecat saya. Saya nanti bekerja dimana lagi, sekarang sulit mencari pekerjaan, Pak!" Ucap Satpam itu memohon tapi tak dipedulikan lagi oleh Rega.


"Kau ingin aku berubah pikiran dan menjebloskan mu ke penjara, Hah?!" Ancamannya


"Sebaiknya kamu pergi sekarang, Jangan membuat pak Rega semakin marah itu akan merugikan mu, salah mu sendiri membuat masalah di perusahaan ini." Ucap Sisi pada Satpam itu.


"Baiklah, saya akan pergi." Ucap Satpam lesu penuh penyesalan, dipecat tanpa pesangon lebih baik dari pada di jebloskan ke penjara.


Rega bermaksud menemui bos-nya itu setelah membereskan foto yang tertempel di mading, Rega juga sudah menyuruh orang untuk mencari keberadaan Rendra untuk di beri pelajaran karena sudah berani membangunkan Singa yang tengah tertidur pulas.


Di ruangan Gio sudah rapi dengan pakaian yang digunakan, namun masih berada di walk-in closed.

__ADS_1


Rega yang panggilan nya tak mendapatkan sahutan dari ruangan Gio ia masuk nyelonong.


Rega mengedarkan pandangan nya mencari setiap sudut ruangan Gio namun tak ada.


Lalu pintu di dalam ruangan Gio terbuka, Gio tengah berdiri membenarkan dasi yang melingkar di lehernya. Belum menyadari jika Rega sudah masuk ruangan nya


"Bos!" Panggil Rega pada Gio.


Gio menatap tajam Rega yang nyelonong masuk ke ruangan nya.


Gio mengabaikan Rega dan duduk di kursi berputar miliknya. Rega menyadari dirinya salah karena memang bos-nya itu tak suka jika ada orang yang nyelonong masuk ke ruangan nya.


"Maaf, Tuan Gio. Ada hal yang ingin saya sampaikan tentang foto anda yang tersebar." Ucap Rega


"Foto? Foto apa!?" Ucap Gio terkejut.


"Foto ini tuan." Rega memperlihatkan foto yang sudah ia lepas dari mading.


Gio membulatkan matanya melihat foto ia bersama wanita itu tengah berpangkuan


"Hah!! Bagaimana mungkin kejadian itu ada yang memfoto!" Gio bermonolog.


"Saya juga tak tau bagaimana bisa, Tuan. Tapi saya sudah menemukan dalangnya. Dan jika foto ini di ketahui oleh Nyonya, Bagaimana akan menjelaskan nya nanti padanya Tuan?" Tanya Rega


"Aku tak melakukan itu dengan sengaja! Lagi pula aku juga tak mengenal wanita itu, dia menggoda ku duluan dan aku sama sekali tak tergoda olehnya." Ucap Gio


"Soal Niken, jika dia tak mengetahui hal ini, dia takkan marah padaku." Sambung nya Gio tak tahu jika Niken sudah mengetahui fotonya bersama wanita itu dan sekarang sedang meratapi nasibnya karena berpikir jika Gio sudah berselingkuh di belakangnya.


"Dan kau bilang sudah tau pelakunya, siapa dia?" Tanya Gio.


"Dia adalah Rendra. Anak pak Kuncoro." Jawab Rega.


"Apa?! Rendra Anak ingusan itu lagi!" Gio melotot dan mengepalkan tangannya erat, sampai berbunyi krek...

__ADS_1


'Mampuslah kau Rendra, Sekarang kemana kau akan bersembunyi, Tuan Gio dan pak Rega pasti menemukan mu.' Batin Sisi menguping dari balik pintu.


...***...


__ADS_2