
,
,
,
"It_itu mas. Di_di kamar ada tikus besar hitam berbulu menjijikkan! " Ucap Niken ketakutan merinding membuat nya berbicara terbata-bata.
Gio terkejut dengan ucapan Niken, Ia tak percaya mana mungkin di rumah sebagus dan semewah ini ada tikus.
"Hah.. Mana mungkin ada tikus di kamar ku Niken. Kamu jangan bercanda! " Tegas nya pada Niken
"Mas.. Aku tak berbohong, lihat saja sendiri kalau tidak percaya !
hewan itu berada di atas kasur, saat aku selesai mandi hewan mengerikan itu sudah ada di sana. " Tunjuk Niken pada ranjang kamar.
Gio melihat ada seekor hamster hewan yang mirip dengan tikus itu sudah ada di atas ranjang nya.
"Bi..! " Panggil Gio pada pelayan.
Seakan tau kemarahan tuannya pelayan itu menjawab panggilan tuannya dan menghampiri dengan gugup.
"I_iya tuan, Saya." sahutnya gemetaran
"Kenapa ada hamster di kamar ku, milik siapa ini!? " Melemparkan hamster ke dada pelayan lalu di tangkap nya.
syut..
"I_ini... ini milik nona Adelia waktu masih menjadi kekasih tuan, " jawaban maid membuat Niken mengetahui hewan itu adalah kesayangan kakaknya ia hanya diam.
'Sampai di rumah ini pun masih ada kenangan mu bersama kakak ku mas. ' Batin Niken.
Benar saja, waktu itu memang di rumah orang tua Niken, Adelia selalu membawa hewan mengerikan itu menurut Niken, pobia nya terhadap tikus dari kecil tak di perdulikan oleh orang tua Niken, apa pun yang di inginkan Adelia harus di turuti sejak kecil meskipun itu membuat Niken tersiksa.
Sontak kaget Gio lalu mengingat waktu indah bersama Adelia dulu, Dan masa di mana Adelia berkhianat.
"Lalu kenapa bisa hewan ini masuk ke kamar ku, Bukan kah aku sudah menyuruh mu untuk membuang semua yang berhubungan dengan Adelia Si*lan itu!. " Menekan setiap kata
'Niken hanya diam tau hamster ini milik kakaknya, apakah yang di pikirkan nya. ' batin Gio
"Ma_maaf kan saya tuan, saya juga tak tau mengapa bisa lepas , dan saya kasihan dengan hamster ini jika harus di buang begitu saja. " Bela Maid kasihan pada hamster yang di bawanya
"Jika kau mau memelihara nya, pelihara lah..
tapi jangan di rumah ini,
Lihat nyonya sampai ketakutan gara gara kebodohan pelayan seperti kamu! " Tegas nya pada pelayan.
"Cepat bawa pergi hewan menjijikkan itu! " sambungnya lagi.
Pelayan patuh dan menjawab "Baik tuan, . "
__ADS_1
"Dan ingat, jika aku melihat hamster ini lagi masih ada di rumah ini, Kau akan tau sendiri akibat nya apa. Hah! " Ancam Gio pada pelayan membuat semakin ciut nyali maid nya itu.
"I_iya tuan saya mengerti, Saya permisi." Jawabnya ketakutan lalu berlalu menuju dapur.
'Tuan benar-benar menyeramkan, lain kali jangan membuat nya marah lagi'. Batin maid.
Sementara Niken hanya terdiam melihat keangkuhan Gio.
'Gio ini menganggap ku nyonya disini,
Haih.. tapi dia juga mengapa menghawatirkan ku sampai begitu. membuat orang ketakutan saja. ' Gumam hati Niken yang tak percaya dengan sikap suaminya yang mulai lembut terhadap nya.
Gio melihat Niken terdiam , Menjitak dahi Niken
tuk..
"Aw... sakit mas. " Di elus dahi nya yang merah karena ulah, Gio.
"Kau melamun setelah membuat ulah di rumah ini, Aku tak menyangka kamu bisa bersuara sekeras itu, nyonya. " Menekan kata Nyonya.
"A_aku ketakutan mas. Wajar jika aku berteriak. " Ucapnya bela diri.
"Baiklah... aku tau kamu takut, tapi kamu jangan berpikir macam macam lagi tentang aku dan kakak mu aku sudah melupakannya." Ucapnya terus mendekat pada tubuh Niken.
" A_aku tak berpikir apa pun mas, Jangan terlalu dekat begini. " Niken mendorong tubuh Gio namun Gio tak bergerak mundur malah semakin maju terus, Kini tubuh Niken sudah terpentok ke dinding.
"Suh... Mas. Aku ti_tidak bisa bergerak. " Ucap Niken yang pergelangan tangannya sudah terkunci oleh tangan Gio dengan menekannya ke atas kepala Niken.
"Diamlah... mengapa kamu cerewet sekali,
Sebagai seorang istri kamu belum memberikan apa yang seharusnya menjadi milik ku. " ucap Gio sambil meraba tubuh Niken yang gemetaran, tangan Gio menggerayangi tubuh Niken dengan lembut.
******* bibir Niken.
Niken termangu menikmati sentuhan Gio.
Tiba-tiba ponsel Gio berbunyi.
kring....
'Huh.. mengganggu saja, ' Batin Gio dan melepaskan tangan Niken dan duduk ditepi ranjang lalu,
Merogoh ponsel di dalam saku celana, Di pencet nya tombol hijau yang ada dilayar ponsel Gio, ternyata yang menghubungi nya adalah Rega. Menempelkan ponsel ke pipinya
"Iya. ada apa? " Ucapnya dingin
"Bos, saya mau memberi kabar. jika Nona Adelia dan pacar nya berhasil kabur. " Ucap rega memberi kabar suara diseberang sana
"Cih... Kabur?! bagaimana cara kerja mu
dasar Bod*h.
__ADS_1
Cepat cari mereka sampai ketemu! " Titahnya kesal
"Baik, Bos! " mematuhi titah Bos nya.
Gio mematikan panggilan sepihak
Niken yang mendengar samar samar percakapan Gio .
"Kak Adelia kabur ya mas?. " Tanya nya penasaran
"Iya! " Jawab Gio yang masih kesal
"kenapa sih gak di lepas kan saja. kasian dia mas,. " Ucap Niken
Menatap wajah Niken, lalu dengan gugup Niken berkata. " Ma_mas Gio kan ingin melupakan masa lalu mu dengan kak Adelia, maksud ku itu mengapa tak melepaskan nya saja. " Niken yang gugup Gio terus menatap nya tajam
"Heh.. sudah berani menasehati ku ya! "
"Apa kamu gak berfikir disini aku sangat membenci dia, kenapa juga aku harus mendengar kan mu dan berbelas kasihan pada nya " Ucap Gio dingin
"Terserah kamu saja mas!
Lakukan apa pun sesuka hati mu saja! " Ucap nya lalu pergi menuju dapur .
"Dasar wanita! " Dengus nya kesal pada sifat Niken yang masa bodo
"Apa kamu bilang mas?
memang aku wanita, tapi sayang nya menikahi pria yang hati nya keras seperti batu! " Ucapnya dan berlari menuruni anak tangga agar tak di cerca oleh Gio
"Selama ini baru ada wanita yang membuat hidup ku berwarna begini, " Gumamnya Gio.
"Jika kata kata nya yang seperti itu sudah kembali, ia mungkin mulai sembuh dari sakitnya. "
sementara yang dibicarakan sudah berlalu pergi.
Kecerian Niken membuat Gio meradang.
Entah rasa apa yang bisa di berikan untuk Gio, pria dingin bertemu gadis yang sebenarnya mempunyai sifat ceria namun gampang termenung dan kesedihan yang tak terbendung membuat nya sering
menampakkan kekecewaan yang tak terlihat.
Hanya kiasan penulis yang gabut karena melow hati ini.
Tambahan kata-kata yang ku genggam ku tulis dalam novel ini
*Setelah pertemuan tanpa sengaja, Cinta hanya tumbuh karena seiring berjalan nya waktu.
Meski rasa tak pernah tau siapa yang akan mendapatkan cinta kasih yang murni atas segala rasa. Namun keyakinan Cinta itu yang utama*
...----------------...
__ADS_1
*Jangan jadi pembaca yang tak terlihat ya*😊