Bukan Wanita Pilihan Suami Ku

Bukan Wanita Pilihan Suami Ku
Kabur.!


__ADS_3

Di pinggir jalan kota,


"Huft... lelah sekali berlarian begini.. host host.. " Terengah-engah setelah berlari jauh. kabur dari tempat nya ia di sekap oleh Gio


"Adelia, lari mu kencang juga ya.


Host host.. Sekarang kita mau kemana? " tanya Anton


Berfikir sejenak dan duduk di sebuah tempat pemberhentian angkot.


"Kita ke rumah orang tua ku saja. "Tunggu angkot lewat, lalu kita berangkat. " Ajak nya Adelia pada Anton yang hanya di jawab Anggukkan.


Setelah beberapa menit, angkot pun lewat.


Mereka memberhentikan angkot, dan masuk.


Duduk bersebelahan, di perhatikan oleh penumpang angkot lain.


"Apa lihat-lihat? " Bentak Adelia pada salah satu penumpang. Penumpang itu lalu memalingkan muka.


10 menit kemudian sudah sampai di rumah pak Joko.


tok tok tok


Adelia mengetuk pintu rumah orang tua nya, Bu Mia membukakan pintu, ia terkejut melihat kedatangan anak sulung nya yang berpakaian Acak-acakan.


"A_adelia? " Terkejut Bu Mia lalu menyuruh Adelia masuk juga Anton.


Ibu Mia takut jika Keberadaan Adelia di rumah nya akan di ketahui oleh anak buah Gio.


Karena titah Gio yang tak boleh membantu Adelia sedikit pun saat anaknya di sekap Gio.


Mereka duduk di sofa.


"Adelia. Nak. kamu mengapa berbuat seperti ini? " Bu Mia yang tak habis pikir anak kesayangan nya malah membuat kesalahan besar yang membuat ayah nya hampir kehilangan perusahaan yang di rintis dari nol.


"Maafkan aku bu. Aku khilaf, aku sangat mencintai Anton. " Lirik nya pada Anton yang duduk di sebelah Adelia.


"Oh.. jadi ini lelaki yang membuat mu menjadi anak durhaka! " Bentak Ibu Mia .


"Hey.. Anton! punya apa kamu hingga anak ku tergila-gila pada mu! " Telunjuk ibu Mia mencerca Anton, Ia hanya menundukkan kepala nya merasa bersalah.


"Maafkan saya tante. Saya sangat mencintai Adelia, lagi pula Adelia juga tak mencintai Gio. Sudah seharusnya itu memang terjadi. " Anton membela diri

__ADS_1


"Apa? kamu masih berani berkata begitu, kamu menyalahkan anak kesayangan ku!" Ibu Mia yang geram


"Bu_bukan begitu maksud saya, tante. Saya sudah memberikan apa yang saya miliki untuk Adelia, jadi sudah sewajarnya aku ingin hidup bersama dengan Adela. " Anton yang masih kekeh dengan perasaan nya terhadap Adelia.


" Apa yang kau berikan pada Adel, hingga dia menjadi anak yang pembangkang! " Bentak Bu Mia pada Anton


"Sa_! " Ucapan Anton tertahan kala di hentikan oleh Adelia


"Sudah, Anton jangan bicara lagi, Kita bicarakan ini lain kali lagi ibu. " Ucap Adelia melerai


"Ayah dimana bu? " Tanya Adelia tentang keberadaan ayahnya.


"Ayah mu mengurus perusahaan ke luar kota. Adel, Ibu tak mau menampung dia di sini! " Ucap Bu Mia menujuk pada Anton.


"Bu, Anton adalah kekasih ku, aku ingin bersama nya terus. Aku tak ingin di pisahkan darinya! Aku kesini ingin meminta uang untuk pergi ke luar negeri, bersama Anton, Ibu aku mohon! " Adelia memohon.


"Tapi kenapa harus ke luar negeri, nak. Ayah mu juga ingin bertemu dengan mu, apa kau tak merindukan nya? " Ucapnya dengan mata mengembun


"Ayah tak mungkin merindukan ku, bu. Nyatanya ia tak mau menolong ku saat aku di siksa dan di sekap oleh, Gio. " Cerca Adelia pada ibunya.


"Bu_bukan begitu maksud Ayah mu nak. Ia juga tak munafik jika harus kehilangan perusahaan nya, karena ayah mu di ancam oleh, Gio jika menolong mu. " Ibu memberi penjelasan.


"Sudah lah bu, Sekarang sebaiknya berikan kartu itu sekarang! " Pinta Adelia yang memaksa.


Dengan cepat mereka beberes , segera melakukan perjalanan ke luar negeri.


Di bandara.


"Bu, Maafkan aku, jika Gio sudah melupakan masalah ini, aku akan kembali bu. " ucap Adelia berpamitan sebelum naik pesawat.


"Iya, jaga dirimu baik-baik nak.


Dan kamu Anton, jangan pernah kamu sakiti anakku! " Titah ibu Mia.


"Saya tak akan berani menyakiti Adelia, bu. saya berjanji akan melindungi Adelia dengan sekuat tenaga. "


Mereka lalu menaiki pesawat.


Ibu Mia menangisi kepergian Adelia.


Ia tau ini yang terbaik untuk anak nya. Karena jika terus berada di negara ini, Gio tak akan melepaskan Adelia sampai habis.


Ibu Mia kembali ke rumah. Pak Joko sudah ada di depan pintu.

__ADS_1


"Ayah! " Panggil Bu Mia


"Darimana saja kamu, Bu? " Tanya Pak Joko pada Bu Mia


"Ak_aku dari bandara yah. " Jawabnya gugup sambil mengambil kunci rumah yang ada di tas nya.


"Ada urusan apa kamu ke bandara? " Tanya Pak Joko lagi.


"Ayah, duduk dulu. akan aku cerita kan semua."


Lalu ibu menceritakan semua yang terjadi tadi saat ayah tak ada di rumah.


Ayah memijat kening nya sendiri, terasa nyut-nyutan akibat dari berita yang ia dengar dari cerita istri nya tentang anak kesayangan nya itu.


"Anak itu tak habis nya bikin ulah! " Dengus kesal ayah.


"Itu semua salah mu, bu! Kau selalu memanjakan nya. " Menghembuskan nafas kasar.


Ibu yang tak Terima tuduhan ayah atas kelakuan Adelia pun tak kalah kesal


"Ini juga salah mu, yah!


kau membedakan anak. Lihat Niken menderita sekarang Adelia juga seperti buronan! " Bentak Ibu Mia


"Sudah bu! Aku capek. Lebih baik aku pergi, Kelakuan Adelia mirip sekali dengan mu!" Ucapnya lalu meninggalkan Ibu Mia dalam isak tangis.


"Ayah! " Panggil nya yang tak dihiraukan oleh pak Joko lalu berjalan gontai.


Kini pak Joko sudah kembali ke perusahaan nya, ia hanya termenung memikirkan keadaan keluarga nya yang hancur berantakan karena anak kesayangan yang selalu ia bangga-banggakan.


"Padahal Adelia anak ku satu-satunya, tapi malah Niken yang menyelamatkan keluarga ku. Jika pernikahan itu gagal, Keluarga pak Handoko akan menghancurkan hidup ku juga keluarga ku. Adelia, kami sangat menyayangi mu, Namun mengapa kau malah mengecewakan ayah, nak. " Gumam pak Joko lalu mengusap foto Adelia sewaktu masih kecil.


...----------------...


...----------------...


...****************...


*Di dalam sebuah keluarga, cinta kasih yang terdapat perbedaan. Tak kalah nya membuat tersesat hati dan juga pikiran, karena terlena oleh belaian, Hingga tanpa sadar kehidupan telah menghancurkan prinsip juga kepercayaan, meskipun terhadap keluarga sendiri. *


{Mohon like and komen , plis... }


,

__ADS_1


,


__ADS_2