Catatan Hati Diana

Catatan Hati Diana
Kegiatan di Perkemahan


__ADS_3

Setelah kepergian Diana, mereka segera ke lapangan untuk melaksanakan upacara. Dan setelahnya pergi ke tempat masing-masing yang telah ditentukan untuk mendirikan tenda.


Akan banyak sekali kegiatan yang akan mereka lakukan selama perkemahan, mulai dari senam pagi, penjelajahan, game, pembekalan dan pemantapan materi kepramukaan, jurit malam, dan api unggun di malam terakhir yang sangat di nanti oleh seluruh anggota peserta kemah.


Sementara itu sepulangnya dari mengantar Isya, Diana langsung membantu ibunya di rumah. Aktifitasnya selama liburan semester pun masih tetap sama setiap harinya. Saat sedang asyik di dapur tiba-tiba notif di ponselnya berbunyi pertanda ada pesan WA masuk. Diana pun bergegas meraih ponselnya. Setelah dilihatnya ternyata Yanti yang mengiriminya pesan.


"Di, nanti malam aku nginep di rumahmu ya," pesan Yanti.


"Ngapain?" balas Diana.


"Kenapa, nggak bolehkah?" balas Yanti.


"Boleh aja sih, kebetulan ada kamar kosong, biaya sewa kamarnya hanya Rp. 50.000,00 semalam," balas Diana.


"Ogah, aku mau numpang aja di kamarmu, memangnya kamar siapa yang kosong?" tanya Yanti .


"🤭Kamarnya kak Isya, dia lagi kemah di SMP," balas Diana.


"Oh ya, sudah mulai kah perjusaminya?" tanya yanti.


"Iya kan hari ini hari jumat Yan," balas Diana.


"Mangkanya kamar kak Isya kosong mau kusewakan aja kan lumayam juga tuh🤭😂" imbuhnya.


"Malas ah aku kalau tidur di kamar Isya, enakan juga di kamarmu" balas Yanti .


"Kenapa kan sama aja," balas Diana .


"Aura kamarnya beda," balas Yanti .


"Ee buseeet, kayak ada wajahnya aja tuh kamar punya aura wkwkwwk," balas Diana.


"Auranya serem kalau dikamar Isya," balas Yanti.


"Ha ha ha ternyata kamu penakut juga yah, sama kaya kak Ibnu 🤭😂," balas Diana.


"Pokoknya aku tidur di kamarmu aja," balas Yanti.


"Ya udah deh terserah kamu," balas Yanti."


"Habis magrib aku ke sana, ok!" balas Yanti.


"Ok siip," balas Diana.


...****************...


Setelah mendirikan tenda Isya dan teman-temannya beristirahat sembari membicarakan materi apa saja yang akan diberikan pada adik-adik penggalang setelah makan siang dan sholat Jum'at bagi yang menjalankannya.

__ADS_1


"Sya nanti kita kasih materi apa aja nih?" kata Desy salah satu sahabat Isya.


"Kamu nggak ikut rapatkah kemarin?" tanya Isya


"Aku nggak ikut rapat, kan aku ijin ada acara keluarga kemarin," sahut Desy.


"Oh iya, aku lupa," sahut Isya sambil menepuk jidatnya.


"Jadi apa aja yang harus kita kasih materinya?" tanya Desy lagi.


"Sesuai rapat sih kita disuruh memberikan materi tentang simpul-simpul, sandi Morse, sama semaphore," sahut Isya.


"Terus habis itu kita disuruh kasih soal juga tentang apa-apa yang sudah kita ajarkan," lanjutnya lagi.


"Bendera semaphorenya sudah siap belum?" tanya Desy.


"Sudah semua sama tali-tali juga sudah siap," sahut Isya.


"Eh nanti malam kita ada kegiatan jurit malam kan?" tanya Ratna.


"Iya, seru kayaknya nih nanti malam," ucap desy.


Setelah itu mereka membagi tugas, ada yang memasak, mengambil air dan lain-lain.


Tak terasa hari sudah sore, kegiatan hari ini sudah hampir selesai semua, hanya tinggal jurit malam saja yang nanti akan dilaksanakan sekitar jam 9 malam.


"Waduh, lotion anti nyamuk ku ketinggalan lagi, gimana ini, mangka nanti malam pasti banyak nyamuk nih," ucap Isya.


"Pakai punyaku aja, Sya!" ucap desy.


"Ah makasih Des, tapi nggak usah biar aku suruh Diana aja yang ngantar lotion anti nyamuk ku nanti," sahut Isya.


"Nggak papa lagi pakai aja," ucap desy.


" Iya Des makasih, lagian tadi Diana juga pesan kalau ada yang ketinggalan disuruh kirim pesan aja, biar nanti dia yang ngantar," sahut Isya.


"Ooh gitu, ya udah deh," sahut Desy.


Isya pun segera mengirim pesan pada Diana untuk membawakan lotion anti nyamuknya selepas Maghrib nanti.


...****************...


Di rumah, Diana yang asyik menyiram bunga-bunga milik ibunya tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Yanti.


"Lho katanya habis maghrib kesininya?" tanya Diana.


"Nggak jadi, lebih cepat lebih baik aku datangnya," sahut Yanti.

__ADS_1


"Eh ramenya ya di SMP, aku jadi pengen ikut kemah juga, seru kayaknya, kita ke sana yuk nanti sambil datangi Isya" ajak Yanti bersemangat.


"Ooh ini kah tadi maksudnya yang kamu bilang lebih cepat lebih baik kamu datangnya?" tanya Diana.


"He he he, enggak juga sih," sahut Yanti.


"Halah preeeet," sahut Diana.


"Bilang aja kamu mau tepe-tepe sama lela yang ada di sana ya kan, alasan aja mau datangi kak Isya," imbuh Diana.


"He he he, nggak juga sih," ucap Yanti salah tingkah karena ketahuan Diana.


Tak lama notif di ponsel Diana berbunyi pertanda ada pesan WA masuk. Diana pun segera membuka pesan itu yang ternyata dari Isya.


"Wah rejeki mu memang nih Yan, kak Isya nyuruh aku ngantar lotion anti nyamuknya ketinggalan," ucap Diana.


"Masa, kok kebetulan banget yak, rejeki anak sholeh memang he he he," ucap Yanti.


"Preeeet lah," sahut Diana.


Selepas Maghrib mereka pun berpamitan pada orang tua Diana untuk pergi ke SMP.


"Di, lotion anti nyamuknya sudah di bawa, kan nggak lucu kalau sudah sampai sana eh malah ketinggalan" tanya Yanti .


"Sudah bos kyu," sahut Diana, dan mereka pun akhirnya pergi.


Setelah kurang lebih 10 menit perjalanan mereka pun sampai. Abri yang sedang duduk bersama teman-temannya untuk membahas kegiatan jurit malam nanti mendadak hilang fokus karena melihat sosok mirip Diana memasuki pintu gerbang SMP. Beberapa kali teman-temannya mengajak ia bicara tapi tidak dihiraukannya, matanya terus memindai sosok gadis yang mirip Diana tersebut. Dan akhirnya Ramli pun memukul tangannya.


"Heh, ngeliatin apaan sih serius banget sampai-sampai diajakin ngomong nggak denger," tanya Ramli.


"Hah, apa Ram? Aku nggak denger," sahut Abri.


"Gimana mau dengar, kamunya aja nggak tau liat kemana, liatin apaan sih memangnya kamu?" tanya Ramli.


"Iya nih, jangan-jangan liat tante kun ya?" tanya Dani.


"Hah sembarangan aja, ya udah deh aku ke sana dulu yah ada yang penting," ucap Abri yang langsung beranjak dari duduknya segera mendekat ke arah sosok gadis yang mirip dengan Diana tadi.


Ramli pun hanya mengamati dari jauh saja kemana arah tujuan Abri sebenarnya.


"Kenapa sih dia Ram?" tanya Dani.


"Nggak tau juga, dah lah biarin aja, ntar juga balik," sahut Ramli. Sebenarnya Ramli mengetahui jika Abri pergi untuk menghampiri Diana yang baru saja masuk, tapi dia tidak memberitahu Dani.


Sementara itu Abri terus mengamati gadis itu, setelah yakin bahwa yang dilihatnya adalah Diana, dia pun merasa senang karena rindunya telah terobati walaupun gadis itu tak tahu kalau sebenarnya Abri merindukannya. Dengan segera dia langsung memanggilnya.


"Diana!" panggil Abri.

__ADS_1


__ADS_2