Catatan Hati Diana

Catatan Hati Diana
Kembali ke Sekolah


__ADS_3

Selepas salat Magrib, Diana mengambil. ponselnya yang ada di atas meja belajar, ia berniat untuk menghubungi keluarganya di kampung. Ia hendak menanyakan apakah bapaknya sudah sampai di rumah atau belum.


Saat dia membuka kuncian ponselnya, ia melihat ada sebuah notifikasi masuk. Jantung Diana sudah berdegup kencang mengetahui ada notif masuk, karena dia takut kalau-kalau saja ada berita yang tidak mengenakkan dari kampung. Seperti itulah perasaan Diana bila dia jauh dari keluarganya di kampung. Perasaan was-was dan khawatir selalu menghampirinya setiap ada notifikasi masuk di ponselnya. Terlebih lagi jika ada telpon dari kampung. Baru mendengar suara dering telepon saja dia merasa kalau lututnya sudah lemas tak bertenaga, padahal keluarganya menelpon dia hanya untuk menanyakan kabar darinya saja, apa aja kegiatannya hari itu. Tetapi Diana sudah parno duluan.


Setelah membuka aplikasi berwarna hijau itu, Diana pun merasa lega, karena ternyata itu pesan dari Abri, bukan dari keluarganya.


"Alhamdulillah, ternyata Mas Abri," batin Diana lega.


Setelah membaca pesan dari Abri, Diana pun langsung membalas pesan itu, " Iya, Diana sudah balik lagi ke Samarinda. Barusan diantar sama bapak, Mas."


Lalu Diana pun segera menghubungi keluarganya di kampung setelah ia membalas pesan dari Abri.


Sudah dua kali ia melakukan panggilan video ke nomor ponsel ibunya tetapi tidak juga diangkat. Diana pun menjadi cemas. Tetapi Diana berusaha berfikir positif, mungkin saja ibunya tidak mendengar karena sedang berada di dapur. Dan akhirnya setelah panggilan yang ketiga, ibunya pun mengangkat panggilan video dari Diana. Diana pun segera bertanya pada ibunya, "Assalamualaikum, Bu. Bapak sudah sampai di rumah kah?"


"Iya, Bapak sudah sampai sebelum Magrib tadi," jawab ini ibunya.


"Alhamdulillah, ya sudah kalau gitu, Bu. Diana mau nyiapkan buku pelajaran dulu untuk besok ya, Assalamualaikum," ucap Diana dan langsung dijawab oleh ibunya.


Malam ini Diana berniat untuk tidur lebih awal, mengingat esok ia sudah mulai turun sekolah jadi harus bangun pagi-pagi.


Sebelum tidur ia mengecek dulu ponselnya, mungkin ada notifikasi masuk tetapi dirinya tidak mendengar. Dan benar saja, ada beberapa notifikasi masuk di aplikasi warna hijaunya. Beberapa dari teman sekolahnya menanyakan apakah dia sudah balik atau belum dari kampung. Diana pun segera membalas pesan dari teman-temannya satu persatu. Terakhir ia melihat pesan balasan dari Abri.


"Mas tadi ada lihat kamu lewat, tapi kamunya nggak lihat," pesan Abri.


"Oh iyakah, Mas? Maaf Diana nggak tau. Lain ngapain sekarang?" balas Diana.

__ADS_1


"Lagi chat sama kamu, wkwkwk," balas Abri.


"🤭 Kalau itu mah Diana juga tau," balas Diana.


"Lagi mau pergi ke alam mimpi. Kamu juga tidur ya, besok sudah mulai turun sekolah kan. Oh ya, hati-hati kalau ke sungai, takutnya ada ular, nggak ada Mas di sana yang buru ularnya lho," balas Abri.


"🤦🤭ya, ini Diana juga mau sudah mau tidur, met malam," balas Diana mengakhiri pesannya seraya tersenyum. Ya semenjak Abri mengetahui kalau Diana sangat takut dengan ular, ia senang sekali menggodanya.


Tanpa diketahuinya, semenjak tadi Lisa telah memperhatikannya. Ia pun penasaran dengan siapa Diana telah berkirim pesan sambil senyum-senyum begitu. Akhirnya ia pun menanyakannya pada Diana.


"Chat siapa, Di? Kok senyum-senyum sendiri gitu," tanya Lisa. Dan Diana pun terkejut karena tiba-tiba ada suara Lisa padahal dia merasa dari tadi dia sedang sendiri saja di dalam kamar.


"Eh, ngagetin aja kamu ini, Sa!" seru Diana.


"Mangkanya jangan terlalu serius sama HP, jadi nggak sadar kan kalau aku dari tadi ada di sini," ucap Lisa.


"He he he, nggak juga sih. Ini aku lagi balasin chatnya teman-temanku," jawab Diana.


Dan Lis pun tak mempercayainya begitu saja, karena yang terakhir kali dilihat Lisa, Diana membalasnya seraya tersenyum.


"Masa cuma teman, itu yang terakhir sambil senyum-senyum gitu kok balesnya," kata Lisa tak percaya.


"Oh yang terakhir mah, temen di kampung," jawab Diana.


Dan Lisa pun semakin merasa tak puas dengan jawaban dari Diana, dia terus menginterogasinya layaknya polisi menginterogasi tersangka. Akhirnya Diana pun menceritakan semua tentang Abri mulai dari awal pertemuan mereka yang tidak di sengaja sampai sekarang ini akhirnya mereka telah menjadi teman. Dan setelah merasa puas dengan jawaban dari Diana, Lisa hanya ber oh ria saja.

__ADS_1


"Sudah puas sekarang?" tanya diana.


"Sudah, ya udah ayo tiduran!" ajak Lisa.


Mereka pun akhirnya tertidur bersama.


Keesokan harinya seperti biasa, jam 6 lewat 45 menit Diana sudah keluar dari rumah tantenya bersama dengan Lisa dan adiknya untuk mencari angkot menuju ke sekolahan mereka masing-masing. Terlihat jalanan ramai dengan banyaknya anak-anak sekolah yang hari ini sudah mulai turun semua.


Akhirnya mereka pun menemukan angkot. Sekolah Lisa berada di jalan Juanda yang mengharuskan dia dua kali naik angkot, untungnya sekolah Diana cuma memerlukan satu kali saja naik angkot karena sekolah Diana terletak di jalanan sentral yg di lalui oleh semua trayek angkot. Sementara adiknya Lisa juga satu jurusan dengan Diana.


Setibanya di sekolah, teman-teman sekelasnya sudah hampir datang semua. Diana pun disambut teman-temannya dengan senang hati. Mereka melepas rindu setelah 2 minggu tidak bertemu, saling berbagi cerita selama mereka liburan. Tentu saja Diana pun turut membagikan kisahnya selama dia pulang ke kampung halamannya.


"Enaknya ai kamu bisa ikut acara api unggun, Di," ucap salah satu temannya.


"Iya, kayaknya seru banget ya liburanmu di kampung, lain kali ajak-ajak kita dong ke kampungmu, Di!" timpal temannya yang lain.


"Iya, insyaAllah kapan-kapan ya. Tapi di kampungku sunyi lho, nggak kayak di sini rame," jawab Diana.


"Justru itu yang kami cari, Di. Kita mau cari suasana baru gitu," jawab salah satu temannya lagi. Dan Diana pun hanya dapat tersenyum dan ber oh ria.


Tak lama bel tanda masuk pun berbunyi. Merekapun segera berbaris di lapangan untuk melaksanakan upacara bendera. Setelah upacara bendera semua siswa kembali ke kelas masing-masing untuk memulai pelajaran jam pertama.


Bel pertanda istirahat akhirnya berbunyi. Semua siswa sudah tidak sabar ingin pergi ke kantin untuk mengisi kampung tengah mereka yang sudah mulai bernyanyi keroncong. Hal yang sama pun dilakukan oleh Diana. Dia pergi ke kantin bersama dengan teman-temannya.


Saat hendak pulang, Diana baru bertemu dengan Christie, sahabatnya yang juga satu sekolah dengan Diana, hanya saja kelas Christie masuk siang sehingga mereka bertemu hanya di waktu Diana akan pulang saja dan Christie yang baru akan masuk.

__ADS_1


__ADS_2