
Seperti ketiban durian runtuh, Aaron merasa puas dengan perkataan calon Ayah mertua nya tersebut saat ini. Bagai mana tidak merasa puas, seperti yang di sepakati di kontrak barusan. Tuan Kendrik pun menyerah kan Putri nya tersebut kepada nya.
Dan itu berarti, Alice harus mau menuruti semua apa yang iya perintahkan mulai sekarang atau saat ini.
Tapi berbeda dengan Alice, di dalam hati, iya mengumpat kesal, yang mana dia pun saat ini tidak berdaya.
Bagai mana tidak mengumpat, kebebasan nya akan semakin sempit, bila iya di serah kan ke pada si Om super menyebal kan seperti dia.
Dan Ayah saat ini telah merasa tenang di dalam hati. Tenang karena selanjut nya bila iya tidak bisa lagi menemani Putri nya, akan ada yang menjaga nya sekarang.
Pilihan nya, memilih Aaron bukan tampa alasan, selain sangat berkuasa, iya tau Aaron sangat di takuti musuh-musuh nya, yang berarti tidak mungkin Aaron tidak bisa bertanggung jawab dengan kesepakatan mereka saat ini.
Perusahaan dan harta nya akan jatuh ke pada Putri nya, tapi pada waktu nya nanti. Yang mana saat ini, Putri nya masih terlalu labil serta belum memiliki pengalaman melawan musuh di dalam selimut.
Putri nya terlalu polos, sehingga Tuan Kendrik sangat ketakutan akan keselamatan Putri nya itu.
Tapi..."Berbeda saat ini, Tuan Kendrik merasa tenang karena akan ada yang mengganti kan nya menjaga Puti nya tersebut.
Meski iya tau, Tuan Aaron akan di buat kelimpungan akan ulah Putri nya itu.
Bagaimana tidak, dengan sikap yang pembangkang itu. Tuan Kendrik pun di buat pusing oleh nya setiap hari.
Dan bagaimana dengan Aaron, yang tidak pernah berhadapan setiap hari dengan Alice, dengan segala kelakuan nya, yang selalu semau nya itu, yang mana karena iya ingin bebas dan tidak faham akan musuh yang selalu mengincar nya kapan saja.
Tuan Kendrik menarik napas lega, setelah mendengar kabar baik ini. Dan setelah iya takut akan putri nya yang telah hilang dan di tawan oleh musuh nya, tapi nyata nya, semua hanya pikiran buruk nya saja, Yang mana sebelum nya, pikiran itu terus melekat, sebelum melihat sendiri, kalau putri nya itu sehat dan selamat seperti saat ini.
__ADS_1
Dan pikiran buruk itu telah sirna di tambah kabar gembira, kalau Putri nya telah bertunangan.
Yang arti nya, iya sudah bisa hidup dengan tenang saat ini, walau Tuhan mau mengambil nyawanya saat ini pun, iya sudah siap.
Tak lama, Aaron pun melihat lingkaran jam tangan nya dan berucap...
Hemm...,"Begini Tuan Kendrik, karena waktu ku sudah banyak terbuang, aku ingin segerah pergi dan membawa putri mu ini, dan sesuai kesepakatan kita.
Aku ingin besok pengumuman nya sebagai mana kesepakatan kita waktu itu, yang mana 35 persen saham perusahaan mu telah menjadi milik ku.
Dan sebentar lagi sekertaris ku akan datang untuk membawa serta menandatangi dokumen serta serah terima saham tersebut. Dan anda mengerti kan, karena Aku sudah melaku kan tugas ku itu. Maka dari itu, selebih nya itu urusan mu serta, mulai sekarang Putri mu akan menjadi tanggung jawab ku sampai hari menjelang pernikahan.
Hemmm..."Tuan Kendrik berucap, dan berkata lagi, baik..."akan segerah ku tanda tangani nanti, tapi ku mohon, jaga putri ku baik-baik.
Dan aku akan berusaha hadir di perusahaan besok, untuk segerah mengumum kan, akan status mu sekarang dengan Putri ku, yang di sertai pergantian pemimpin Perusahaan sementara ini.
Baik Tuan, dan semua ku rasa telah selesai dengan kesepakatan, Maka dengan ini, Aku memohon untuk undur diri, karena seperti nya urusan ku Sudah selesai, dan masih banyak lagi urusan ku yang lain, yang perlu ku selesaikan sekarang.
Baiklah dan terimakasih Tuan Aaron, serta semoga kamu sabar menghadapi sifat Putri ku itu, yang membuat Aaron menunjuk kan kembali senyum devil nya secara sekilas.
Tidak ada yang melihat itu, karena itu hanya sebentar yang di sertai dengan pikiran Aaron, "memang benar ada nya, Putri Tuan Kendrik akan sangat menyusah kan nya di kedepannya nanti.
Bagaimana tidak, Alice yang baru tau akan pertunangan nya saja, sudah berani melarikan diri, dan setelah bertemu..."Iya selalu berani membantah nya beberapa kali, tapi itu cukup membuat Aaron sedikit menghibur dengan segala sikap konyol Alice, dan entah mengapa, Aaron seakan kadang mulai betah berada di sisi Alice.
Serta selalu mengerjai nya dan membuat nya marah, yang menjadi suatu kesenangan baru bagi Aaron saat ini.
__ADS_1
Maka dari itu, setelah percakapan tersebut, Aaron dan Tuan Kendrik pun akhir nya menjabat tangan, tanda kesepakatan mereka telah tercapai.
Tapi berbeda dengan Alice, Iya merasa di abai kan saat ini serta di anggap barang oleh mereka berdua, dan bagaimana tidak, dari pembicaraan yang di dengar nya barusan, tampa memperdulikan perasaan Alice.
Mereka berdua, Aaron dan Ayah nya itu, membicara kan nya di hadapan nya pula🙄 serta tampa meminta atau menimbang perasaan nya saat ini, dan tak menganggap nya ada saja, yang mana berkata, seolah Alice itu suatu benda yang bisa di berikan begitu saja ke pada orang lain.
Sakit...memang sakit, tapi demi menjaga kesehatan Ayah nya saat ini, Alice berusaha diam.
Dan berbeda di dalam hati Alice, tunggu saja Tuan Arogan, Aku tidak mungkin selalu menuruti mu nanti, dan kita lihat saja nanti, sampai di mana kamu bertahan menahan ku nanti.
Dengan segala pikiran nya, banyak rencana yang mulai di pikir kan oleh Alice saat ini.
Dan setelah terjadi kesepakatan tersebut, Aaron pamit undur diri, serta membawa Alice kembali ke Mansion nya, dengan wajah cemberut, muka jutek dan tak berkata satu kata pun.
Tapi berbeda dengan Aaron yang tak mau ambil pusing dengan Alice saat ini, karena ada masalah lain juga, yang lebih penting bagi Aaron yang harus iya selesai kan secepat nya.
Maka dari itu, selepas mobil sampai di depan Mansion nya Aaron, tampa aba-aba, Alice langsung turun dari mobil nya di sertai muka jutek dan menutup pintu mobil dengan kencang nya, hingga membuat Aaron pun sedikit tersentak kaget dan heran dengan sikap Alice saat ini.
Dan dengan cepat pula Alice masuk ke dalam Mansion nya, serta bertanya ke pada pelayan di mana kamar nya untuk segerah mengistirahat kan tubuh nya sejenak.
Bagaimana Alice tidak mau beristirahat, tubuh dan pikiran nya merasa lelah, setelah banyak kejadian yang begitu cepat saat ini, di tambah iya yang berusaha kabur dan hingga menginap di bawah kolong jembatan, yang mana membuat nya tidak dapat tidur nyenyak, dan hingga di bawa ke Mansion ini, seperti saat ini.
Dan Aaron, hanya menatap dari jauh, serta entah apa yang di pikir kan nya saat ini, dan selanjut nya, hanya Aaron yang tau.
Serta tak lama... "iya pun kembali menuju ke dalam ruang kerja nya, dengan di temani Asisten nya di sertai entah apa yang di bahas mereka saat ini.
__ADS_1