
Setelah acara serah terima jabatan selesai, Aaron pun segera pamit undur diri, karena iya besok baru mulai aktif bekerja di perusahaan ini.
Serta sebelum pulang iya pun segerah berpamitan terlebih dahulu kepada calon Ayah mertua nya itu dengan berjabat tangan, dan di bisikan oleh Tuan Kendrik dengan berucap...
Selamat bergabung di perusahaan kami, dan nanti malam datang lah ke Mansion ku, Karena Aku akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk kalian berdua.
Hem..."Aaron menjawab dan tampa banyak kata, iya pun segerah undur diri untuk segera pulang, dan dengan segerah pula menarik serta menggenggam erat jari tangan Alice untuk segerah mengikuti nya.
Karena Alice yang mulai merasa bosan, dan iya yang ingin kembali bebas, iya pun mulai mencari cara untuk melarikan diri kembali.
Sampai tiba di depan lift, Maaf Om...!!!
"Aaron yang mendengar pun menaikan sedikit alis nya, Apa...!
Kata nya Om...!
Apa setua itukah tampang ku ...!
Tapi iya masih bisa menahan amarah saat ini, yang mana demi menjaga image, iya tidak mau mencari keributan terlebih dahulu.
Hem..., Aaron pun menanggapi dan menunggu apa mau di sampai kan oleh si cewek tengil and bar-bar ini, Aaron merasa iya seperti bukan putri Tuan Kendrik saja, karena kelakuan nya yang tidak mencermin kan seorang putri seorang Tuan Kendrik yang mana di hormati atau di segani setiap orang, yang terjadi seperti anak konglomerat lain nya.
"Begini Om, dengan menunduk kan wajah nya, Alice Seperti gelisah menahan sesuatu, dan kembali berucap...
Lalu Alice pun mendekat kan bibir nya di telinga Aaron dengan menjinjit, karena tinggi mereka yang berbeda jauh.
Dan Aaron yang di perlakukan seperti itu, tidak merasa nyaman serta tersentak dan menjauh kan muka nya sedikit heran, dan tak lama Alice berkata pelan seperti berbisik....
Aku ingin pipis, jadi boleh yah aku ijin sebentar ke toilet. Dengan senyum yang mengemas kan dan mata puppy eyes nya Alice memohon, membuat Aaron tak tega dan berucap sambil menatap asisten nya.
__ADS_1
Menyusah kan saja, cepat buruan sana dan kau Ainsley cepat temani dia, jangan sampai iya tersesat serta nanti Tuan Kendrik akan menyalah kan ku karena kehilangan putri nya ini.
Hehehe... "Alice tersenyum kecut serta mengerucut kan bibir nya, dan di dalam hati bersorak sambil berucap...
Kok di temani sih, bakalan ribet nih, lalu bagaimana cara nya bisa kabur, kalau selalu di awasi terus seperti ini, tapi bukan Alice nama nya, kalau masih tidak bisa kabur hehehe, biarlah iya pusing kembali, siapa suruh mau menjadikan ku tunangan nya dan mau menahan ku selalu di Mansion nya itu, tapi tak lama iya berkata ke pada Aaron.
Om.."tapi kan Ainsley cowok ! jadi...mana bisa iya ikut ke toilet cewek.
Aaron pun menjitak kepala Alice sambil berucap, iya gak ikut masuk oon, tapi mengawasi dari luar saja, kira-kira nanti kamu akan hilang lagi atau tidak, dan kembali Aaron bersikap dingin serta berkata lagi.
Buruan ke toilet nya, waktu ku tidak banyak, dan di tambah pekerjaan ku yang masih menumpuk dan harus di urus serta di selesai kan secepat nya.
Maka cepatlah, kata mu tadi sudah tidak tahan lagi, nanti pipis di celana kau nangis pula seperti semalam. Dengan senyum mengejek nya Aaron berucap...
Yang mana membuat Alice tersulut emosi, serta berkata..."mana ada Aku pipis di celana, emang aku anak kecil apa...!
Lalu berbalik dan tampa berkata lagi, Alice langsung pergi menuju ke ruang toilet di sertai dengan wajah cemberut nya.
Ainsley pun mengejar nya menuju ke toilet dan segerah menunggu di depan nya hingga Alice pun masuk serta mondar-mandir untuk segerah mencari cara agar bisa lepas dan kabur dari sisi Aaron kembali.
Tak lama pun ide kembali muncul hingga..."Mbak..."kemari sebentar, Alice menarik lengan OB yang sedang membersih kan toilet dan membisikan sesuatu hingga iya menyetujui nya.
Serta tak lama Alice dapat keluar dari toilet tersebut, tampa di ketahui oleh siapa pun.
***
Aaron yang lelah menunggu di dalam mobil pun, iya mencoba menelpon asisten nya dan berucap...
Kenapa lama sekali, itu perempuan buang air atau pingsan sih, cepat periksa dan bawa iya kemari secepat nya, waktu ku tidak banyak, dengan gelisah nya Aaron terus menatap pergelangan jam tangan dan melihat nya, menandakan sudah banyak waktu yang terbuang.
__ADS_1
Ainsley nampak panik serta hendak memeriksa, dan bertanya kepada salah satu orang yang barusan keluar dengan menyebut kan ciri-ciri tersebut dan seseorang itu berucap...
Entah lah, tapi seperti nya masih ada satu orang di dalam sana.
Dan....dengan tampa izin lagi, Ainsley menerobos masuk serta menggedor pintu toilet, yang mana keluar lah seorang wanita lain dengan pakaian yang di pakai oleh Alice tadi.
****..." Ainsley mengumpat, dan segerah menelpon atasan nya, serta berkata...
Hallo Tuan....!!!
Maaf kan saya Tuan, tapi seperti nya... Nona telah berhasil melarikan diri kembali. Yang mana membuat Aaron yang mendengar nya menjadi tersentak kaget dan meremas celana nya sambil mengumpat...
Dasar...cewek bar-bar, emang dasar nya besar di lingkungan kumuh maka..."akan kembali ke habitat nya, Yah...kembali ke lingkungan kumuh dan tidak tau di untung, tunggu hukuman dari ku, kau seperti nya meremeh kan ku saat ini.
Baik Ainsley, cepat kau cari dia di tempat biasa, dan bawa paksa iya kembali pulang, kalau bisa kau ancam dia, agar dia tau siapa yang dia hadapi sekarang, dengan geram nya Aaron berucap.
Baik Tuan, dan tak lama sambungan telpon pun terputus serta Ainsley bergegas menuju ke lokasi yang di perintahkan oleh Tuan Aaron tadi, dan segerah membawa kembali Alice.
Aaron mengeram marah, dan berucap kepada supir nya...
Ayo segerah jalan, dan kita kembali ke Mansion.
Tapi setiba nya di perkampungan kumuh, Alice yang telah sampai dengan seragam OB nya, membuat sahabat nya itu merasa heran serta, mereka pun dengan segerah mencari tempat yang aman untuk melepas rindu.
Yah walau sebentar, Alice selalu merasa rindu bila tak bertemu dengan sahabat nya itu, dan hanya dengan berada bersama Amora, hati nya merasa senang dan bebas.
Tapi sesaat kemudian, beberapa orang dengan seragam yang mencolok ciri khas pengawal nya Tuan Aaron si Om Dingin serta ngeselin itu.
Membuat Alice mengeram kesal bukan kepalang, ini sih diktator nya melebihi Ayah nya.
__ADS_1
Ayah nya selalu tau Alice kabur dan memberi sedikit waktu luang, walau sebentar untuk iya bebas, tapi berbeda dengan Aaron si Om bengek itu, Uda dingin...ngeselin lagi, dengan terpaksa, Alice pun harus kembali mengikuti Ainsley untuk bersama nya kembali ke Mansion.
Hingga sampai di Mansion, Aaron yang duduk menunggu dengan di kaki di silang, tersenyum menatap Alice.