
Lalu Aaron berucap !" Sayang....! Apa kamu masih menginginkan masakan Jepang itu....?
Dan di lirik Alice....!
Tentu saja, dengan lirikan mata jengah, Alice menjawab ketus dan tak lepas pula menuntut Aaron agar mau menuruti kemauan nya itu.
Ah...."Tapi sayang....!
Kalau gak mau kasih, biar saja Aku gak mau makan nanti, dengan wajah kesal nya, mata melirik ke samping berlawanan dari tatapan Aaron saat ini, memperlihatkan Alice yang sedang merajuk.
Serta di balas Aaron. "Baiklah...!" Seperti nya kamu kecanduan dengan cara ku, yang menyuapi nya seperti tadi, tapi tidak masalah, akan ku pesan kan lagi, untuk mu nanti.
Alice Melotot mata nya, baru sadar apa yang di ungkap kan nya itu salah dan berteriak....!
No.....!
Kenapa sayang ?" Dengan terus menggoda, membuat Aaron semakin senang saja.
Aku akan makan, yang ada Rumah sakit saja dahulu untuk sementara.
Kenapa tidak jadi sayang !" Padahal Aku pun, sangat menyukai nya sayang.
Gak...! Pokok nya enggak, hingga terdengar telpon dari HP Aaron yang menyebab kan perhatian nya teralih dan mengangkat nya.
Aaron📱 Hallo Jhon!" Ada apa ?
Jhon📱Begini Tuan, seperti nya, Nona Bertha mulai mencari ulah lagi.
Aaron📱Kenapa lagi dengan dia!" Dengan bingung, Aaron sungguh tidak mengerti.
Jhon📱Nona Bertha sekarang kembali berada di kantor, dan terus menanyakan dimana Tuan saat ini, dan karena perintah Tuan juga, agar tidak mengganggu dan memberitau kepada siapa pun, tentang keberadaan Tuan saat ini dan Nona, Jadi kita pun tidak berani memberitau nya hingga saat ini.
Tapi Tuan !" Nona Bertha terus saja mencoba mendesak, hingga saat ini, iya kembali menerobos masuk ke Ruangan Tuan, dan berkata!" Tak mau pergi hingga Tuan mau menemui nya.
Aaron📱Ah...!" Biar kan saja dia melakukan itu, lagi pula hari sudah malam, kita akan lihat, sampai dimana dia akan terus menunggu ku !" dengan kesal, Aaron menjawab nya.
Jhon📱Kalau begitu, baik Tuan. Dan berarti !" Saat ini pun, saya akan segerah pulang saja, meninggalkan Nona Bertha, serta membiarkan nya menunggu sendiri di Ruangan Tuan.
Aaron📱Hemm....
Dan tak lama, sambungan telpon pun terputus.
__ADS_1
Hingga langsung di tanya Alice, "Ada apa...?
Biasa..!" Dengan malas, Aaron menjawab.
Si Nenek lampir itu lagi yah, dengan sorot mata yang tajam, seakan ingin mengulitinya saat ini. Serta Bagaimana Alice tidak kesal ke pada nya...!
Dengan kejadian terakhir kali, hingga menyebabkan iya menjadi seperti ini, dan kembali membuat iya marah, karena iya yang kembali mengingat kesalahpahaman mereka yang saat itu, belum juga mendapat kejelasan hingga saat ini.
Alice kembali terlihat jutek dan cemberut, yang membuat Aaron faham, dan akan menjelas kan semua nya.
"Kamu masih marah sayang....?
"Benar, Tadi itu yang menelpon Jhon sekertaris ku, yang memberitau kan, Nona....!
"Stop....!" Jangan sebut nama nya lagi...?
"Yang membuat Aaron terkaget, hinggan menaik kan alis nya, heran dan berkata, kenapa sayang...?
Aku tak sudi mendengar nama Nenek lampir itu di sebut kan di hadapan ku lagi, dengan ketus dan sorot mata yang masih kesal, serta seperti menyimpan dendamnya, ke pada seseorang yang nama nya di sebutkan itu.
"Aaron pun mengambil napas berat, dan mencoba menjelaskan, atau masalah ini akan terus berbuntut panjang.
Kamu cemburu sayang...?
Kalau kamu tidak cemburu, untuk apa kamu kesal seperti tadi, dan seperti yang kamu dengar tadi, saat Aku menjawab telpon, dan sewaktu di berada di Ruangan ku saat itu.
Semua sudah sangat terlihat jelas kan, kalau kita tidak ada hubungan lebih, karena jelas Aku yang selalu tak perna merespon nya, hingga kau melihat dan di saat yang tidak tepat, hingga menyebab kan kesalahpahaman tersebut.
Tapi Aku pun senang dengan kejadian tersebut !" Hingga Alice yang mendengar melotot kan mata nya tak percaya mendengar nya.
Apa kata nya tadi ! senang !
Hemmm....!" Jawab Aaron, bukan kah, itu menunjuk kan, kalau kamu yang cemburu sayang. Dan tak lupa lirikan mata Aaron yang menunjuk kan senyum kemenangan.
Dengan cemberut pula Alice membalas. serta lirikan mata malas, "Mana ada Aku yang cemburu !" Yang ada kamu tuh yang cemburu, dan saat itu, kenapa pula kamu yang datang tiba-tiba langsung menonjok Brayen.
"Oh..." Jadi nama nya Brayen, maka mulai sekarang kamu tidak usah lagi untuk pergi kuliah. "Dengan tegas Aaron berucap, karena kembali tersulut cemburu.
"Lah...!" mana bisa begitu, trus kuliah ku bagaimana!" Enak saja main stop-stop aja gitu, lah Aku nya aja, udah susah payah buat dapetin nilai bagus di Fakultas itu.
"Tapi kan sayang, kamu masih bisa kuliah sambil via online, sekarang jaman canggih, gak perlulah kamu mesti repot-repot datang ke kampus mu itu dan terus bertemu cecunguk itu, "Dengan kesal Aaron berucap.
__ADS_1
Apa kata mu !" gampang kamu bilang seperti itu, beasiswa yang dengan susah payah ku raih selama ini.
Tapi bukankah beasiswa masih dapat kamu dapat kan sayang, dan kalau perlu ku beli sekarang juga kampus mu itu, agar kau dapat kuliah dengan peraturan ku, dan tak bertemu lagi dengan cecunguk itu.
Om...!" Dengan kesal, Alice berkata dan kembali memanggil Om, karena sangat kesal Alice, dan merasa percuma berdebat sama Tuan Aaron tersebut, yang mana hanya akan, tetap menuruti kemauan nya.
Alice ingin memiringkan wajah nya kesal, tapi masih terasa sakit, hingga iya bersuara!" Iiisss....!
Kenapa sayang !
Sakit kah....?
Maaf, tapi kemauan mu tadi tidak bisa ku turuti sayang, tak cuma masalah tadi, tapi juga demi keselamatan mu itu.
Dan Aku juga tak mau kejadian penculikan itu terjadi lagi, cukup dan jangan membantah lagi.
Lalu Aaron mencoba naik ke atas ranjang rawat Alice, yang memang di tempat kan di Ruangan yang khusus, serta tempat tidur yang sedikit luas, yang dapat memuat untuk dua orang tersebut.
Hingga mereka pun rebahan di atas ranjang rawat itu berdua dengan saling berpelukan.
Bukan Alice tak ingin menolak, tapi iya telah lelah untuk berdebat dan ingin segerah beristirahat saat ini.
*
*
*
Serta di tempat lain, di salah satu Perusahaan terbesar di kota tersebut, dengan mulai tak sabar, "Bertha menunggu dengan wajah yang gelisah.
Bagaimana tidak, hari mulai larut, kantor pun sudah sepi, serta lampu sudah banyak yang di matikan.
Bertha yang mulai bergidik ngeri, iya mulai berdiri mondar mandir sambil melihat jam di pergelangan tangan nya, dan mulai menghubungi seseorang.
Aaahhhkkk...." Prang.....!
Dengan kesal Bertha pun melempar Hp nya, yang mana hingga saat ini, Aaron masih tidak dapat di temui maupun di hubungi, karena nomor nya masih terblokir.
Dan akhir nya, iya memutus kan untuk segera pulang, serta memutus kan kembali lagi besok, untuk terus menemui Aaron dan terus menjerat nya, dengan berbagai ide licik nya yang akan di jalan kan lagi besok .
🥀🥀🥀🥀🥀
__ADS_1
Nah lo, ide licik apa lagi yah🤔, bakal tambah runyam nih Aaron, ikuti lagi besok kelanjutan nya yah, and jgn lupa, trus tinggal kan jejak sayang nya, i miss you, dan selamat juga menjalan kan puasa💪😎😍.