
Tuan Aaron yang terhormat ! "Dan dengan reflek pula Aaron berbalik serta menatap wajah Ayah mertua nya.
Ah..."Iya...Saya Ayah mertua...! "Dengan tenang di jawab Aaron, yang mana iya pun melihat kemarahan sangat tampak di wajah Ayah mertua nya saat ini.
Tapi tidak menghilangkan, ketegangan nya pula, di mana saat ini Aaron sedikit takut akan apa yang akan terjadi selanjut nya.
Dengan memasukan kedua tangan nya, ke dalam kedua saku nya pula, "Aaron berbalik menatap Ayah mertua nya, serta dengan di serta kan wajah tegas tampa rasa takut. "Aaron pun berbalik menatap menjawab panggilan nya dan membalas menatap nya dengan wajah yang tetap dingin pula.
Yah..."Aaron saat ini mencoba tuk menutupi rasa gelisah dan bersalah nya itu. Agar iya terlihat di mata Ayah mertua nya itu, untuk terus dapat di percaya menjaga putri nya itu.
Tuan Kendrik pun, setelah menatap Aaron, serta langsung To the points, berkata....!
"Apa yang terjadi dengan putri saya saat ini....?
Ohhh...."Jadi Ayah mertua sudah tau, atau masih ingin tau semua kronologi nya, dan saya yakin Anda pasti sudah mendengar semua tentang kabar nya.
Iya...."Saya tau Tuan Aaron, dan saya sangat berterimakasih atas pertolongan mu, telah menyelamat kan Putri saya dari penculikan itu, tapi tidak dengan kau memukul nya, hingga menyebab kan putri saya berada di dalam Rumah sakit ini.
Kalau masalah itu, sudah menyangkut masalah hati Tuan Kendrik.
Maksud nya....! "Tuan kendrik sungguh tidak mengerti, tapi bukan iya yang tak merasa perna muda.
Tapi, apa iya punya rasa terhadap Putri nya, dan yang iya tau, kalau dari awal saja iya perna menolak nya.
Tuan Kendrik pun, nampak heran dan menaikan kedua alis nya, nampak heran dengan jawaban dari Aaron saat ini, dan terus meminta penjelasan.
Okey...."Baiklah Aku jujur ke pada mu Ayah mertua...! "Dengan frustasi pula Aaron Akan bercerita, mengakui perasaannya saat ini, dan mungkin membuat sedikit jatuh harga diri nya, yang mana selama ini, Aaron yang terkenal tegas, serta tak akan mau berkomitmen.
Begini Tuang Kendrik, Ah...."Tidak Ayah mertua, bagai mana kalau Aku bilang saat ini dan dari awal Aku bertemu Putri mu itu, Aku pun sudah mempunyai rasa. Dan Aku mohon untuk masalah ini, janganlah kau beritahu kan ke pada Putri mu terlebih dahulu, biarlah iya pun, mempunyai perasaan yang sama terlebih dahulu, baru Aku akan mengungkap kan nya.
"Hahahaha.....! "Tawa Tuan kendrik menggelegar dan berkata...! "Jangan kau bilang kau sedang cemburu ke pada Putri ku saat itu ! dan kembali tertawa hahahaha....!
Stop.....!
__ADS_1
"Oh...! "Ayolah Ayah mertua, kau jangan terus meledek ku seperti ini...!
Lalu...Aku harus seperti apa menantu ku...?
Paling tidak, kau harus membantu ku juga, untuk memisah Putri mu itu, dari semua laki-laki yang ingin merebut nya dari ku.
Ah...."Begitu kah...! "Ternyata Putri ku berhasil menjerat mu Tuan Aaron, dan apakah kau masih ingin terus bersama nya, dengan sedikit menaikan alis nya, Tuan Kendrik menggoda Aaron.
Ada sedikit perasaan lega setelah mendengar nya. Yang mana Aaron yang terkenal dingin serta tak mau berkomitmen itu, akhir nya bisa menerima putri nya. Yang mana tadi iya hampir salah faham, dan mengira Aaron terus bersikap kasar karena terpaksa menerima putri nya itu.
Jangan kau tanya lagi ! "Dan kalau perlu, Aku pun mau mengurung nya terus di dalam Mansion ku, agar putri mu itu tidak hilang serta di lukai oleh semua musuh mu itu...! "Aaron yang berbicara, sambil melirik ke arah Tuan Kendrik dan tetap tak lepas dengan wajah dingin nya itu.
"Hahahaha...."Baik lah menantu ku, Tuan Kendrik pun tak bisa berhenti tertawa, walau di dalam hati masih merasa sedih dengan kondisi sang putri saat ini, dan setelah mendengar kejelasan dari Aaron saat ini, yang membuat nya merasa lega, hingga merasa tergelitik.
"Yang dimana... !"Iya sendiri, serasa tidak percaya yang barusan iya dengar, serta dengan ini ! iya terus tertawa, hingga mendekati Aaron sambil menepuk bahu nya pelan dan kembali berkata...!
Baik...!
Aku akan percaya kan sepenuh nya Putri ku itu, kepada mu saat ini...!
Dengan tegas pula, serta menepuk bahu Aaron, Tuan Kendrik berucap, dan setelah nya berpamitan untuk undur diri dari hadapan Aaron saat ini.
Yang mana membuat jantung Aaron berdetak tak karuan, dan merasa takut, saat itu tiba serta iya tak dapat lagi bersama nya.
Hingga lamunan itu, hilang karena di sadar kan oleh asisten nya Ainsley, dengan mengata kan...!
Tuan...!
Ini semua berkas yang Anda ingin kan saat ini, yang mana Anda tadi bilang akan bekerja di sini, sambil menjaga istri Anda.
Hem..."Lalu bergegas mengambil berkas itu dan segerah memasuki Ruang rawat istri nya, yang mana melihat, istri nya saat ini diam dengan tatapan kosong, dan enggan untuk menatap diri nya.
Aaron tau...!" Istri nya saat ini masih marah dan mencoba melembut serta mengalah, agar bisa kembali mengambil hati nya.
__ADS_1
Aaron takut, istri nya akan kembali lari setelah pulih. Maka dari itu, sebelum itu terjadi, iya harus pandai saat ini untuk tetap bersabar dan mengalah.
Alice masih diam tak bergeming. Walau Aaron sudah mencoba beberapa cara, agar istri nya itu luluh dan kembali ceria seperti biasa.
Iya lebih rela Alice yang suka mengajak nya selalu berdebat, ketimbang, Alice yang saat ini.
Tidak ada respon dan kaku, walau Aaron sudah mencoba berbagai cara, hingga seorang perawat masuk dan membawakan nya sarapan saat ini.
Tok...
Tok....
Tok...
Permisi...!"Jangan lupa di makan sarapan nya, dan saya iri melihat nyonya yang sangat di perhatikan oleh suami nyonya, yang rela menunggui Nyonya dari Awal masuk hingga sekarang dan mungkin saja iya sendiri belum sarapan dari awal membawa anda hingga saat ini.
Suster tersebut terus bercap, yang mana membuat dua manusia yang sedari tadi canggung dan kaku, menjadi saling lirik, serta mulai berlalu, setelah merasa tugas nya sudah selesai.
Alice yang mendengar perkataan perawat, dan merasa sedikit tergerak hati, dan mulai berkata, walau...sedikit terdengar ragu, karna mata nya masih tidak mau melihat ke arah Aaron.
Kau belum makan....! kenapa...?
Karena kau juga dari tadi tidak mau makan, jadi Aku pun tidak mau makan.
Ah..."Kalau Aku mati, apakah kau juga akan ikut mati hah...!" dengan sedikit membentak, sifat lama Alice mulai kembali, dan menyebabkan, Aaron yang tadi nampak muram, sekarang sedikit ada guratan senyum dari wajah nya itu, dan mulai menjawab...!
Iya...."Bila itu takdir.
Hah..."Alice menarik napas berat, dan kembali berkata, cepat kau suapi Aku sekarang, tapi kau juga harus makan, dan jangan sampai kau nanti sakit, serta menyalah kan Aku pula, nanti.
Yang mana, membuat Aaron tak percaya mendengar nya, serta menoleh dan langsung mendekat.
****
__ADS_1
Kita sambung lagi besok yah, jadi jangan lupa, ikuti terus cerita nya dan selamat berpuasa 😀.