
Syaratnya cuma kau bahagiakan putri ku itu. Sudah banyak ia menderita.
Maka saat di masa tuaku ini. Cukup kau gantikan Aku untuk membahagiakan nya.
Sambil merangkul Aaron, "Tuan Kendrick memberi saran pula agar bisa menaklukkan putrinya itu.
Aaron tersenyum senang. Ternyata Ayah mertuanya mendukungnya.
Aaron pun berterima kasih kepada Ayah mertua nya itu. Dan ia pun berjanji akan selalu melindungi dan membahagiakannya selalu.
Hingga waktu berlalu, dan kini tiba saat Aaron yang akan pulang.
Yah...Aaron akan tetap pulang ke Mansion Ayah mertuanya. Sesuai perjanjian awal.
Tapi itu tak masalah tapi Aaron. Yang terpenting baginya saat ini adalah dapat berkumpul bersama keluarga kecilnya itu.
Alice serta Richard sudah menjemputnya saat ini. Dan kini ia pun sudah memasuki ke dalam Mansion Ayah mertuanya.
Tiba saat Alice membawanya untuk segera ke kamar mereka.
Aaron langsung mengunci pintu kamarnya dan tampa kata lagi, menarik lengan Alice. ******* bibirnya dengan lembut dan sangat dalam.
Yah ...! Aaron sangat merindukan ini, dan sudah menahannya selama beberapa hari selama di Rumah sakit.
Alice mencoba menahan. Karena ini masih terlalu dini. Ia pun tak dapat menolak karena Alice juga menginginkan nya.
Disaat hasrat mereka yang sedang tinggi-tingginya. Terdengarlah suara ketukan pintu.
Dady....Dady....
Aaron mengeram keras, dibalas cekikikan oleh Alice.
Bocah itu ! Selalu saja mengganggu ku.
Hahaha....! Alice tertawa renyah. Sudah ..."Kau tak perlu marah lagi kepada putra mu itu.
Bukankah saat ini lebih baik kalian sering bersama, agar timbul kedekatan diantara kalian.
Tapi sayang...! "Aaron merengek kepada Alice.
Kan masih ada waktu nanti malam. dan asal kau tau, selama beberapa hari di Rumah sakit ini.
Putra mu itu ingin menjadi pria dewasa, dan ingin selalu tidur sendiri.
Benarkah !
Kalau begitu baiklah ! Aku akan mengajaknya keluar jalan-jalan hari ini.
Good job sayang, dan langsung di tariklah pinggang Alice, ******* bibirnya sekali lagi walau sesaat, karena mereka selalu diganggu putra nya.
Aaron pun saat ini telah keluar dari dalam kamarnya. Bertanya ! Ada apa son ?
Dady Aku ingin ketaman bermain hari ini, dan kau juga berjanji akan mengajakku makan es krim kan.
Ayo....ayo....sekarang Dady....
__ADS_1
Okay....okay....
Ayo sekarang bersiaplah, kita akan berangkat sekarang juga.
Yeeeee...
Ricard tersenyum bahagia, sambil melompat-lompat, ia kegirangan. Karena akhirnya ia bisa pergi jalan-jalan bersama Mamy dan Dady nya seperti yang ia lihat, pada keluarga teman-temannya itu, saat di kota sebrang.
Mereka pun akhirnya saat ini sampai di taman hiburan Negara tersebut.
Richard nampak senang hingga ia pun tak henti ingin menaiki beberapa wahana yang ada disana.
Hingga mereka puas. Saat ini tiba mereka akan pulang.
Dijalan Ricard melihat anak jalanan yang nampak tak baik-baik saja.
Karena seperti habis disiksa dan entah kenapa, mereka tidak tau.
Richard menarik tangan Dady nya. Memohon agar dapat membantunya.
Dan akhirnya, Aaron pun tak tega. Hingga mereka mendekat serta bertanya.
Anak itu seperti ketakutan saat didekati. Ia pun ragu berkata, hingga dibujuk Aaron, barulah ia mau bercerita.
Richard nampak kasihan dan memohon kepada sang Dady agar mau mengajak nya pulang.
Richard pun berkata ingin mempunyai sahabat saat ini.
Dan Richard pun ingin anak ini menjadi sahabat nya serta melindunginya, dari siksaan para penampung anak jalanan.
Yang membuat Aaron bangga akan kebesaran hati sang putra hingga mau menyetujuinya.
Dan akhirnya mereka mengajaknya pulang saat ini.
Hingga sampai di Mansionnya. Tuan Kendrick yang penasaran pun, menjadi menanyakan.
Mereka pun menjelaskan, dari awal pertemuan hingga saat ini. Maka mereka memutuskan untuk merawat dan menjadikannya sebagai anak asuh, yang selalu mendampingi Ricard.
Hari-hari pun berlalu. Kini tiba saat mereka yang akan berlibur ke Negara Itali, seperti janji Aaron kepada sang putra.
Mereka menjadikan juga sebagai liburan dan bulan madu bagi Aaron dan Alice.
Maka dari itu, sesampai mereka di sana. Aaron khusus memesan dua kamar, agar bulan madunya tidak diganggu.
khusus kamar utama dipesan sepesial buat Aaron dan Alice. Dengan dalih agar cepat memberi Ricard adik.
Dan kamar kedua, Aaron memesan kan buat Asisten nya Ainsley, bersama Ricard dan juga anak yang di adopsinya itu.
Yah...Anak yang ditemuinya itu bernama Alex. Dan mereka mengadopsinya, agar tidak ada lagi tuntutan hukum, bila terjadi sesuatu.
Tinggal Ainsley saja, yang pusing menuruti kemauan dua bocah itu saat ini.
Karena Aaron dan Alice tidak bisa di ganggu, dan menyerahkan semua tanggung jawab ke pada sang asisten.
*
__ADS_1
*
*
Hari demi hari berlalu tampa terasa. Kini tiba-tiba Alice merasa mual saat menyantap sarapannya.
Aaron yang khawatir pun bertanya, "Sayang ...! Kamu sakit.
Ayo secepatnya kita pergi ke dokter.
Tidak jawab Alice. Mungkin ini cuma masuk angin saja. Tapi tiba-tiba kepalanya terasa pusing, dan Alice tak sanggup berdiri.
Aaron yang cemas pun langsung menggendong Alice, serta itu pun mendapat izin dari sang Ayah mertuanya. Dan segerah membawanya ke rumah sakit, tampa bisa Alice untuk protes saat ini.
Dan betapa terkejutnya Aaron saat mendengar Dokter berkata, kalau Alice saat ini telah hamil kembali.
Ia pun langsung memeluk sang istri karena senangnya. Dan segerah menanyakan, apa kemauan nya saat ini.
Karena saat hamil anak pertama, Aaron tak dapat menemaninya, dan menuruti apa kemauannya.
Alice menggeleng, karena memang saat ini ia tidak menginginkan apapun.
Mereka pun segerah pulang untuk mengabarkan kabar bahagia ini.
Dan betapa kaget serta senang mereka semua mendengar.
Hingga sang putra berucap ia ingin adik perempuan dan kembar.
Aaron tak bisa memastikan, dan disambut oleh Alice dengan perlahan menjelaskannya.
Richard pun mulai faham dan berkata kepada sang Mamy, apapun nanti adiknya mau kembar atau tidak, laki-laki atau perempuan, dia tetap adik nya dan akan selalu melindunginya.
Aaron senang dan bangga mendengarnya.
Hingga ia pun akan mengadakan makan besar di Mansion ini. Sebagai tanda akan hadirnya anggota baru di keluarga ini.
Aaron memeluk sang istri, mencoba memanjakannya. Hingga ia pun, mulai banyak mengalah, demi sang istri dan sang Putra, serta colon yang ada di dalam perut Alice.
Terlihatlah kebahagian mereka saat ini. Dimana sang CEO yang dingin dapat ditaklukan oleh wanita bar-bar dan membuat kini, sang CEO yang dingin itu pun terlihat mulai bucin kepada sang istrinya.
Ayah Alice pun nampak senang melihat ini semua.
Kini keluarganya sudah dapat berkumpul dengan bahagia.
Tiba saat dia akan diambil saat ini pun, Tuan Kendrick nampak pasrah.
Karena tanggung jawabnya saat ini telah tuntas.
Ia pun berkata kepada sang istri yang di atas. Lihatlah Putri kecil kita yang dahulu.
Kini ia sudah menemukan seorang yang dapat menjaganya.
Maka dari itu sayang. Tunggulah Aku datang, dan kita akan segerah bersama. Sambil memegang dadanya, yang saat ini terasa perih.
💗TAMAT💗
__ADS_1