Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
Menjelang hari pernikahan


__ADS_3

Pagi ini Aaron sudah bersiap ke kantor nya, untuk mulai menjalan kan tugas nya sebagai pemimpin baru di Perusahaan Ayah nya Alice.


Iya nampak memasuki gedung itu dengan gagah nya, hingga tak luput dari satu mata pun, yang mana memandang kagum ke pada nya.


Mereka semua berbisik, itu kah pemimpin baru perusahaan kita, Wahhh....ganteng nya...!!!


Tapi sayang...."ucap teman sebelah nya, dari gosip yang beredar, kata nya itu adalah Tunangan dari anak Pemimpin lama, dan karena saham pemimpin lama masih lebih unggul, maka sementara di limpah kan ke pada pemimpin baru kita ini.


Ooohhh..."Jadi begitu yah, tapi pemimpin baru ini, lebih muda dan lebih fresh, aku jadi lebih bersemangat lagi bekerja nya, dan bahkan di jadikan simpanan pun aku mau, celetuk salah satu karyawan lainya dengan sambil membayang kan wajah Tuan Aaron yang Tampan dan gagah, hingga iya pun di peringati oleh teman karyawan lain nya.


Husss...."kalau mimpi jangan ketinggian, kalau jatuh sakit loh, dan mulai di bubar kan karyawan lain nya tadi dengan berucap, sudah...sudah...kerja, "kalau kita sampai ketahuan ngerumpi, bisa di marahin semua, kita nanti nya...!!!


Serta tampa menunggu lama lagi, maka bubar lah kumpulan penggosip para karyawan tadi.


Dan Aaron saat ini pun, yang sudah memasuki ruangan nya itu, yang mana sebelum nya itu adalah ruangan Tuan Kendrik.


Yah..."Semua karyawan di kantor ini cuma tau kalau Aaron adalah Tunangan Putri Tuan Kendrik saja.


Mereka semua tidak tau kalau nanti malam adalah hari pernikahan nya bersama Putri Tuan Kendrik pemimpin lama itu.


Yang mana pernikahan nya memang untuk sementara di tutupi, agar terhindar dari musuh, dengan pertimbangan melihat sikap Alice yang masih ceroboh dalam bertindak itu.


Hah...."Aaron mengambil napas berat, sambil memijit kening nya, yang mana iya melihat setumpuk berkas di saat iya baru memulai, karena iya belum tau persis keseluruhan data serta pembukuan perusahaan ini.


Aaron memang sangat profesional kalau dalam soal pekerjaan, iya gak mau sembarangan menjalan kan nya.


Maka dari itu, iya ingin terlebih dahulu mengetahui isi detail kerja di dalam perusahaan ini, serta iya pun mulai memeriksa semua berkas-berkas nya.


Setelah memeriksa secara keseluruhan saat ini pun, dan seperti ada sesuatu yang mengganjal.


Yah..."Nama itu, Aaron sangat benci bila mengingat akan Nama itu.


Itu adalah Nama Ayah nya.

__ADS_1


Aaron yang sangat tau watak Ayah nya, yang tidak berubah dan sangat picik, serta suka memanfaat kan seseorang, hingga iya pun dengan tega pula, membuang keluarga nya sendiri.


Mengingat ke masa lalu membuat Aaron merasa sakit, tapi itu lah tujuan Aaron berada di sini.


Iya pun berpikir, pastilah Ayah nya itu tidak tau kalau mulai sekarang ini, Dia adalah musuh Ayah nya sendiri.


Yang mana mengingat, kalau misi mereka pun sama dengan nya, dengan misi menguasai perusahaan ini.


Aaron tersenyum devil, dan mengejek di dalam hati, ku temukan cela kebusukan mu saat ini, sakit ini tak akan bisa terobati.


Kau yang menggores luka ini, hingga masih menganga sampai saat ini, dan jangan salah kan aku, bila nanti aku akan menghancur kan mu.


Dengan sorot mata tajam, Aaron terus memandang lurus ke depan dan mengingat masa kelam itu hingga asisten nya Ainsley menyadar kan nya.


Maaf Tuan..."Sudah waktu nya makan siang, dan di sela makan siang ini juga kita ada janji temu dengan klien kita dari Perusahaan S.


Baik...."Aaron segerah menutup berkas serta laptopnya dan segerah berdiri untuk segerah menghadiri meeting atau pertemuan dengan klien nya tersebut.


Hemmm..."seperti nya lancar Tuan, jawab Ainsley, karena belum ada berita Nona Alice yang akan kabur lagi saat ini.


Aaron pun tersenyum setelah mendengar nya, membayang kan wajah Alice yang sungguh mengemas kan dan selalu bermuka cemberut, serta banyak rasa kecewa setela beberapa kali iya gagal kan pelarian nya itu.


Hemm..."Bagus, kita lihat saja nanti, apakah perempuan itu akan terus melarikan diri lagi. Dan dengan senyum mengembang, Aaron membayang kan wajah terus kecewa nya Alice saat rencana nya selalu gagal. Dan berucap di dalam hati, kenapa aku jadi selalu memikir kan gadis bar-bar itu yah.


Ini aneh, tapi keseruan membuat nya terus kecewa seakan menjadi hiburan buat ku saat ini, di tambah masalah ku yang begitu rumit.


Dannn..."di saat lamunan itu terjadi, tiba-tiba mobil sudah berhenti, tanda mereka sudah sampai, hingga asisten nya Ainsley pun berucap...


Tuannn...."kita sudah sampai....!!!


Hemmm...."Aaron menjawab singkat dan trus turun dari mobil nya, serta mulai memasuki restoran terkenal, yang berada di jantung kota ini.


Aaron sudah menapaki pintu masuk restoran tersebut, hingga salah satu pelayan menyapa dan mengantar kan nya memasuki ruang VVIP.

__ADS_1


Kini Aaron sudah berhadapan dengan seorang Gadis cantik nan elegan, perwakilan dari perusahaan S, yang mempunyai status pemimpin perusahaan S sekarang, yang mana Ayah nya juga telah menyerah kan tugas perusahaan tersebut ke pada nya, dan saat ini akan menjalin kerja sama dengan Perusahaan yang baru Aaron kelola.


Bertha sangat terkejut, yang mana iya melihat kedatangan Aaron sebagai perwakilan dari perusahaan Ayah nya Alice.


Karena yang iya tau, pemimpin tersebut masih Tuan Kendrik, yang mana Ayah Alice akan berpenampilan yang lebih tua dan ini berbanding terbalik.


Bertha merasa kagum dengan pertemuan pertama nya ini, dan di tambah dengan sikap Aaron yang dingin dan tegas, membuat simpati nya semakin meningkat untuk mendekati nya.


Tapi berbeda dengan Aaron yang nampak cuek dan dingin.


Hingga diskusi di mulai pun, Bertha nampak tidak fokus, tapi akhir nya kerjasama pun terjalin dengan lancar.


Hingga mereka saat ini berjabat tangan, dan Bertha menggenggam erat tangan Aaron dengan sedikit melamun, Serta karena Aaron yang merasa risih hingga Aaron berdehem...


Bertha pun baru tersadar, dan melepas kan jabatan tangan tersebut dengan tersenyum kikuk.


Hingga Aaron pergi meninggal kan restoran tersebut, Bertha masih betah memandang kepergian Aaron, yang membuat nya seperti candu untuk terus menatap nya, hingga iya memutus kan akan terus berusaha untuk bertemu kembali.


Dan di rumah, Alice yang sehabis perawatan dengan segala macam, iya masih terus mencari rencana untuk kabur kembali.


Aku tidak mau menikah...!


aku tidak mau menikah... !


Alice terus mondar mandir mencari ide apa lagi untuk melarikan diri.


Serta persiapan pun saat ini, sudah hampir 90 persen selesai.


Tiba saat Aaron yang sudah kembali di kantor dan terus bekerja hingga sore menjelang.


Ainsley mengingat kan kembali, Maaf Tuan, sudah waktu nya Anda pulang, dan bersiap akan pernikahan Anda nanti malam.


Hemmm..."Aaron pun bersiap untuk bergegas pulang dan bersiap untuk acara pernikahan nya malam ini.

__ADS_1


__ADS_2