
Berbeda dengan Alice yang saat ini telah sampai di kampus kuliah nya.
Semua mata mulai memandang nya saat ini. Yah....bagai mana tidak, Alice kali ini tiba di kampus nya dengan menggunakan mobil mewah tak seperti biasa nya.
Jadi..."Yah...wajar saja mulai lah terdengar desas desus semua mahasiswa yang mulai menggunjing diri nya seperti saat ini.
Yang mana selama ini, yang mereka tau, Alice adalah seorang mahasiswi beasiswa yang beruntung serta dapat kuliah di kampus ini.
Terlebih...mereka pun melihat Alice yang turun dari mobil dengan di temani oleh seorang bodyguard.
Semua mata pasti terperangah, iri pasti ada, dan mereka semua pun mulai berbisik..."kok bisa yah🤔, si alice cewek bar-bar yang notabene nya orang biasa, dia hari ini di antar pakai mobil mewah serta di kawal bodyguard lagi kemana-mana.
Iya...yah🙄, pada hal selama ini iya sering di tumpangi teman dari kalangan kumuh nya itu, yang biasa nya naik mobil biasa itu.
Hooh..."jawab teman lainya, kok bisa yah🙄, apa si Alice mulai jadi Baby sugar..."hahaha...semua teman mencemoh serta meremeh kan nya.
Tapi dasar nya Alice, sudah kebal dengan kelakuan anak kampus ini, Yang mana tiada hari tampa gosip, serta tidak suka sesuatu yang dapat menyaingi ke populeran mereka
Alice sudah faham dan tau akan hal ini pasti terjadi, yang mana...maka dari itu, iya sudah menolak suami nya itu, untuk di antar sopir serta di beri bodyguard seperti saat ini.
Tapi dasar Alice tipikal yang cuek serta tidak mau ambil pusing, iya pun melenggang cuek melewati mereka semua.
Hingga...."Maria sahabat Alice pun melihat dan melambai kan tangan serta menyapa nya.
Yah..."Maria saat ini, sudah tidak kaget lagi, saat melihat Alice yang di antar serta di temani oleh bodyguard pergi ke kampus nya ini.
Yang mana..."Maria sudah tau tentang Alice saat pelarian kemarin, dan melihat Alice di jemput oleh Ayah nya dan seseorang yang mungkin sudah menjadi suami nya saat ini, yang dapat di lihat, kalau mereka adalah orang yang sangat berada. Serta iya pun, saat ini sudah berjalan menghampiri nya.
Maria pun mendekat dan berucap..."Hai Alice, bagai mana kabar pernikahan mu kemarin, dan masih banyak yang ingin aku tanya kan kepada mu, tapi jam pelajaran akan segerah di mulai, kita buruan saja masuk terlebih dahulu yah, dengan sambil beriringan mereka berjalan.
Hem..."Jawab Alice santai...
Sambil berjalan mereka pun bercerita, Eh.. "kamu sudah tau gak Alice...
__ADS_1
Tau apa...!
Alice nampak heran dan penasaran 🙄.
Itu..."Selama beberapa hari kamu tidak hadir, di kampus kita ini, hadir seorang Mahasiswa baru pindahan loh.
Hem..."Terus kenapa dan apa menarik nya, sampai kau seheboh itu bercerita ke pada ku🙄.
Eh..."Kamu belum tau dan bertemu saja dengan tuh anak, dan tuh anak, baru hadir saja sudah membikin heboh satu kampus kita ini.
Hah..."Bagaimana bisa, dan lagian tidak ada urusan juga dengan ku, dengan cuek nya Alice berkata, dan terus berjalan tampan memperhatikan kiri dan kanan hingga.. "Aaaaww... "kurang ajar kau ..."dengan melotot Alice berucap dan mengelus kepala nya yang sakit😈.
Siapa yang melakukan ini hah..."dengan kesal nya Alice berucap sambil melihat sekeliling dan mencari si pelaku.
Yang mana saat ini... "Brayen murid pindahan yang baru saja di bicara kan Alice menghampiri nya sambil mengambil bola basket nya yang tak sengaja, salah sasaran mengenai Alice.
Awal...iya iseng ingin mengerjai teman nya Beltran, tapi mala Beltran menghindar serta Alice yang saat itu sedang lewat pun, menjadi sasaran nya.
Setelah Bola di ambil, Brayen dengan segerah meminta maaf ke pada Alice dan melihat tampilan Alice yang berbeda dari murid lain nya, yang mana kampus ini terkenal Bonafid serta semua murid nya berpenampilan stylish.
Apa yang kau tertawakan hah..."Kau sudah melukai ku dan sekarang menertawakan ku hingga Bodyguard nya yang di belakang pun sebenar nya juga terkaget, dan tak menyangka akan serangan tersebut.
Iya yang mana harus melindungi, mala bisa membuat Nona nya celaka.
Kalau ketahuan Tuan Aaron, iya akan di marahin habis-habisan saat ini.
Maka dari itu, bodyguard nya mulai maju serta hendak memberi nya pelajaran saat ini juga.
Tapi sebelum nya, Alice sudah menahan nya, serta hendak memberi pelajaran dengan tangan nya sendiri.
Dasar orang sombong, sudah melaku kan kesalahan, masih juga menertawakan ku, dan Alice mulai tampa aba-aba meninju perut nya Brayen hingga Brayen mengaduh kesakitan dan melotot kan mata nya.
Bagaimana tidak, semua mahasiswa di kampus ini sudah mengagumi nya dari awal masuk hingga sekarang, dan ini..."Cuma cewek yang berpenampilan biasa serta sedikit bar-bar ini, yang mana seperti nya, iya... tidak sedikit pun melihat ketampanan nya saat ini.
__ADS_1
Hingga Brayen pun menjegal tangan Alice yang hendak pergi setelah memukul perut nya.
Semua mata pasti tertuju pada nya, yang mana Brayen adalah idola baru di kampus ini.
Alice bukan apa-apa bagi mereka, karena mereka tidak tau siapa Alice sebenar nya.
Mereka semua bertambah membicara kan, serta mencibir nya, terutama para gadis yang mengidolakan Brayen saat ini.
Tunggu ucap Braye, dan di tatap Alice tajam.
Kenapa kau memukul perut ku, dan bukan kah Aku sudah meminta maaf tadi, dengan mata terus memandang lurus ke mata Alice, Brayen menunggu jawaban dan lama menatap, entah seperti nya Brayen mulai mengagumi Alice sambil bergumam di dalam hati....
Ternyata cewek ini, cakep juga yah, kalau lama-lama di lihat...!
Dan dengan tegas pula Alice menjawab...
Kau tidak sadar kah dengan perlakuan mu terhadap wanita, yang mana tadi kau melempar ku dengan bola, dan sudah menertawakan ku setelah meminta maaf...
Apa...! "Oh...itu, bukan...."Aku bukan menertawakan mu, kamu pasti salah faham, dan boleh kah sekarang kita berkenalan, mengingat...Aku yang baru melihat mu saat ini. Dan Bodyguard yang melihat pergerakan yang akan merugi kan Tuan nya itu.
Maka..."Iya pun mulai berucap..."Nona, dengan hendak menarik tangan Alice, dan tidak lagi meladeni pria tersebut.
Serta Alice pun menurut dan meninggal kan wajah Brayen yang masih bingung dengan kelakuan Alice, yang mana pasti setiap wanita di kampus ini, akan dengan senang hati bila mau di ajak berkenalan dengan nya, tapi kali ini berbeda.
Alice tidak perduli dengan ajakan berkenalan dengan Brayen, dan juga membiar kan tangan nya masih menggantung, yang mana di anggur kan saat mengajak Alice berkenalan tadi.
Alice, Maria, dan Bodyguard nya terus melaju meninggal kan Brayen hingga memasuki kelas nya, karena memang ini sudah jam nya masuk.
Brayen masih mematung serta di hampiri oleh Beltran dan berucap, hai Bro...!
Kenapa lo bengong...?
Dan Brayen pun tersadar, serta berucap...
__ADS_1
Lo tau siapa cewek tadi...! _dengan penasaran Brayen berucap....
Oohhh...."Tadi itu Alice teman satu kelas kita, and gak usah di pikirin, dia emang cewek bar-bar dan tak perna bergaul dengan anak kampus ini, kecuali tuh...! "Teman satu-satunya, Maria yang tadi bersama nya. Dengan merangkul bahu nya Beltran terus berucap dan mengajak nya juga untuk segerah memasuki kelas nya juga.