
Alice yang sudah duduk terikat pun menoleh siapa yang berada di hadapan nya saat ini, hingga iya menoleh dan berucap ...
Kau.....!!!
Hahaha...."iya pun tertawa menggelegar dan berucap...
Iya...."Aku, kenapa....???
Kenapa kau melakukan ini....!
Itu semua karena Ayah mu, dengan muka tetap angkuh dan sombong nya, Tuan William berucap.
Kenapa dengan Ayah ku, dan setau ku, semua staf kantor tidak perna ada yang bermasalah terhadap Ayah ku.
Iya..."Itu benar, tapi Aku menginginkan lebih, karena semula perusahaan itu memang milik ku.
Apa...! "Milik mu, yang ku tau perusahaan itu, setelah di pimpin kau terakhir kali, bukan nya sudah gulung tikar, dan karena Ayah ku lah, Perusahaan itu kembali bangkit, dengan tak percaya, apa yang Alice dengar saat ini.
Hey...."Bocah tengil, kau tidak tau apa-apa, jadi kau diam saja, dan turuti perintah ku saat ini.
Tidak..."Aku tidak akan diam bila menyangkut soal Ayah dan perusahaan, kenapa kau mau berhianat terhadap orang yang sudah membantu mu itu, dan masih untung kau masih di bagi saham di perusahaan itu, yang mana harus nya, kau menyerah kan keseluruhan nya ke pada Ayah ku, dengan kesal nya Alice berucap dan menatap tajam Tuan William.
Yang mana membuat Tuan William semakin geram saja, sehingga iya mulai mendekati Alice dan mencekamnya kuat serta menatap diri nya tajam dengan aurah amarah nya yang memuncak.
Tuan William pun berucap, kau bocah yang baru tumbuh saja, sok tau dan mau membantah ku, tidak usah memberikan ceramah mu di sini, karena di sini kau tak di anggap seperti di dalam Mansion mu itu, yang mana kau di layani bak Putri Raja, tapi di sini, Aku lah yang akan memerintah kan, jadi kalau kau berani berkomentar lagi, tunggu lah hukuman nya dari ku, serta Tuan William setelah berkata dan menghempas kan cengkraman nya begitu saja, dan sekarang sedang menelpon seseorang saat ini.
Alice meringis kesakitan, tapi masih bisa iya tahan, yang tidak bisa iya tahan adalah, kebusukan hati orang yang ada di hadapan nya ini.
Dengan tajam Alice menatap nya, dan berucap, lepas kan aku, atau kalian semua akan menanggung akibat nya nanti.
Plakkk....
Yang membuat Alice meringis sakit, "iiisss..."Dengan darah yang mulai menetes dari sudut bibir nya.
Yang mana ketika, Tuan William hendak menelpon seseorang tersebut, Alice kembali mulai mencari ulah dan membuat nya naik pitam, serta tamparan itu terjadi dengan keras nya.
__ADS_1
Diam kau, ucap Tuan William, atau kau masih mau ku siksa lebih dari ini, dan setelah nya, Tuan William yang berkata sambil menjambak rambut Alice, yang kembali membuat Alice meringis sakit, serta di lihat oleh Angel dan sopir nya, yang saat ini tidak bisa berbuat apa-apa juga.
Yang mana, Angel yang melihat pun hanya bisa membantu dengan berkata, lepas kan dia, janganlah kau apa-apa kan dia, siksa saja Aku, tapi jangan dia.
Ohh..."Ternyata Nona muda ini ada yang membela nya juga yah, bagus...dan sangat menarik, jadi Aku bisa bermain-main dengan kalian semua...."hahahaha...
Tawa Tuan William menggelegar, serta mulai menjambak pula rambut Angel dan setelah nya menampar nya kuat seperti Alice tadi, dan berucap...
Diam...kau...!
Siapa yang berani melawan ku, maka hadapilah siksaan ini dari ku, dan kau perempuan kacung, di sini kau tidak ada arti nya sama sekali, jadi kau diam saja hah...mengerti.
Tuan William yang berucap sambil terus menjambak rambut Angel, karena berusaha membela Alice, serta setelah berucap iya pun sempat di ludahi oleh Angel..."cuiiihhhh..."kau manusia paling menjijikan yang pernah aku temui.
Yang mana membuat Tuan William semakin marah serta hendak menampar nya lagi.
Tapi tak lama terdengar suara kerusuhan dari luar, hingga salah satu orang suruhan nya masuk dan berucap...
Tuan....
Tuan....
Itu...Tuan...!
Di luar....!
Ada apa di luar...? "Dengan penasaran, Tuan William bertanya.
Di luar, seperti nya kita di kepung dan mereka sudah banyak menghabisi orang-orang kita yang sedang berjaga di luar, dan saat ini sedang menuju kemari Tuan, dengan gugup dan takut nya, dia melapor kan.
Apa....!
Tuan William yang terkaget serta berucap lagi, bagaimana mana itu bisa terjadi, dasar kalian tidak becus, dan segera menampar orang suruhan nya tersebut hingga jatuh tersungkur di lantai.
Cepat persiap kan diri kalian semua, dan jaga tawanan kita, kita lawan dan beri juga mereka pelajaran, Tuan William yang berucap tegas, tapi tak lepas juga dengan rasa gugup nya saat ini, karena iya tak menyangka akan di serang secepat ini.
__ADS_1
Dan berucap di dalam hati, siapakah yang berani dan dapat menerobos pertahanan nya saat ini.
Lalu tak lama, muncul lah Aaron beserta beberapa pengawal nya yang sedang menulusuri sekitar, untuk mencari dan melihat keadaan istri nya itu.
Serta betapa terkejut nya Aaron, yang mana iya melihat, keadaan istri nya saat ini, yang nampak sangat tidak baik-baik saja.
Aaron mengeram dengan kesal nya, dan berucap....
Hey...Tua bangka, tidak malu kah kau, melawan bocah dan menindas nya dengan lawan yang tidak seimbang.
Kalau kau berani, sini lawan Aku, dan segerah lepas kan dia, dengan suara lantang nya, Aaron yang marah dan meneriaki Tuan William.
Hahaha..."Kau mau membela tunangan mu ini Tuan Aaron, tidak semuda itu, dan jika kau menginginkan dia selamat...!
Maka akan ada timbal balik terlebih dahulu... "Mengerti, karena aku pun tak mau rugi, dengan pekerjaan ku yang sia-sia.
Maksud nya apa Tua bangka, aku tidak mengerti, dan cepat lepas kan dia....
Yang mana saat ini Alice, Angel serta sopir nya yang di duduk kan di sebuah kursi lama, serta tangan di ikat, dengan muka yang sudah lebam akibat ulah Tuan William tadi, dan di sertai saat ini pun sedang di todong sebuah pistol di kepala mereka masing-masing, yang mana membuat Aaron bimbang, dan tak berani gegabah dalam mengambil ke putusan.
Hahaha..."kau pura-pura tidak mengerti atau bagaimana Tuan Aaron, Aku akan melepas kan mereka bila kau sudah mau menyerah kan saham mu itu ke pada ku, dan masalah perusahaan, kau bisa pergi saat kau sudah memberikan semua saham nya ke pada ku.
Yang mana setelah nya, kau bisa bersama tunangan mu ini dengan selamat.
Apaaa....! Aaron melotot tak percaya yang di dengar nya, dan kembali berucap
Apa benar cuma hanya itu saja, dan kau akan melepas kan mereka hah..."Ucap Aaron tegas dan membuat Alice berteriak....
Jangan....."Dan biar kan saja Aku di siksanya dari pada kau serah kan saham mu ke pada keparat ini, dengan menangis dan berteriak, Alice berucap dan membuat Tuan William berang saat mendengar nya, serta langsung menampar nya kembali.
Plakk...."Diam kau....
Dan membuat Aaron melotot kan mata nya tajam hendak membunuh nya saat ini juga.
***
__ADS_1
Sampai di sini dulu yah, kita sambung lagi dan apa kah tindakan Aaron selanjut nya, untuk menyelamat kan Alice, yuk ikuti terus cerita nya😀