
Tiga tahun telah berlalu tampa terasa, dan Tuan Kendrik masih sama lemah karena masih belum mengetahui keberadaan putri satu-satunya nya itu, yang hingga saat ini.
Maka dari itu, Aaron pun tak tega meninggal kan perusaahan yang seharusnya sudah harus dipindah kan atas nama istrinya itu, dan terlebih melihat kondisi Ayah mertuanya yang belum mampu untuk menanggung beban mengurus sebuah perusahaan.
Aaron rela bolak balik ke Negara nya, demi mengurus dua perusahaan dan juga masih menunggu kabar kembali istri tercinta nya itu.
Hingga asisten nya berucap dari Perusaan nya sendiri yang sedang bekerjasama dengan salah satu perusahaan di Jepang, dan mengharuskan mereka untuk terbang kesana, karena ada lokasi yang harus di tinjau langsung, serta pelebaran lokasi dan ada pula beberapa masalah yang harus di benahi, mengingat kerjasama dan juga perusahaan cabang mereka yang berada di Jepang sedang sedikit mengalami masalah.
Maka dengan segerah, Aaron memerintah kan asisten nya, untuk segerah terbang ke Jepang, dan menyiap kan, untuk semua urusan mereka selama beberapa hari saat berada di Jepang nanti.
Hingga sudah tampa terasa, semua pekerjaan Aaron yang ada di Perusahaan Ayah Alice istrinya saat ini pun, sudah iya serah kan sementara ke pada sekertaris nya, yang mana iya harus terbang sore ini juga, untuk menuju ke Negara Jepang tersebut.
*
*
*
Dan..."disaat inilah iya sudah tiba di sebuah Bandara Negara tujuan tersebut, hingga Aaron menghembuskan napas berat nya, saat iya hendak turun dari pesawat, yang entah mengapa, ada perasaan yang aneh pada diri nya saat ini, dan jantung nya seakan tak berhenti berdetak hingga saat ini.
Iya pun sudah menaiki mobil nya saat ini, serta hendak menuju ke sebuah Hotel cabang milik Perusaahan nya juga, karena Aaron yang banyak nya menanam saham dibeberapa Negara, hingga iya pun disegani oleh beberapa pesaing nya, di tambah pekerjaan yang disembunyikan nya itu, menambah pula seberapa tinggi jabatan nya, hingga banyak pula musuh yang mengincar nya saat ini.
Tapi..."siapa pula yang berani melawan nya, akan habis di buat Aaron. Ditambah menghilang nya istri tercinta, membuat sifat dingin dan kejam nya semakin menjadi.
Hingga tampa ampun, Aaron banyak membuat perusahaan lawan tumbang tampa banyak kata.
Dan saat ini, iya sudah berada didalam Hotel nya, serta hendak menemui rekan bisnis nya, malam ini pula disebuah Restoran ternama di Negara tersebut.
__ADS_1
Tapi saat hendak memasuki Restoran tersebut, Aaron tampa sengaja menabrak seorang anak kecil laki-laki yang berusia sekitar dua tahun lebih, dengan dikejar seorang Beby sister nya dari jauh, dan anak kecil tersebut, dengan tatapan tajam dan dingin, dan kedua tangan bersedekat didepan dada nya serta menatap Aaron tampa berucap maaf, lalu iya berucap :
Apa Om sebegitu lapar nya, hingga Om jalan yang terburu-buru dan menabrak ku dan kini, Om pun tidak meminta maaf ke pada ku hah !
Dan sontak saja, dengan perkataan tersebut membuat Aaron melotot kan mata nya tajam, hingga Ainsley pun ingin rasa nya membekap mulut bocah tersebut, takut Tuan nya marah dan membuat bocah atau orang tua nya tersebut menderita.
Tapi entah mengapa, Aaron menatap nya, seakan merasa ada sebuah perasaan hingga iya hanya berucap, sungguh berani bocah tersebut berkata seperti itu ke pada nya, dan kemana orang Tua nya saat ini.
Hingga Beby sister nya mendekat dan berucap maaf mewakili bocah tersebut sambil mencoba menuntun nya agar tidak terlepas lagi.
Serta Aaron saat ini pun, yang karena terburu-buru pula, serta iya juga merasa bersalah dan tak mau membuang waktu lagi, hingga iya tak mempermasalahkan nya, serta iya pun hendak melangkah meninggal kan nya untuk menuju ke tujuan nya.
Tapi baru beberapa langkah, iya seperti mendengar suara yang tak asing bagi nya, hingga iya menoleh dan begitu terkejut serta membuat jantung nya tak berhenti berdetak kencang saat ini.
Dan seseorang tersebut tampa sadar memanggil serta mendekati Putra nya, yang sehabis dari toilet tadi, hingga iya mendengar putra nya tak sabar dan ingin hendak menyusul nya, hingga iya yang tau posisi nya saat ini dari Beby sister nya yang telah menelpon nya tadi.
Aaron nampak heran dengan perlakuan Alice kepada bocah yang di tabrak nya tadi, di tambah Alice yang memanggil nya my son, yang bukan kah berarti panggilan itu berarti itu putra nya.
Serta Aaron berpikir, selama iya melarikan diri, hingga Alice istri nya itu menemukan pujaan hati nya, serta menikah dan sekarang memiliki putra.
Tapi bukankah mereka belum bercerai hingga saat ini, dan itu berarti putra siapa itu !
Serta karena rasa rindu dan rasa penasaran nya Aaron, hingga iya mengabaikan rekan yang sedang menunggu nya saat ini.
Serta Aaron saat ini sudah berada didekat Alice dan berucap :
Apa kabar mu istri ku ?
__ADS_1
Yang pasti, Alice pun masih sangat familiar dengan suara tersebut dan membuat nya terdiam sebentar, hingga iya menoleh kebelakang dan melihat dengan keterkejutan nya, sambil memeluk erat putra nya tersebut.
Dan Putra nya tersebut berucap, "Paman !" Bukankah Paman tadi belum meminta maaf kepada ku, dan kini apakah Paman kembali akan meminta maaf ke pada ku !" Dengan polos nya bocah tersebut berucap.
Hingga Alice pun tersadar dan berucap, " Kabar ku baik dan maaf !" Aku sedang terburu-buru.
Alice, "karena takut dan tegang, iya pun mencoba menghindar hingga Aaron mencekal nya dengan menggenggam erat lengan Alice sambil berucap.
Kita pulang sama-sama, dan Ayah mu sudah sejak lama sakit parah hingga kini.
Maka...!" apakah kamu tidak ingin menemui nya lagi, hingga saat ini ?
Yang sontak saja perkataan tersebut membuat hati Alice terasa teriris, bukan karena iya tak ingin menemui atau pun menghubungi Ayah nya selama ini.
Tapi iya takut dengan keadaan seperti ini, dan ini pun terjadi, serta penjelasan apa yang harus diberikan nya ke pada Ayah dan suami nya saat nanti.
Serta salah faham mereka yang sudah beberapa tahun lalu pun belum mereka selesai kan hingga saat ini.
Membuat hati Alice semakin tak karuan saja dan berucap, "Baik tapi bisakah besok saja kita bertemu kembali dan Aku akan ikut kamu pulang, serta bertemu Ayah ku.
Dengan berat Aaron pun melepas cengkraman itu, hingga membuat Putra mereka semakin bingung dengan sikap kedua orang dewasa ini.
Serta iya pun berucap, "Apakah Paman mengenal Mama ku dan Paman tidak kah meminta maaf ke pada ku hingga saat ini hah.
Yang sontak membuat Aaron beralih menatap bocah tersebut, serta dengan dingin pula berucap maaf dan kembali menatap Alice, serta meminta nomor ponsel nya saat ini.
''"""""\*\*\*\*\*\*""""""
__ADS_1
See you, kita sambung dahulu nya dan jangan lupa tinggal kan jejak nya yah😍