Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin

Cewek Bar-bar Penakluk CEO Dingin
Rayuan dan rencana Bertha


__ADS_3

Setelah Tuan Nakamura keluar dari Restoran, dan saat ini sudah berada di dalam mobil nya.


Tuan Nakamura berkata kepada asisten nya dengan berucap.


Cepat kau cari identitas istri Tuan Aaron, dan segerah berikan kepada ku.


Baik Tuan...!" jawab asisten nya, serta mobil mereka saat ini melaju dengan cepat, menuju tujuan nya.


***


Berbeda dengan Bertha yang saat ini sedang kacau, karena patah hati, setelah tau, Tuan Aaron menolak nya dan sudah menikah, membuat hati nya hancur berkeping-keping, sehingga membawa nya ke tempat klap ini untuk menghilang kan rasa kecewa nya itu, dan menghabis kan malam dengan mabuk-mabukan, hingga asisten nya membawa nya untuk segerah pulang, karena kondisi nya yang sudah tidak memungkin kan.


"Sesampai di apartemen nya, Tuan Nakamura terlihat sering melamun dan terus membayangkan wajah Alice istri Aaron saat ini.


Entah mengapa, iya juga tidak mengerti, dan pada hal selama ini, iya yang tidak dengan mudahnya untuk cepat tertarik ke pada lawan jenis nya itu pun di buat mood nya yang mendadak berubah meningkat.


Di lain sisi, Tuan Nakamura yang saat ini sedang berada di mini bar nya itu pun, dan sedang memegang segelas wiski. Tiba-tiba gelas itu menjadi pecah dan membuat telapak tangan nya menjadi luka dan banyak mengeluar kan darah.


Alice....!" Ucap Tuan Nakamura dengan hati yang panas, membayang kan kemesraan yang dilihat nya tadi.


Kau telah mengusik hati ku, dan mulai saat ini, kau harus menjadi milik ku, meski Aku harus melawan suami mu itu. Dan tak lama barulah iya tersadar dan berucap....!"****...! tangan ku terluka, dan hanya Alice yang bisa mengobati luka ini.


Lalu berdiri serta menuju ke kamar mandi nya, dan mendekat dengan wastafel, serta membersih kan luka di tangan nya, hingga mengobati dan mulai menuju ke tempat tidur, untuk mengistirahatkan tubuh nya, dan terus membayangkan Alice.


Di lain tempat, "Saat ini Aaron dan Alice telah sampai di Mansion nya, dan mulai memadu kasih, dengan meminta syarat yang telah di ajukan Aaron tadi, saat berada di Restoran.


Alice hanya pasrah, dan melayani Aaron hingga terlelah dan mereka terlelap.


***

__ADS_1


Pagi menyongsong, sinar nya menusuk tirai, dan membangun kan kedua anak manusia yang telah kelelahan, akibat ulah nya semalam.


Sayang....!


Aku kesiangan ...!


Ah...!" Iya sayang ...!" Aku pun juga.


Lalu mereka bergantian mandi serta turun untuk sarapan bersama.


Tepat di Ruang makan, mereka sarapan bersama di temani juga dengan Ainsley asisten Aaron.


"Istri ku ! "Untuk saat ini kamu istirahat saja di Rumah, dan untuk kuliah mu, Aku sudah mengabari Dosen bimbingan mu itu, untuk mu khusus bisa di lakukan on line saja.


Jadi, mulai sekarang, jangan pernah lagi untuk menemui laki-laki itu, mengerti sayang.


Alice yang sedang memakan sandwich nya, hanya bisa mengerucut kan bibir nya, mau protes juga percuma.


******* itu yang awal nya lembut menjadi dalam hingga napas Alice hampir habis, "Alice pun memukul-mukul dada Aaron untuk menghentikan nya.


Hingga terlepas lah ciuman tersebut, dan membuat Aaron tersenyum puas.


Jangan nakal di Rumah dan Aku akan pulang untuk sarapan siang ini bersama mu, dan tunggulah suami mu ini pulang nanti, karena Aku ingin makan siang ini bersama mu sayang, "Aaron yang berucap sambil mengusap-usap kepala Alice, dan tersenyum lalu pergi pamit untuk pergi menuju ke kantornya.


Di kantor saat ini, Bertha telah menunggu di dalam Ruangan Aaron.


Dan betapa terkejut nya Aaron dengan kelakuan Bertha yang tak perna jera atau putus asa dengan segala kelakuan nya.


Hingga saat ini pun, dengan tidak malu nya, iya yang melihat Aaron tiba dan langsung bergelayut manja di lengan Aaron dan terus merayu nya, hingga Aaron yang telah duduk di kursi kebesaran nya saat ini pun.

__ADS_1


Bertha terus merayu dengan membelai punggung Aaron serta membisik kan di telinga nya, dengan suara yang berat dan mendesah, serta menempel kan dada nya yang montok itu, hingga Aaron merasa muak dan membentak Bertha !


Nona Bertha .....!


Sudah berapa kali ku kata kan untuk tidak mengganggu ku lagi, terlebih ini di kantor, atau kita putus kan saja kerja sama ini hah.


Tapi Aaron, Aku benar sudah jatuh cinta pada diri mu, dan Aku akan terus mengganggu mu hingga kau mau untuk sedikit memberi hati mu itu, kepada ku sayang.


Kau sudah gila...!" Aku ini sudah mempunyai istri Nona Bertha, apa sampai kau itu, sudah tidak laku lagi, hingga kau terus mengejar ku hah....!" Dengan amarah nya yang memuncak, karena mulai kesal Aaron saat ini sampai membentak Bertha saat berkata.


Benar...!" Aku sudah gila karena mu, puas !" Dan Aku tak akan melepas kan mu Tuan Aaron, hingga kau utuh menjadi milik ku, dan Aku Tidak takut kerja sama ini akan terputus, serta kau akan tau sebentar lagi, dan akan mendengar kabar mengejut kan, yang mana tentang perusahaan ini, hingga kau memohon kepada ku, untuk meminta pertolongan itu.


Hah....!" Jangan mimpi, ucap Aaron sinis, dan menatap tajam mata Bertha.


Aku tidak perduli apa kata mu Tuan Aaron, yang terpenting bagiku adalah kau menjadi milik ku, dan kita tunggu beberapa menit lagi.


Kabar menggempar kan itu akan terdengar hingga di telinga mu, dan membuat mu akan memohon ke pada ku Tuan Aaron yang terhormat.


Baik...!" Kita lihat, siapa yang di sini akan memohon, Nona Bertha, " serta sebaik nya kau urus perusahan mu saat ini, dari pada kau mengurusi ku, dan kau !" Aku merasa akan lebih baik kau tidak ada, dari pada Aku yang terus dihadap kan dengan mu itu, yang seperti ****** Nona Bertha. "Dengan sinis Aaron membalas dan mengusir Nona Bertha secara halus.


Nona Bertha melotot kan mata nya, tak percaya.


Perkataan Aaron benar-benar pedas dan menyakitkan hati nya, hingga iya tak tahan dan akhir nya pergi meninggal kan kator tersebut.


Dan setelah kepergian Bertha, Aaron mengambil napas berat, " Hah..." Dan melanjut kan pekerjaan nya saat ini.


Tapi berbeda dengan Bertha, yang pulang kembali ke kantor nya dengan kesal, hingga iya memerintah asisten nya, untuk melaksanakan rencana nya yang semalam.


Hingga tak lama asisten Aaron, "Ainsley berlari ke Ruangan Aaron dengan panik dan memberitahukan berita ini, dan membuat mata Aaron melotot tajam.

__ADS_1


****


Ayo tebak, kabar apa itu, yuk ikuti terus cerita nya, dan tetap tinggal kan jejak nya yah😀


__ADS_2